Skip to content

Menjawab IsadanIslam – “Alkitab Tidak Diubah”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Salah satu website Missionaries terkenal dari Indonesia iaitu “IsadanIslam” telah membuat satu artikel yang bertajuk – Logika Kristen Dan Kitab Islam, “Alkitab Tidak Dirubah”. sumber artikel tersebut ada disini :
– https://www.isadanislam.org/alkitab/logika-kristen-dan-kitab-islam-alkitab-tidak-dirubah/

Walau bagaimanapun,disini kita akan menjawab artikel IsadanIslam tersebut sekaligus membukti bahawa Alkitab sememangnya telah di ubah. Let check it out~

IsadanIslam berkata :
Di abad-abad awal, Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa dan tersebar ke banyak negara. Pada abad ke-6 M, kita sudah bisa menemukan Alkitab di seluruh daerah Timur Tengah, Eropa, dan Asia.

Rasanya mustahil bila seluruh Alkitab yang sudah beredar saat itu, dapat dirubah lagi. Untuk bisa mencapai hal tersebut, harus ada usaha yang serentak untuk mencari puluhan ribu salinan Alkitab yang sudah tersebar itu. Lalu menghancurkannya dan mengganti dengan yang baru. Ini adalah usaha yang mustahil.

Bagaimana bila seandainya ada satu kelompok yang berusaha untuk melakukannya? Pasti mereka akan dihadapi dengan oposisi dari umat Kristen lain, yang ingin tetap mempertahankan keutuhan Kitab Sucinya. Dan peristiwa ini pasti akan dicatat dalam sejarah. Faktanya, tidak ada catatan sejarah tentang hal itu.

Bukti-bukti Ilmiah (Peninggalan Sejarah)
Sekarang ini, kita masih bisa menemukan peninggalan bersejarah. Yaitu manuskrip (gulungan dari kulit binatang) yang berisikan Alkitab. Bila dibandingkan dengan Alkitab yang sekarang, hampir tidak ditemukan perbedaan. Kalaupun ada, hanya hal-hal yang kecil sekali. Tidak ada yang mempengaruhi doktrin-doktrin utama.

Berikut ini adalah beberapa contoh:

1. Codex Vaticanus (325-330 M) Sekarang berada di Perpustakaan Vatican.
2. Codex Alexandrinus (400 M). Sekarang berada di Museum Inggris.
3. Codex Sinaiticus (350 M). Sekarang berada di Museum Inggris.

Gulungan Laut Mati. Pada tahun 1947, seorang gembala di Israel menemukan banyak tempayan di dalam gua-gua di bagian barat daya Laut Mati. Tempayan ini berisikan gulungan-gulungan manuskrip yang memuat hampir semua Alkitab orang Yahudi (Perjanjian Lama). Gulungan tersebut diperkirakan ditulis sekitar 130 SM. Dan setelah dibandingkan dengan Alkitab sekarang, hampir tidak ada perbedaan dapat ditemukan.

Perjanjian Baru. Sampai sekarang ini, sudah ditemukan 24,000 manuskrip (tulisan abad pertama) yang mengandung potongan-potongan Perjanjian Baru (Kitab Suci Injil dan Para Rasul). Dan tidak ditemukan perbedaan dengan Alkitab jaman sekarang. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, dapat dipastikan Alkitab tidak dirubah.

MAB response :
Sebelum saya menjelaskan panjang lebar,ingin saya kepilkan sumber dari Neutral scholars dan Muslim Apologetics lain yang telah menjelaskan dengan terperinci bahawa Dead Sea Scroll membuktikan Bible telah di ubah dan di palsukan :
(dari Osama Abdallah)
– http://www.answering-christianity.com/topic_1996.htm
– http://www.answering-christianity.com/blog/index.php?topic=1996.30
– http://www.answering-christianity.com/blog/index.php?topic=1996.0
– http://www.answering-christianity.com/ac6.htm#links

(dari MENJ)
– https://www.bismikaallahuma.org/wp-content/uploads/they_say.pdf

(dari Neutral scholars)
– http://theappendix.net/issues/2014/7/the-lying-pen-of-the-scribes-a-nineteenth-century-dead-sea-scroll
– http://archive.jsonline.com/features/religion/82527532.html

Sumber-sumber yang telah saya berikan tersebut tidak ada sanggahan secara mutlak dari pihak Missionaries Christian. Maka jelas Dead Sea Scroll yang kononnya mensahihkan Bible tidak diubah adalah DUSTA!

[Point Satu]
Okay,mari kIta jelaskan untuk Perjanjian Baru. “beribu-ribu skrol” yang dimaksudkan itu sejumlah 5500 naskah Perjanjian Baru. Sebenarnya 94% naskah yang pihak anda pertahankan hingga ini hanya berasal dari abad ke9 BUKAN dari awal penulisan. Para bapa gereja dari abad ke2 yang mana mereka mengutip dari keseluruhan teks dalam setiap ceramah menyatakan bahawa pengarang memiliki teks yang berbeza dengan teks yang ada pada Perjanjian Baru yang mereka pegang…Persoalannya ialah apakah dapat menyusun kembali naskah-naskah asli Perjanjian Baru yang telah hilang???

Sebenarnya sesekali tidak boleh menyusun kembali naskah asli bahkan tidak releven untuk membicarakan mengenai naskah asli Perjanjian Baru…kenapa???..Jumlah kesalahan terlalu banyak apabila dibandingkan setiap satu naskah dengan naskah-naskah yang lain sehingga TIDAK ADA PERSAMAAN SUSUNAN KATA SETIAP ANTARA SATU SAMA LAIN NASKAH2 TERSEBUT…300 tahun para sarjana tertinggi gereja mengkaji mengapa kesalahan-kesalahan ketidaksamaan ini wujud sehingga pada 1707,seseorang yang bernama John Mill yang mana beliau mengkaji 100 naskah dari tulisan Greek / Lantern / Coptic dan Syriac selama 30 tahun dan beliau menerbitkan satu buku bernama “Novum Testamentum Graecum”. Dalam buku tersebut,beliau memberitahu tempat-tempat ayat dimana naskah-naskah yang beliau periksa mengalami perbezaan dan kesalahan satu sama lain. Ini cara kajian dipanggil Apparatus. Yang hebatnya lagi ialah beliau menunjukkan 30 000 kesalahan dan perbezaan naskah2 antara satu sama lain yang beliau kaji. Itu baru 100 naskah yang beliau kaji,belum lagi baki 5400 naskah yang dari 5500 naskah kuno yang dikumpul oleh pihak gereja. Bagaimana jika 5500 naskah itu dikaji antara satu sama lain??pasti jumlah kesalahan lebih banyak. Jadi bagaimana anda kata Bible kini tidak alami perubahan???

Bagaimana dengan perbezaan yang ada pada naskah sebelum salinan yang bertahan muncul???. Sebahagian besar Perjanjian Baru moden kini berdasarkan naskah dari abad ke4 khususnya dua naskah. Naskah pada abad ke4 amat berbeza dengan naskah pada abad ke9. Jika naskah ke4 dengan naskah ke9 sahaja pun berbeza,bagaimana boleh sama dengan naskah asli pada abad pertama???. Tidak ada mana-mana scholars pun bahkan pihak gereja sekalipun tidak memiliki naskah pada abad pertama. Ini jelas membuktikan bahawa TIDAK ADA TRANSMISSION DAN NARRATOR YANG DI AWASI DENGAN TELITI. Ditambahkan lagi penulis sebelum abad ke4 lebih buruk penyalinannya berbanding penulis setelah abad ke4. Seluruh Christian Scholars akui bahawa perubahan yang sangat ketara terjadi dalam tempoh 150 tahun Perjanjian Baru. Dalam lingkungan tempoh abad tersebut,pihak anda tidak memiliki sebarang naskah. Naskah yang kemudian pihak anda miliki kini adalah berdasarkan naskah yang sebelumnya telah hilang.

[Point Kedua]
Memandangkan anda mengusulkan berkenaan Codex,disini saya nyatakan empat (04) Codex Tertua iaitu :
– Vaticanus (325–350 Masihi)
– Sinaiticus (330–360 Masihi)
– Alexandrinus (400–440 Masihi)
– Ephraemi (450 Masihi)

Dan anda mengatakan bahawa 24 000 manuskrip termasuk empat (04) Codex Tertua dibanding dengan Bible kini,tidak terdapat perbezaan. Disini saya berikan contoh perbezaan besar antara Bible anda kini dengan manuskrip dahulu iaitu dalam Gospel of Mark 16:9-20. Sebelum itu,kita bacakan dahulu Mark 16:9-20 :

“Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”.Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”
[Mark 16:9-20]

Menurut Bible Scholars,Mark 16:8-20 adalah rekaan dan penambahan ayat dalam Gospel of Mark. Ini penjelasannya :

The Christian Counselor’s New Testament, Mark 16 berakhir pada pasal 16 ayat 8. Kemana ayat 9-20? Pada akhir ayat terdapat catatan kaki berbunyi :

“These verse are omitted by better MSS. An alternative shoter ending is found in same”.

The Holy Bible New International Version pada catatan kaki ayat 8 berbunyi :
“The TWO MOST RELIABLE EARLY manuscripts do not have Mark 16:9-20.Serious doubts exists as to whether these verses belong to the Gospel of Mark. They are absent from important early manuscripts and display certain peculiarities of vocabulary, style and theological content that are unlike the rest of Mark. HIS GOSPEL PROBABLY ENDED AT 16:8, OR ITS ORIGINAL ENDING HAS BEEN LOST.”
[The NIV Bible Foot Notes – page 1528]

“Verses 9-20 are bracketed in NU-Text as not original. They are lacking in Codex Sinaiticus and Codex Vaticanus, although nearly all other manuscripts of Mark contain them.”
[King Jaymes Version Bible 1994 – page 993]

namun,saya memahami. Kebiasaan pihak anda (Kristian) berkata bahawa walau Mark 16:9-20 tidak terdapat dalam Codex Sinaiticus dan Vaticanus tetapi ada terdapat dalam Codex Papyrus yang lain lebih tua dari dua Ancient Manuscript ini.

saya response,
“Untuk pengetahuan anda,Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus adalah antara “Four Great Uncials Codies” dan Codex Vaticanus adalah paling tertua sekali iaitu pada 325–350 AD dan di ikuti dengan Codex Sinaiticus sebagai Codex kedua tertua iaitu pada 330–360 AD.Maka,tidak ada lagi codex papyrus yang lain mampu menandingi dua codex ini. Sekiranya ada codex lain mengatakan bahawa Mark 16:9-20 adalah ayat asli sekalipun,tetap tertolak.Ini kerana dua Codex Tertua ini tidak menyokong ayat rekaan tersebut.”

maka sebab itu,Jumhur (majority) Bible scholars anda sendiri bersepakat :
“Currently a majority of scholars agree that verses 9–20 were not part of the original text of Mark but represent a very early addition.
[ Iverson, Kelly (April 2001). Irony in the End: A Textual and Literary Analysis of Mark 16:8. Evangelical Theological Society Southwestern Regional Conference. Retrieved 20 April 2015.]

Ex-Christian Top Bible scholar – Bart Ehrmann berkata :
“Jesus does rise from the dead in Mark’s Gospel. The women go to the tomb, the tomb is empty and there is a man there who tells them that Jesus has been raised from the dead and that they are to go tell the disciples that this has happened. But then the Gospel ends in Codex Sinaiticus and other manuscripts by saying the women fled from the tomb and didn’t say anything to anyone because they were afraid, period. That’s where the Gospel ends. So nobody finds out about it, the disciples don’t learn about it, the disciples never see Jesus after the resurrection, that’s the end of the story. But later scribes couldn’t handle this abrupt ending and they added the 12 verses people find in the King James Bible or other Bibles in which Jesus does appear to his disciples.”
[ BBC Radio 4 programme on 05/Oct/2008 “The Oldest Bible”]
– http://www.bbc.co.uk/radio4/theoldestbible/pip/9vwi1/

Seperti contoh lain iaitu dalam John 14:26 yang mana Bible moden ada menyebut “Holy Spirit” dan kononnya dalam Codex-codex lain yang terdapat dalam 24 000 manuskrip ada menyebut “άγιος πνεύμα” (Holy Spirit). Tetapi malangnya dalam Codex Vaticanus dan Syriacus mendapat bahawa dalam John 14:26 hanya menyebut “το πνεύμα” (the spirit). Saya berikan bukti lebih terperinci mengenai hal tersebut disini :
– http://khazarzar.skeptik.net/biblia/syriac_s/index.htm
– https://www.ccel.org/ccel/schaff/npnf107.pdf
– http://muslimprophets.com/article.php?aid=149&t=Codex+Sinaiticus+%26+Vaticanus+-+Corruption+in+the+KJV+Bible+verses
– https://www.linguistsoftware.com/Payne2000NovT-Vaticanus_umlauts_1Cor14_34-35.pdf

Jadi,bagaimana mahu katakan 24 000 Manuskrip terdahulu dengan Bible moden kini tidak mengalami perbezaan dan kesalahan???. Itu baru dua (02) contoh saya berikan dan sebanyak 50 000 kesalahan Bible yang membuktikan Bible telah dipalsukan. Saya berikan sumber bebas untuk anda rujuk ayat-ayat dalam Bible moden beserta rujukan Codex apakah ada keselarasan atau ada perbezaan. Sila cuba lihat :
– https://www.biblequery.org/jnmss.html

[Point Ketiga]
Berkenaan dengan Perjanjian Lama,saya setuju apabila ada pihak anda berkata bahawa teks asli disalin kembali dan diperbanyakkan teks oleh para Imam Judah. Namun bukan satu kesukaran untuk mengubah suatu ayat dalam penyalinan kembali oleh mereka. Boleh saja mereka mengubah / menambah / menyisip suatu ayat dan reka satu ayat demi suatu keuntungan / kepuasan dalam satu pakatan. Ini kerana Nabi Jeremiah telah memberitahu bahawa Torah telah di ubah oleh tangan2 pendusta,
“Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.”

dan ini dikuatkan lagi dalam nubuat Torah melalui kata-kata Musa sendiri,
“Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian ALLAH,Tuhanmu supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau.Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap ALLAH, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka.Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata ALLAH dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu.”
[Deuteronomy 31:25-29]

Jika anda kata kitab-kitab Perjanjian Lama masih asli,maka anda setuju bahawa Jeremiah Alaihissalam dan nubuat Musa Alaihissalam adalah bohong. Benar bahawa memang Nabi Jeremiah Alaihissalam telah memerintahkan untuk mengikuti Hukum Tuhan dalam Jeremiah 26:4 tetapi “Hukum Tuhan” yang dimaksudkan oleh Nabi Jeremiah Alaihissalam bukan di dalam Torah yang telah di ubah oleh tangan-tangan jahat tetapi dalam keterangan ajaran Nabi Jeremiah di keseluruhan ayat dalam Jeremiah bab 7 dan bab 36 (pengulangan).

Namun kita ambil suatu assumption sebagai sangkaan baik. Andaikata sahaja para Rabbi Israel tidak berniat jahat untuk seleweng ubah Kalamullah. Anda harus tahu bahawa zaman mereka dulu tidak ada mesin percetakan,maka kebarangkalian untuk silap dalam salinan adalah tinggi dengan nisbah 9:1. Keterangan ini terbukti apabila wujudnya perbezaan antara Torah Samaritan dan Torah Masoretic yang tidak sekata dan tidak sama….saya bagi satu contoh sahaja :

– dalam Torah Masoretic kitab Genesis 22:2 menyebut Amoria manakala dalam Torah Samaritan kitab Genesis 22:2 menyebut Amore. Jangan lupa,Amore dan Amoria berbeza. Amoria terletak di Jerussalem manakala Amore terletak di Nablus…Perselisihan dengan huruf Yodh’ sahaja suda cukup mengubah makna. Sebab itu mengapa dalam John 4:21,wanita bertanya kepada Jesus gunung mana harus mereka jadikan sebagai kiblat sebab wanita itu tahu bahawa ada perbezaan antara Torah Masoretic dengan Torah Samaritan. Dalam Teks Samaritan merujuk sebagai Gunung Gerizim manakala Masoretic merujuk sebagai Gunung Ebal.

Penyalinan Torah tidak seperti Quran yang mana 44 para Sahabah menyalin apa yang mereka dengar dari Muhammad SAW dan menyemak semula setiap huruf perhuruf dan ayat perayat agar tidak ada kesalahan. Tanpa Kasrah,Fathah dan Dhammah,Quran boleh dibaca dengan 26 dialect,07 ahruf dan 07 Qiraat.

Jika anda ada kesudian untuk merendahkan kedegilan anda,belajarlah kaji buku kajian dari pihak anda sendiri iaitu Dr.William Lawrence Peterson bukunya bernama “The Collected Essay”. Beliau salah satu antara scholars anda yang pakar dalam New Testament Textual Critics dan scholar bernama Prof.Eldon Jay Epp / Prof.Anne Marie Luijendijk serta Kim Haines Eitzen. Mereka semua adalah Ketua Agama pihak anda. Ini bukan memihak mana-mana pihak atau dibayar oleh pihak lain,tetapi ini adalah kajian jujur dari pihak anda sendiri. Belum lagi saya berikan hujah kenyataan dari 36 Sarjana Tertingi Scholars. Itu akan saya terang dengan lebih terperinci dalam artikel saya yang lain mengenai bukti kepalsuan Bible.

Sebab itu tidak hairan mengapa Bible mengalami 50 000 kesalahan dan 1040 percanggahan sesama ayat,itu pun Christian scholars hanya dapat jawab percanggahan ayat secara mutlak sebanyak 146 sahaja dari 439 percanggahan ayat paling lazim dalam Bible.

IsadanIslam berkata,
Ada banyak ayat dalam Al-Quran dan Alkitab yang menyatakan bahwa semua Kitab Suci tidak mungkin dirubah. Misalnya: Qs 6:34, 10:64, 6:115, 18:27. Kitab Nabi, Yesaya 40:8 dan Injil, Rasul Besar Matius 24:35.

Tuhan Maha Besar dan Maha Kuasa. Dia mampu menjaga keutuhan Kitab Suci-Nya dari campur tangan manusia. Ini menyangkut harga diri-Nya sendiri. Dengan demikian benarlah jika dikatakan Alkitab tidak dirubah. Karena itu, barangsiapa mengklaim bahwa Alkitab sudah dirubah, sebenarnya dia sudah menghujat Tuhan. Karena secara tidak langsung mengatakan Tuhan pembohong. Tidak mampu menjaga keutuhan Kitab Suci-Nya sendiri.

Firman Allah Kekal Adanya
Demikianlah, setelah melihat bukti-bukti bahwa Alkitab tidak pernah dirubah, sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat beragama untuk membaca dan meyakininya. Seorang yang bertaqwa kepada Allah, adalah dianjurkan – bahkan diwajibkan – untuk membaca Alkitab, yaitu Kitab Allah.

MAB response :
very good….saya bantu berikan pencerahan….

01 – Al An’am 6:2-36 dan Yunus 10:57-65 membicarakan mengenai kalimat Allah tentang janji Dia untuk memberi pertolongan kepada para Utusan-Nya,memberi balasan ganjaran kepada yang beriman kepada para Utusan-Nya dan mengazabkan orang2 yang menentang Utusan Allah,mengingkari dan mendustakan ayat2-Nya. Manakala dalam Al-An’am 6:92-115 dan Al-Kahfi 18:27 membicarakan tentang kalamullah Al Quran’ul Kareem yang telah sempurna dan tidak akan berubah (dan ini ditegaskan lagi dalam Al-Hijr 15:9). Jadi jelas dalam kesemua 04 dalil Quran yang diberikan tidak ada kaitan dengan Al Kitab terdahulu (sebelum Quran).

02 – Quran memberitahu Alkitab telah diubah dalam Al-Baqarah 2:75-79 / An-Nisa 4:46 / Al-Maidah 5:13 / Al-Maidah 5:41 dan Ali-Imran 3:78 dan itu dikuatkan lagi dalam Bible PL – Deuteronomy 31:25-29 / Deuteronomy 4:2 / Psalm 119:120-126 dan Jeremiah 8:8 bahawa kitab-kitab terdahulu telah di ubah dan didustakan oleh tangan2 jahat. Jadi kami (muslim) mengkritik Al Kitab di ubah BUKAN suka-suka buta-buta menghujat (menghina) tanpa ilmu. Jika tidak,mustahil Exegess pihak anda seperti Neutral Scholars (seperti Dr.John Mills / F.F Bruce) dan Christian Scholars (seperti Dr.William Lawrence Peterson / Richard Baukham) serta Ex-Christian Scholars (Prof.Bart Ehrmann) sendiri akui hal ini.

03 – Kalamullah Ilahiyyah diturunkan dalam 04 peringkat iaitu Al-Lafzh’ul Munazzal / Al-Maktb Bayn’ul Mashaif / Al-Maqr Bi’ul Lisan dan Al-Mafzh Fi Ash-Shudr. Kalamullah yang kekal abadi tidak sesekali akan di ubah adalah Al-Lafzh’ul Munazzal yang mana ada dinyatakan dalam Context Isaiah 40:2-8 / Matthew 24:24-35 / Al-Fatr 35:26-31 / Al-Baqarah 2:97 dan Al-An’am 6:92-115. Dan Allah menjamin Kalam-Nya terus kekal dalam peringkat Al-Maktb Bayn’ul Mashaif / Al-Maqr Bi’ul Lisan dan Al-Mafzh Fi Ash-Shudr HANYA UNTUK KITABULLAH QURAN sahaja seperti dinyatakan dalam Al-Hijr 15:9 dan Al-Kahfi 18:27. Jadi kitab-kitab terdahulu sebelum Quran tidak dijamin oleh Allah terus kekal tanpa perubahan kerana Allah menurunkan Wahyu-Nya mengikut Nubuwwah setiap garis masa zaman para Utusan-Nya. Maka kena belajar apa itu konsep “Genea” kitabullah dalam setiap syariat para Utusan Tuhan sebelum anda mengatakan kitab-kitab sebelum Quran tidak mengalami perubahan.

RUMUSAN
01 – Staff IsadanIslam berdusta dalam menyampaikan artikel
02 – Staff IsadanIslam masih jahil dalam perbandingan kajian keaslian Bible
03 – Staff IsadanIslam hanya mengutip sekerat ayat-ayat Quran untuk membenarkan kesalahan Bible
04 – Staff IsadanIslam gagal membuktikan Bible masih asli

KESIMPULAN
Bible moden anda kini telah JELAS DIPALSUKAN oleh tangan-tangan jahat dan mustahil dapat disusun naskah2 asli Perjanjian Baru yang telah hilang TANPA ADA PERSAMAAN ANTARA SATU SAMA DENGAN YANG LAIN. Bukan sahaja cendikiawan muslim yang menyatakannya bahkan pihak exegess dari Kristian,Atheism dan Neutral turut menyatakan bahawa Bible anda telah ada PEMALSUAN,PERUBAHAN,REKAAN AYAT DAN SISIPAN AYAT.

Benarlah apa yang Quran katakan…Azza Azza Wa Jalla berfirman :
“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian mereka berkata: “Ini dari Allah” dengan TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KEUNTUNGAN YANG SEDIKIT dengan perbuatan itu.Maka kecelakaan bagi mereka akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan.”
[Al-Baqarah 2:79]

Islam agama yang benar…pesan Jesus Christ pbuh :
“Jikalau kamu tetap dalam sabdaku,kamu benar-benar adalah muridku.dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
[John 8:31-32]
– memerdekakan anda dari kekufuran…

“Itulah sebabnya aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; kerana sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.”
[Matthew 13:13]

pesan Rasullullah Muhammad SAW :
“Terimalah kebenaran itu walau ianya pahit..”
[Hadith Sahih Bukhari dan Tirmizi]

Allah Azza’Wa’Jalla berfirman :
“Mereka pekak, bisu dan buta; dengan keadaan itu mereka tidak dapat kembali (kepada kebenaran).”
[Al-Baqarah 2:18]

“Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan.Sesungguhnya kebatilan itu sememangnya pasti lenyap.”
[Al-Isra’ 17: 81]