Category: Rebuttal

  • Menjawab IsadanIslam : “Al-Quran Mendukung Alkitab Sepenuhnya.”

    Menjawab IsadanIslam : “Al-Quran Mendukung Alkitab Sepenuhnya.”

    Reading Time: 11 minutes

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Pada 06hb February 2012,staff IsadanIslam telah membuat satu artiel yang bertajuk “Al-Quran Mendukung Alkitab Sepenuhnya”. Artikel tersebut boleh lihat disini :
    – https://www.isadanalquran.com/al-maidah-546/al-quran-mendukung-alkitab-sepenuhnya/comment-page-1/

    Di sini kita akan runtuhkan segala hujahnya dalam artikel tersebut.

    IsadanIslam berkata,
    Jumlah buku yang disebut “Buku Suci” yang beredar di dunia luar biasa. Orang Baha’i mempunyai Kitab-i-iqan, orang Buddha antara lain Theravada, Kong-Hutju, The Thirteen Classics, orang Druze Rasa’il al-Hikmah, orang Hindu bermacam-macam Veda, Jainism Jain Agamas dan lain-lain. Bila dihitung ada ratusan buku yang disebut “Buku Suci”.

    Saat ini saya berusia tujuh puluh tahun. Ketika masih muda dan baru menerima keselamatan pribadi dari dosa, saya berpikir, “Apakah Kitab Suci Kristen satu-satunya kitab yang diberikan Allah pada manusia?” Bagaimana dengan kitab dari agama lain? Apakah juga merupakan kitab suci dari Allah?

    MAB response :
    Tuhan Yang Maha Esa – Allah Azza’Wa’Jalla telah mengutuskan utusan kepada setiap bangsa manusia dari zaman berzaman (Yunus 10:47,Al-Fatir 35:24,An-Nahl 16:36 dan An-Nisa 4:164) yang mana setiap mereka membawa kitab atau suhuf masing-masing dari wahyu yang Allah berikan (Al-Baqarah 2:213,Al-Baqarah 2:151,An-Nisa 4:163,Al-An’am 6:48-49 dan Al-Anbiya 21:2).

    Namun semua kitab yang diturunkan kepada setiap Nabi terdahulu telah mengalami melangkau rintasan garis mata yang telah ditetapkan (Genea). Maka sebab itu BOLEH JADI semua kitab yang anda sebutkan di atas adalah BERASAL dari kitab para Nabi terdahulu yang diwahyukan oleh Allah kepada setiap kaum SEBELUM di ubah oleh tangan-tangan ghaib.

    Dalam konsep ‘Genea’ Nubuwwah,apabila si pembawa kitab (Nabi atau Rasul) telah menyampaikan ajaran-ajaran tuhan dalam kitab yang dibawa oleh mereka kepada umat mereka,kitab tersebut hanya terjaga atau laku (valid) sehingga datangnya Nubuwwah yang baru di utuskan oleh Allah untuk menggenapi syariat Nabi terdahulu.

    Seperti contoh,Torah diturunkan kepada Musa pbuh kepada bangsa Israel. Segala ajaran syariat Musa dalam Torah kepada bangsa Israel diteruskan amalan sehinggalah datang Utusan Tuhan seterusnya yang membawa syariat baru. Syariat Torah Musa pbuh digenapi oleh syariat Injeel Eesa Al-Masih pbuh. Dan ini dinyatakan sendiri oleh Jesus Christ pbuh sendiri (Eesa Al-Masih pbuh) dalam Matthew 5:17-20. Maknanya,dapat diketahui disini bahawa garis masa syariat Torah hanya sehingga Nabi Yahya pbuh (John The Baptist pbuh) sahaja seperti diterangkan dalam Luke 16:16.

    Dan apabila nubuwwah Jesus telah berlalu dan umat baik dari gentiles dan Israel sendiri mengalami zaman Fatrah selama 600 tahun. Syariat Injeel tersebut juga memiliki garis masa tertentu iaitu apabila datangnya Muhammad SAW membawa syariat Quran,maka syariat Injeel telah digenapi oleh syariat Muhammad SAW selaku Penutup Segala Anbiya’Wa’Rasul. Jadi,tidak hairan mengapa kitab terdahulu mengalami kerosakan kerana Allah tidak menjamin kitabullah terdahulu terjaga kekal sehingga kiamat dari segi Al-Maktb Bayn’ul Mashaif / Al-Maqr Bi’ul Lisan dan Al-Mafzh Fi Ash-Shudr. Dan sebab itu mengapa Quran dijaga sehingga kini tanpa kerosakan oleh Allah (Al-Hijr 15:9) kerana Quran adalah kitabullah yang terakhir.

    IsadanIslam berkata,
    Penterjemahan, Pencetakan, dan Pengedaran Alkitab Di Dunia
    Setelah sekian lama mempelajari kitab-kitab agama lain, akhirnya saya yakin bahwa hanya Alkitab yang diwahyukan Sang Pencipta.

    Alkitab merupakan buku terpopuler dalam sejarah dunia. Hingga saat ini, Alkitab atau bagian-bagian dari Alkitab telah diterjemahkan ke dalam 2,287 bahasa.

    Menurut informasi di internet, hingga saat ini 7,500,000,000 Alkitab sudah dicetak dan diedarkan di seluruh dunia. Tiap tahun 100 juta Alkitab baru dicetak dan diedarkan.

    MAB response :
    01 – Sila terangkan bagaimana kaedah pembelajaran dan pengkajian anda terhadap perbandingan kitabullah sehingga anda boleh menyakini Bible merupakan wahyu dari Tuhan sedangkan dalamnya mengalami 50 000 kesalahan termasuk 1043 percanggahan sesama ayat???

    02 – Ya! benar,Bible memegang rekod No.1 kitab suci paling popular di dunia dan buku paling banyak diterjemahkan dalam bahasa lain sebanyak 2287 bahasa tetapi tahukah anda bahawa Bible adalah kitab suci yang paling merbahaya di dunia?. George Bernard Shaw berkata,
    “The Bible is the MOST DANGEROUS book on earth, keep it under lock and key. Keep the Bible out of your children’s reach.”
    [The Seed of Our Ancestors page 102]
    – Bukan sahaja Bible mengalami kerosakan dan percanggahan,tetapi Bible juga merekodkan ayat-ayat lucah yang tidak sesuai sebagai dasar “Kitab Suci”. Apakah kitab ini yang anda kata benar-benar wahyu dari Allah???

    03 – Setiap tahun,Bible mengalami beberapa pembaharuan terjemahan yang mana setiap terjemahan saling bercanggah sesama sendiri. Sebagai contoh,dalam terjemahan LAI sahaja telah mengalami percanggahan terjemahan baru (1974) dengan terjemahan BIS (1985) :

    “Hai kamu pemimpin-pemimpin buta,NYAMUK kamu tapiskan dari dalam minumanmu tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.”
    [LAI TB 1974 – Matthew 23:24]

    “Kalian pemimpin-pemimpin yang buta! LALAT dalam minumanmu kalian saring, padahal unta kalian telan!”
    [LAI BIS 1985 – Matthew 23:24]

    Terjemahan Baru LAI menerjemah “Nyamuk” tetapi dalam Terjemahan BIS LAI menerjemahkan “Lalat”. Mana satu yang benar???

    Bahkan bukan sahaja terjemahan-terjemahan di dalam LAI Bible bercanggah sesama terjemahan sendiri,tetapi juga bercanggah dengan terjemahan english dalam KJV,mari kita lihat :

    “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa OLEH-NYA kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku.”
    [LAI TB 1974 – John 5:39]

    “Kamu menyelidiki isi Alkitab, karena pada sangkamu di DALAMNYA itu kamu beroleh hidup yang kekal; maka kitab itu juga menyaksikan dari hal-Ku.”
    [LAI TL 1954 – John 5:39]

    “Search the scriptures; for IN THEM ye think ye have eternal life: and they are they which testify of me.”
    [KJV 1611 – John 5:39]

    Perkataan ‘Gaphas’ dalam Koine Greek merujuk BY HIM (Oleh-Nya) atau IN THEM (dalamnya)??? Jika Terjemahan Baru adalah salah,maka LAI tidak seharusnya menaiktaraf terjemahan setiap tahun. Jika Terjemahan Lama adalah adalah salah,bermakna terjemahan KJV juga salah dan ini sekaligus membuktikan bahawa penerjemah Bible Sedunia tidak konsisten dan ayat asli Bible diragui kebenaran penukilannya dari penulis asal.

    04 – Seperti contoh lain iaitu dalam John 14:26 yang mana Bible moden ada menyebut “Holy Spirit” dan kononnya dalam Codex-codex lain yang terdapat dalam 24 000 manuskrip ada menyebut “άγιος πνεύμα” (Holy Spirit). Tetapi malangnya dalam Codex Vaticanus dan Syriacus mendapat bahawa dalam John 14:26 hanya menyebut “το πνεύμα” (the spirit). Saya berikan bukti lebih terperinci mengenai hal tersebut disini :
    – http://khazarzar.skeptik.net/biblia/syriac_s/index.htm
    – https://www.ccel.org/ccel/schaff/npnf107.pdf
    – http://muslimprophets.com/article.php?aid=149&t=Codex+Sinaiticus+%26+Vaticanus+-+Corruption+in+the+KJV+Bible+verses
    – https://www.linguistsoftware.com/Payne2000NovT-Vaticanus_umlauts_1Cor14_34-35.pdf

    Kuantiti percetakan yang berleluasa tidak menjamin kualiti kebenaran suatu kitab suci.

    IsadanIslam berkata,
    Al-Quran Mendukung Alkitab

    Mungkin saudara bertanya, “Apakah Alkitab betul-betul wahyu Allah?” Jelas umat Kristen akan menjawab “Ya!”. Hebatnya, Al-Quran yang dimiliki oleh 1.5 milyar orang Muslim di dunia, juga mendukung Alkitab sebagai wahyu Allah.

    Qs 5:46 mendukung keyakinan saya, karena telah membenarkan kitab-kitab terdahulu, yaitu Taurat dan Injil. “Kami [Allah] . . . membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami [Allah] telah memberikan … Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . . . .” (Qs 5:45).

    MAB response :
    01 – Pembetulan untuk anda,jumlah umat Islam adalah seramai 1.8 Billion (sehingga 2017) BUKAN 1.5 Billion. sila rujuk disini :
    – https://en.wikipedia.org/wiki/Muslim_world
    – https://www.pewresearch.org/fact-tank/2017/01/31/worlds-muslim-population-more-widespread-than-you-might-think/
    – https://www.learnreligions.com/worlds-muslim-population-2004480

    Tapi tidak mengapa….Anggap sahaja catatan anda itu adalah jujur dan benar. Anda membuat artikel ini pada 2012 dan sekiranya rekod 1.5 Billion umat Islam adalah benar mengikut tahun ketika itu (2012)….Ini bermakna selama 5 tahun dari 2017,populasi umat Islam meningkat dengan pesat yang mana dalam masa 5 tahun sahaja,300 juta manusia telah memeluk Islam (Alhamdulillah!).

    02 – Kami mendukung kebenaran kitab-kitab terdahulu seperti Torah Musa,Zabur Daud dan Injeel Eesa kerana tiga (03) kitab tersebut datang dari Allah tetapi BUKAN Torah “according to Masoretic”,Torah “according to Samaritan”,Gospel “according to Mark”,Gospel “according to Matthew”,Gospel “according to Luke” dan Gospel “according to John”. Apatah lagi Bible anda kini yang memiliki 50 000 kesalahan termasuk 1043 percanggahan sesama ayat. Bahkan Bible moden anda ini tidak sama seperti Hebrew Bible (TNKH @ Mikra @ Septuagint).

    Christian Old Testament yang memiliki 39 kitab (Protestant) / 46 kitab (Katolik) sahaja tidak sama seperti Hebrew Bible yang hanya memiliki 24 kitab. Selebihnya di anggap Non-Canonical oleh Judah Israel tetapi pada masa yang sama di anggap Canonical oleh Kristian. Mana satu yang benar membawa petunjuk dan hidayah??

    Bukan itu sahaja,tetapi Bible anda kini juga berbeza setiap denominasi Kekristianian :
    – 61 Kitab (Syrian Bible)
    – 66 Kitab (Protestant Bible)
    – 73 Kitab (Roman Catholic Bible)
    – 75 Kitab (Orthodox Coptic Bible)
    – 76 Kitab (Charismatic Bible)
    – 78 Kitab (Greek Orthodox Bible)
    – 81 Kitab (Ethiopic Bible)
    – 86 Kitab (Eastern Orthodox Bible)

    Dari semua di atas ini,mana satu Bible yang membawa petunjuk hidayah dan cahaya seperti yang disahihkan oleh Quran dan mana satu Bible yang diwahyukan oleh Allah??

    03 – Pengarang IsadanIslam memotong ayat Quran tersebut. Mari kita baca konteks ayat Quran itu :
    “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat yang mengandungi petunjuk dan cahaya yang menerangi dengan Kitab itu nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah menetapkan hukum bagi orang-orang Yahudi dan dengannya juga ulama mereka dan pendita-penditanya menjalankan hukum Allah, sebab mereka diamanahkan memelihara dan menjalankan hukum-hukum dari Kitab Allah (Taurat) itu. Dan mereka pula adalah menjadi penjaga dan pengawasnya (dari sebarang perubahan). Oleh itu janganlah kamu takut kepada manusia tetapi hendaklah kamu takut kepada-Ku dan janganlah kamu menjual ayat-ayatKu dengan harga yang sedikit dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah,maka mereka itulah orang-orang kafir. Dan kami telah tetapkan atas mereka di dalam kitab Taurat itu, bahawa jiwa dibalas dengan jiwa, dan mata dibalas dengan mata, dan hidung dibalas dengan hidung, dan telinga dibalas dengan telinga, dan gigi dibalas dengan gigi, dan luka-luka hendaklah dibalas seimbang. Tetapi sesiapa yang melepaskan hak membalasnya, maka menjadilah ia penebus dosa baginya; dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Dan Kami utuskan Eesa Ibni Maryam mengikuti jejak langkah mereka (Nabi-nabi Bani Israil) untuk membenarkan Kitab Taurat yang diturunkan sebelumnya dan Kami telah berikan kepadanya Kitab Injil yang mengandungi petunjuk hidayah dan cahaya yang menerangi sambil mengesahkan benarnya apa yang telah ada di hadapannya dari Kitab Taurat, serta menjadi petunjuk dan nasihat pengajaran bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa.
    [Al-Maaidah 5:44-46]

    Dari konteks ayat ini,jelas memberitahu bahawa Torah diturunkan kepada Musa pbuh menjadi petunjuk dan cahaya yang menerangi untuk umat Musa pbuh ketika itu dan Injeel diturunkan kepada Jesus Christ pbuh menjadi petunjuk hidayah dan cahaya kepada umat Jesus Christ pbuh ketika itu. Ajaran yang benar tidak akan menghalalkan cara. Kebenaran tidak datang melalui pendustaan, IsadanIslam harus jujur dalam berdakwah.

    IsadanIslam berkata,
    Alkitab, Wahyu Allah
    Hal senada terdapat dalam Injil, “. . . tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (Injil, Rasul Besar Petrus, II Petrus 1:21).

    MAB response :
    Dikatakan bahawa nubuat-nubuat tidak dihasilkan oleh kehendak manusia tetapi dari dorongan Ruh Kudus….ok bagus….Disini saya berikan dua permasalahan :

    01.Dalam Luke 24:46 menyatakan seperti berikut :
    “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.”
    [Luke 24:46]

    Soalan saya,dimana dalam mana-mana kitab Perjanjian Lama ada menubuat dengan menulis “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.”?????

    Apakah disitu hasil dorongan dari Ruh Kudus BUKAN rekaan ayat dari kehendak nafsu manusia???

    02.Mari kita baca,
    “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.”
    [Micah 5:2]

    bandingkan dengan ayat di bawah :
    “Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda kereana dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”
    [Matthew 2:5-6]

    Matthew 2:5-6 menyatakan maksud nubuat dari kitab Micah 5:2. Silakan lihat perbezaan dan percanggahan ayat antara Micah 5:2 dengan Matthew 2:6 di atas….Micah 5:2 menyebut,
    “hai yang TERKECIL di antara kaum-kaum Yehuda”

    manakala Matthew 2:6 menyebut,
    “engkau sekali-kali BUKANLAH YANG TERKECIL di antara mereka yang memerintah Yehuda.”

    Apakah disitu hasil dorongan dari Ruh Kudus BUKAN rekaan ayat dari kehendak nafsu manusia???

    IsadanIslam berkata,
    Isi dan Makna Injil Sungguh Pantas Dipelajari
    Melihat penjelasan di atas bahwa Al-Quran mendukung Alkitab, maka sudah selayaknya baik orang Islam maupun Kristen perlu memperhatikan Taurat dan Injil.

    MAB response :
    Sememangnya kami memperhatikan dan mengambil pengkajian dalam Torah dan Injeel tetapi Quran jelas mengatakan bahawa Torah Musa pbuh dan Injeel Yeshua pbuh (Jesus Christ pbuh) telah mengalami kerosakan oleh tangan-tangan manusia :

    “Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikatakannya: “Ini dari Allah” untuk memperoleh keuntungan sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan”
    [Al-Baqarah 2:79]

    “Tetapi karena mereka melanggar janjinya,Kami kutuki mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan dari tempat-tempatnya dan mereka sengaja melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya dan kamu sentiasa akan melihat kekhianatan mereka kecuali sedikit yang tidak berkhianat, maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”
    [Al-Maidah 5:13]

    “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya sedang mereka mengetahui.”
    [Al-Baqarah 2:75]

    “orang-orang Yahudi,mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: “Kami mendengar tetapi kami tidak mahu menurutinya.” Dan mereka mengatakan pula: “Dengarlah”, sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa.” Dan mereka mengatakan lagi : “Ra’ina” dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama.Sekiranya mereka mengatakan: “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat akan tetapi Allah mengutuk mereka karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis”
    [An-Nisa 4:46]

    “Wahai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera kekufurannya iaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”,padahal hati mereka belum beriman dan juga di antara orang-orang Yahudi itu amat suka mendengarkan berita bohong dan amat suka mendengarkan perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini kepadamu, maka terimalah dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah.”
    [Al-Maidah 5:41]

    bahkan dalam Bible anda juga menyatakan hal yang sama :
    “Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau.Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka.Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu.”
    [Deuteronomy 31:26-29]

    “Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.”
    [Jeremiah 8:8]

    “Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN, mereka telah merombak Taurat-Mu.”
    [Psalm 119:126]

    IsadanIslam berkata,
    Apakah inti Injil yang perlu kita percayai? “. . . Kristus [Isa Al-Masih] telah mati karena dosa-dosa kita . . . telah dikuburkan . . . telah dibangkitkan” (Injil, Rasul Besar Paulus di I Korintus 15:3-4)

    MAB response :
    01 – Sila berikan SATU DALIL dari semua versi Bible melalui lisan Jesus Christ pbuh sendiri ada mengatakan bahawa “aku datang untuk menebus dosa manusia”.
    Matthew 20:28??..Matthew 26:28??…Mark 10:45???…Mark 14:24???…John 1:29???…1 John 2:2???…Luke 24:47???…Silakan…

    02 – ayat 1 Corinthians 15:3-4 yang anda berikan diatas bertentangan dengan surat Paul yang lain iaitu dalam Hebrew 5:6-8 yang mana menerangkan bahawa Bapa mendengar doa Jesus dan menyelamatkan Jesus dari kematian. Mari kita baca ayat tersebut :

    “Sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.”
    [Hebrew 5:6-8]

    Jika anda katakan bahawa ayat tersebut dimaksudkan dengan kehidupan kembali dari kematian setelah penyaliban,sepatutnya ayat tersebut harus mengatakan “Dia telah mengalahkan kerajaan Maut..”. Dan juga jika ayat tersebut dimaksudkan kehidupan kembali dari kematian,maka akan timbul beberapa kemusykilan persoalan :
    – Siapakah yang menghidupkan Jesus,Bapa atau dirinya sendiri??
    – Jika dirinya sendiri yang menghidupkan dirinya sendiri,mengapa Hebrew 5:7 mengatakan Bapa yang sanggup menyelamatkan dirinya???
    – Jika Bapa yang menghidupkan dirinya sendiri,maka bagaimana Jesus yang dianggap tuhan boleh dihidupkan oleh suatu kuasa yang lain sedangkan Jesus dianggap 100% ilahiyyah beserta 100% manusiawi??

    Bahkan,dalam surat Hebrew 9:26 yang Paul sendiri mengatakan bahawa di akhir zaman Jesus Christ pbuh datang untuk menebus dosa melalui korbannya (penyaliban). Mari kita baca :
    “Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya pada akhir zaman untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.”
    [Hebrew 9:26]

    Timbul beberapa kemusykilan :
    – Bagaimana Paul boleh menyatakan Jesus datang sebagai korban untuk menebus dosa di akhir zaman sedangkan Jesus telah pun disalib???
    – Apakah Paul tidak tahu (ketika itu) bahawa 2019 tahun akan datang zaman masih beredar sedangkan dia (Paul) dibimbing dan mendapat ilham dari Ruh Kudus menurut Kristian??

    Jelas ayat-ayat dari surat Paul bercanggah sesama sendiri sekaligus membuktikan Jesus tidak disalibkan dan membuktikan Bible ditokok tambah oleh tangan-tangan manusia.

    RUMUSAN :
    – Torah Musa dan Injeel Yeshua telah dirosakkan oleh tangan-tangan ghaib manusia.
    – Quran sebagai batu pengukur membenarkan kitab terdahulu mana ayat yang masih asli dan mana yang telah rosak akibat di ubah oleh tangan-tangan manusia (Al-Maidah 5:47).
    – Bible moden kini mengalami kesalahan dalam setiap sesama terjemahan.
    – Bible moden kini sentiasa mengalami perubahan terjemahan semasa disebabkan ayat asli yang tidak konsisten akibat di ubah pada masa lalu.
    – Bible moden kini memiliki banyak perbezaan versi dari setiap Denominasi Kekristianian.
    – Quran hanya membenarkan Torah Musa dan Injeel Yeshua pada zaman nubuwwah mereka.

    KESIMPULAN
    Bible kini BUKANLAH Torah Musa pbuh,Zabuur Daud pbuh dan Injeel Jesus Christ pbuh yang dahulu. Majoriti ayat dalam Bible kini mengalami perubahan dan kerosakan ayat oleh tangan-tangan ghaib manusia. Quran hanya membenarkan Torah Musa,Zabuur Daud dan Injeel Jesus di era zaman nubuwwah mereka. Jadi Bible kini BUKANLAH kitab yang diwahyukan oleh tuhan.

    Benarlah apa yang Quran katakan…Azza Azza Wa Jalla berfirman :
    “Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian mereka berkata: “Ini dari Allah” dengan TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KEUNTUNGAN YANG SEDIKIT dengan perbuatan itu.Maka kecelakaan bagi mereka akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan.”
    [Al-Baqarah 2:79]

    Islam agama yang benar…pesan Jesus Christ pbuh :
    “Jikalau kamu tetap dalam sabdaku,kamu benar-benar adalah muridku.dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
    [John 8:31-32]
    – memerdekakan anda dari kekufuran…

    “Itulah sebabnya aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; kerana sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.”
    [Matthew 13:13]

    pesan Rasullullah Muhammad SAW :
    “Terimalah kebenaran itu walau ianya pahit..”
    [Hadith Sahih Bukhari dan Tirmizi]

    Allah Azza’Wa’Jalla berfirman :
    “Mereka pekak, bisu dan buta; dengan keadaan itu mereka tidak dapat kembali (kepada kebenaran).”
    [Al-Baqarah 2:18]

    “Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan.Sesungguhnya kebatilan itu sememangnya pasti lenyap.”
    [Al-Isra’ 17: 81]

  • Rebuttal to Sabda Harian – “Jesus Bukan Sekadar Nabi”

    Rebuttal to Sabda Harian – “Jesus Bukan Sekadar Nabi”

    Reading Time: 28 minutes

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Pada 24 May 2019,pengarang Sabda Harian telah membuat satu artikel yang bertajuk “Yesus: Bukan Sekadar Nabi”. Artikel tersebut boleh lihat disini :
    – http://sabdaharian.com/yesus-bukan-sekadar-nabi/

    Dalam kenyataan beliau buat dalam artikel tersebut,ada beberapa perkara yang harus saya luruskan atas tujuan dakwah. Disini saya akan berikan respon terhadap dakwaan beliau dalam artikelnya itu. Semoga bermanfaat~

    SH berkata,
    Sebagai seorang Kristian, pernahkah kawan kamu tanya, “Bukankah Yesus sekadar manusia dan nabi sahaja? Itulah yang agama saya ajarkan.” Ada pula yang menyatakan, “Yesus itu guru yang paling berakhlak tinggi di mana ajaran-Nya baik untuk manusia sejagat.”

    MAB response :
    Saya adalah salah seorang di antara mereka yang pernah bertanya soalan begitu kepada sahabat Kristian kami yang mana saya bertanya soalan begini,
    “Mengapa kamu bertuhankan seseorang yang tidak pernah istiharkan dirinya sebagai tuhan malah memerintahkan kepada kamu untuk menyembah tuhan yang satu?” tetapi sahabat kami memberikan jawapan di luar konteks soalan yang ditanyakan.

    Jika Jesus tidak istiharkan dirinya sebagai tuhan secara zahir jelas tetapi memberi maksud mendalam apa yang dia sampaikan untuk menyatakan bahawa dirinya tuhan dan pada masa yang sama dia tidak perintahkan untuk sembah tuhan yang di syurga,kemungkinan boleh jadi sama ada dia sendiri adalah tuhan (dalam bentuk manusia) ATAU Anti-Christ. Namun tidak demikian,Jesus Christ pbuh dengan jelas mememerintahkan sebanyak lapan (08) kali menyembah tuhan yang satu dan hanya satu tuhan iaitu Bapa sahaja (Allah) :
    – Mark 12:29
    – Mark 12:32
    – Matthew 4:10
    – Matthew 23:8-9
    – Luke 4:8
    – Luke 10:21
    – John 17:3
    – John 20:17

    SH berkata,
    Terdapat pula puak-puak yang lemparkan cabaran seperti ini, “Tunjukkan ayat di dalam Alkitab di mana Yesus berkata, ‘Aku adalah Tuhan, sembahlah aku.’” Saudara-saudari dalam Kristus yang dikasihi, jangan gentar. Jawablah mereka begini, “OK, saya akan tunjukkan ayat tersebut di dalam Alkitab selepas kamu menunjukkan ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahawa Yesus berkata, ‘Aku hanya seorang nabi, jangan sembah aku.’”

    MAB response :
    Ok bagus…..puak yang kamu maskudkan itu adalah muslim….tidak mengapa,02 maklumbalas untuk itu :
    01 – Response yang anda berikan untuk menyuruh saudara Kristian anda jawab seperti tersebut sebenarnya masih tidak dapat menegakkan kebenaran anda..kenapa???…kerana kenyataan tersebut dalam kategori Logical Fallacy “The Strawman”. Istilah “Strawman” dirujuk kepada seseorang yang menentang hujah atau pertanyaan lawannya dengan cara menerbalikkan hujah lawannya tersebut semata-mata untuk tegakkan sesuatu yang salah BUKAN menjawab soalan lawannya secara mutlak/jelas ATAU bertanyakan soalan kembali atas tujuan bagi si penanya soalan asal berfikir. Sebagai contoh :
    Si Abu kata : “2 tambah 2 sama dengan 4…”

    Si Ali kata : “salah…2 tambah 2 sama dengan 5…”

    Si Abu bertanya :
    “Sila tunjukkan kepada saya dimana bukti ilmiah mengatakan 2 tambah 2 jumlahnya bersamaan dengan 5?”

    Si Ali jawab :
    “Sila tunjukkan kepada saya dimana bukti ilmiah mengatakan 2 tambah 2 jumlahnya bersamaan dengan 4?”

    Dari contoh dialog di atas,jawapan si Ali adalah berbentuk salah satu kategori Logical Fallacy iaitu “Strawman”. Sepatutnya Si Ali harus response soalan si Abu dengan jawapan yang diminta mengikut kehendak soalan tidak kiralah sama ada si Ali ada jawapannya atau tidak ATAU si Ali bertanyakan kembali soalan yang berbentuk analogy atas tujuan bagi si Abu (sebagai penyoal asal) berfikir. Jika tidak ada jawapan,katakan sahaja tidak ada. Dan response si Ali yang berbaur Logical Fallacy (Strawman) harus diletakkan pada perbualan yang seterusnya.

    Jadi begitu juga dengan jawapan yang anda berikan di atas untuk menyuruh saudara-saudara Kristian anda menjawab soalan dari muslim. Ianya dari kategori Logical Fallacy (The Strawman) dan menjadi satu kesalahan dan kegagalan memberi maklumbalas terhadap si penanya soalan dalam perbualan.

    Jadi maklumbalas Kristian yang mengatakan,
    “saya akan tunjukkan ayat tersebut di dalam Alkitab selepas kamu menunjukkan ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahawa Yesus berkata, ‘Aku hanya seorang nabi, jangan sembah aku.” merupakan SATU KEGAGALAN yang dikategorikan sebagai LOGICAL FALLACY – “THE STRAWMAN”.

    02 – Tapi tidak mengapa…..saya akan jawab kembali soalan anda yang berbunyi,
    “saya akan tunjukkan ayat tersebut di dalam Alkitab selepas kamu menunjukkan ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahawa Yesus berkata, ‘Aku hanya seorang nabi, jangan sembah aku.’”.

    Jesus berulang kali (sebanyak 30 kali) memberitahu bahawa dirinya adalah Utusan Allah (Nabi) dalam :
    – Mark 6:4-6
    – Matthew 10:40
    – Matthew 13:57
    – Matthew 15:24-26
    – Matthew 21:11
    – Matthew 21:46
    – Matthew 23:10
    – Luke 4:18-24
    – Luke 4:43
    – Luke 7:16
    – Luke 7:39
    – Luke 9:48
    – Luke 10:16
    – Luke 24:19
    – John 4:34
    – John 4:44
    – John 5:30
    – John 6:14
    – John 6:38-39
    – John 7:33
    – John 7:40
    – John 8:29
    – John 9:4
    – John 11:42
    – John 12:49
    – John 17:3-9
    – Acts 2:22
    – Acts 3:13
    – Acts 3:26
    – Acts 4:27

    Namun dalam semua ayat tersebut,TIDAK KATA kenyataan Jesus mengatakan “jangan sembah aku” kerana jika Jesus telah katakan bahawa dirinya adalah Utusan Allah,apakah harus lagi disembah???…Analogynya begini….Anda lahir menjadi seorang manusia dan semua masyarakat tahu bahawa kamu adalah seorang manusia. Jika tidak ada kenyataan dari mulut anda mengatakan “aku adalah binatang”,apakah harus lagi anda mengatakan “aku bukan binatang”???..Jadi sama halnya dengan Jesus Christ pbuh…. Jesus telah maklumkan bahawa dia adalah Utusan Bapa (Tuhan) dan semua mendengar dan mengetahui bahawa dia adalah Utusan Tuhan (walau ramai Israel yang ingkar Nubuwwahnya disebabkan kedegilan mereka). Jika tidak ada kenyataan Jesus mengatakan “Akulah tuhan”,apakah harus lagi Jesus katakan “aku bukan tuhan”..???…

    Tidak ada di antara saya dengan anda mengatakan “aku adalah Nabi”,apakah harus lagi saya dan anda mengatakan “aku bukan Nabi”???. Manusia yang berakal sihat akan berfikir secara keseluruhan prospek baik aqli wa naqli dan akan tahu bahawa Jesus Christ bukan tuhan…

    SH berkata,
    Jelas nyata pertanyaan mereka bukan untuk menimba ilmu atau mengenali siapa itu Yesus, tetapi untuk menabur benih keraguan di dalam Alkitab. Sesiapa yang celik dengan hati yang terbuka akan memeriksa jikalau kehidupan dan kata-kata Yesus mencerminkan kata-kata dan perbuatan yang dikaitkan kepada Allah ataupun seorang manusia biasa sahaja.

    MAB response :
    Kerana kami bertanya semacam itu atas dasar tujuan untuk bagi pihak anda berfikir dan mengkaji secara ilmiah. Bukan kami ingin menabur benih keraguan imanmu terhadap Bible tetapi kami mahu anda semua berfikir dan ambil pengkajian atas selaras dengan dakwah. Jika benar anda semua adalah celik hati yang kahabrnya mendapat bimbingan Ruh Kudus,anda akan tahu hakikat Jesus Christ pbuh yang sebenar melalui pengkajian Bible. Setiap Nabi mencerminkan perbuatan dari ajaran Tuhan. Allah memerintahkan Utusan-Nya untuk mengajarkan nilai akhlak moral kepada umat,maka si Nabi itu harus praktikkan akhlak moral melalui Sunnah Nubuwwahnya agar menjadi tauladan ikutan. Apakah itu pun dianggap sebagai “mencerminkan keilahian tuhan”???

    SH berkata,
    Tidak kira pandangan mana yang kenalan saudara ambil, mereka tidak percaya bahawa Yesus itu Tuhan dan Allah dan hanya seorang nabi sahaja. Tetapi adakah Yesus lebih daripada sekadar seorang nabi? Marilah kita sama-sama memeriksa apa yang Alkitab menyatakan tentang Yesus.

    MAB response :
    Ok baik…mari kita sama-sama lihat dan memeriksa apa kata Bible tentang Jesus.

    SH berkata,
    Sesiapa yang mempunyai kepercayaan terhadap Allah tidak akan menafikan kebenaran bahawa Allah adalah pencipta segala-galannya. Kalau seorang biasa menyatakan bahawa dia yang mencipta alam semesta, tiada orang yang akan mempercayai dia kerana pernyataan itu salah kecuali diucap oleh Allah. Jika Yesus mengatakan sesuatu yang hanya boleh dikatakan dan dilakukan oleh Allah, kesimpulannya adalah Yesus mendakwa diri-Nya Allah.

    MAB response :
    Tidak ada seorang pun (kecuali Atheist) dari orang yang beriman kepada Tuhan akan menafikan kebenaran bahawa Allah adalah Al-Khaliq (Maha Pencipta). Saya amat bersetuju dengan kata-kata anda,
    “Kalau seorang biasa menyatakan bahawa dia yang mencipta alam semesta, tiada orang yang akan mempercayai dia kerana pernyataan itu salah kecuali diucap oleh Allah.”

    Namun jika ada Jesus Christ pbuh ada mengatakan bahawa dirinya adalah menciptakan segala-galanya secara MUHKAMAT SIRYANIYYAH dalam Bible anda,maka itu jelas bahawa dia adalah tuhan. Jika ada,sila tunjukkan….

    SH berkata,
    Oleh itu, pertanyaan yang lebih wajar adalah, “Di mana dan bagaimana Yesus mengaku diri-Nya sebagai Tuhan dan Allah?”

    “Akulah yang awal dan yang penghujung…”

    Di dalam Yesaya 44:6, Allah berfirman, “Akulah yang pertama dan yang terakhir…” manakala Wahyu 1:17-18, Yesus berkata, “Akulah yang pertama dan yang penghujung. Akulah Dia yang hidup! Aku sudah mati, tetapi lihatlah, Aku hidup selama-lamanya. Aku berkuasa atas kematian dan atas dunia orang mati”. “Yang pertama dan yang terakhir/penghujung” adalah salah satu gelaran Allah. Dengan demikian, Yesus secara bulat-bulat berkata bahawa Dia adalah Tuhan dan Allah.

    Sanggupkah seorang yang hanya sekadar nabi berani berkata-kata begitu seperti Yesus?

    MAB response :
    Very good….ayat “I am Alpha and Omega” dalam Bible di ambil sebagai bukti kononnya Jesus Christ adalah Tuhan. Disini saya akan berhujah secara ilmiah untuk membantu anda berfikir ambil pengkajian sekaligus meruntuhkan argument dari anda tersebut.

    Revelation 22:13 / Revelation 1:8 dan Revelation 21:6 telah diperbetulkan oleh 32 Sarjana Tertinggi Christian yang mana mereka menjelaskan bahawa ayat tersebut difirmankan oleh Bapa bahawa Dia adalah Alpha dan Omega BUKAN merujuk Jesus. Para Sarjana Tertinggi Kristian yang mengendalikan Revised Standard Version memperbaiki ayat tersebut dan menyatakan seperti berikut,
    “I am the Alpha and the Omega,” says the Lord God, who is and who was and who is to come, the Almighty.”

    A correction was also made in the New American Bible produced by Catholics. The translation of that verse has been amended to put it in its correct context as follows:
    “The Lord God says: I am the Alpha and the Omega, the one who is and who was, and who is to come, The Almighty.’”

    With these corrections, it becomes evident that this was a statement of God and not a statement of Prophet Jesus.”

    Para Sarjana Tertinggi Kristian menyatakan bahawa Jesus mengulangi apa yang difirmankan Bapa kepadanya lalu disampaikan kepada orang lain. Ini synonym dengan Muhammad SAW yang mana Muhammad SAW menerima wahyu Allah lalu mengulangi kembali wahyu tersebut menyampaikan kepada manusia. Untuk lebih terperinci,sila rujuk disini :
    – https://archive.org/stream/OxfordAnnotatedBibleRevisedStandardVersion-r.s.v.1952/TheOxfordAnnotatedBibleR.s.v.1952_djvu.txt
    – http://www.servantsnews.com/docs/kjverrors.htm?fbclid=IwAR0GAHW6hntQyritOedt4J1DcThtf18dr1KWHOLESR7oocitfRK4xb6EGR8

    Sebagai pendukung sokongan,exegess dari Christian Unitarian (John Moffats) telah menjelaskan ayat Revelation 1:17-18 disini,sila rujuk :
    – https://www.biblicalunitarian.com/verses/revelation-1-17

    Jadi jelas Jesus Christ mengatakan demikian merujuk kepada Bapa yang Maha Awal wa Akhir BUKAN mengatakan dirinya adalah Tuhan!

    SH berkata,
    Siapa yang dapat mengampuni dosa? Hanya Allah yang mampu mengampuni dosa kamu dan saya. Terdapat banyak jenis dosa di dalam hidup, tetapi salah satu dosa yang dilakukan oleh semua orang adalah pemberontakan melawan Allah. Meskipun kamu dan saya boleh saling memaafkan sesama sendiri, hanya Allah yang dapat menawarkan pengampunan dosa yang sebenar sepertimana Raja Daud menyatakan di dalam Mazmur 51:4, “Basuhlah aku daripada segala kejahatanku, dan bersihkanlah aku daripada dosaku.” Dengan demikian, adakah nabi biasa menuntut bahawa dia boleh mengampuni dosa orang lain?

    Kalau kalian membaca Markus 2:1-12, seorang yang lumpuh dibawa kepada Yesus oleh kawan-kawannya supaya Yesus boleh menyembuhkan kawan mereka. Apabila bertemu dengan orang lumpuh tersebut, Yesus berkata, “Anak-Ku, dosamu sudah diampunkan.” Guru-guru Taurat di situ terkejut dan berfikir, “Alangkah beraninya Dia mengkufuri Allah! Tidak seorang pun boleh mengampunkan dosa kecuali Allah!”

    Yesus menunjukkan keilahian-Nya dengan berkata, “Mengapa kamu berfikir demikian? Manakah yang lebih mudah: mengatakan, ‘Dosamu sudah diampunkan’ atau ‘Bangunlah, angkat tikarmu, dan berjalan?’ Tetapi kepada kamu Aku akan membuktikan bahawa di atas bumi ini Anak Manusia berkuasa mengampunkan dosa.”

    Lalu Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Bangunlah! Angkat tikarmu, dan pulanglah!” Di hadapan mereka semua, orang lumpuh itu bangkit, mengangkat tikarnya, dan segera keluar. Semua orang di situ tercengang-cengang lalu memuji Allah. Mereka berkata, “Belum pernah kami lihat perkara seperti ini!”

    Jelas nyata pada zaman Yesus, orang pun bersefahaman dengan kita yang berada di dalam abad ke-21 bahawa hanya Allah yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa. Itulah sebab Yesus yang merujuk kepada diri sendiri sebagai “Anak Manusia” mengetahui fikiran guru-guru Taurat dan berkata kepada mereka bahawa “…Anak Manusia berkuasa mengampunkan dosa.” Selebih daripada itu, Yesus juga menyembuhkan orang lumpuh tersebut dengan sepenuhnya.

    Sanggupkah seorang yang hanya sekadar nabi berani berkata-kata begitu seperti Yesus?

    MAB response :
    01 – Syntesis Priciple Mark 2:8-12 dinyatakan dalam Mark 2:10,Matthew 6:9-15,Act 3:13 dan Act 2:22 yang mana Jesus dimuliakan oleh Allah dan diutuskan oleh Allah sebagai Nabi dengan Fadhil Nubuwwah untuk mengampuni dosa orang lain. Jadi Fadhil Nubuwwah Jesus yang Allah berikan kepada baginda (Jesus Christ pbuh) membuktikan baginda adalah Nabi BUKAN sebagai Tuhan.

    02 – Allah memberi mandat memaafkan orang lain (Fadhil Nubuwwah) dalam surah Al-A’raaf 7 ayat 199 dan Al-Hijr 15:85 kepada Nabi Muhammad SAW bahkan semasa Fathul Makkah,baginda memaafkan orang kafir yang pernah menzalimi muslim. Dan ini sama seperti dalam Mark 2:8-12. Saya ingin bertanya,apakah maksudnya Muhammad SAW adalah tuhan???. Bahkan sebanyak dua puluh tiga (23) hadith menceritakan bahawa Nabi Muhammad SAW menyembuhkan salah satunya dalam Hadith Sahih An-Nasa’i,Tirmidzi,Al-Hakim dan Al-Baihaqi yang mana Muhammad SAW menyembuh orang buta jadi celik….apakah Muhammad SAW adalah tuhan???

    03 – Jika ada kuasa mengampuni seseorang itu di anggap sebagai Tuhan,maka anak murid Jesus (Hawariyun) juga anda harus anggap Tuhan kerana Jesus sendiri katakan bahawa mereka yang mengampuni dosa orang lain,maka dosa orang itu akan di ampuni (John 20:22-23). Saya bacakan ayatnya disini :

    “Dan sesudah berkata demikian,dia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. JIKALAU KAMU MENGAMPUNI DOSA ORANG,DOSANYA DIAMPUNI dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada”.”
    [John 20:22-23]
    – Saya ingin bertanya kepada pengarang Sabda Harian. Dari ayat di atas,apakah anak murid Jesus adalah tuhan???

    04 – Dalam Psalm 51:4,adalah normal apabila Nabi memohon keampunan kepada Tuhan sama seperti mana Jesus Christ memohon keampunan kepada Tuhan (Matthew 6:9-12) dan ini menjadi salah satu ajaran Jesus kepada anak muridnya.

    05 – Berkenaan dengan sangkaan ahli Taurat dalam hatinya yang menuduh Jesus menghujat Allah bahawa hanya Allah yang mengampuni dosa (Mark 2:7),ianya adalah atas dasar kejahilannya tentang hakikat Nubuwwah Jesus Christ pbuh. Sebab itu Jesus Christ pbuh menanyakan soalan mengapa mereka berfikir seperti itu (Mark 2:8) atas tujuan menunjukkan mereka sebenarnya tidak tahu tentang keberadaan Jesus selaku Nabi yang diberikan Fadhil Nubuwwah. Maka Jesus memberitahu jawapannya di ayat seterusnya bahawa dia boleh mengampuni dosa atas dasar Fadhil Nubuwwah (Mark 2:10). Jika ini pun dianggap tuhan,maka paderi-paderi dan gembala-gembala anda juga harus anda anggap mereka adalah tuhan kerana mereka boleh istiharkan dosa anda telah di ampuni. setuju?

    Jika Kristian mengatakan,
    “pendeta kami diberikan mandat oleh tuhan untuk mengampuni dosa kami”
    – maka sama halnya dengan Muhammad SAW dan Jesus Christ pbuh yang mana mereka adalah Nabi yang diberikan Fadhil Nubuwwah untuk mengampuni dosa umatnya.

    Jadi,kuasa untuk mengampuni dosa orang lain tidak menunjukkan seseorang itu adalah tuhan. Fadhil Nubuwwah yang Tuhan berikan kepada Jesus menunjukkan Jesus Christ pbuh adalah Nabi BUKAN Tuhan.

    SH berkata,
    “Aku akan menghakimi…”

    Di dalam kitab Yoel 3:12, Allah berfirman, “Bangsa-bangsa mesti bersiap dan datang ke Lembah Penghakiman. Di sana Aku, TUHAN akan duduk dan menghakimi, semua bangsa di sekitar.” Menurut Raja Daud di dalam Mazmur 9:7-9, “Tetapi TUHAN memerintah selama-lamanya; Dia mendirikan takhta-Nya untuk menghakimi dunia. Dia memerintah dunia dengan adil, dan menghakimi rakyat dengan saksama.” Sungguh jelas Allah adalah hakim yang paling adil dan saksama.

    Yesus berkata, “Apabila Anak Manusia datang sebagai Raja dengan semua malaikat Allah, Dia akan duduk di atas takhta-Nya yang mulia. Umat manusia di bumi ini akan dikumpulkan di hadapan-Nya. Kemudian Dia akan memisahkan mereka menjadi dua kumpulan, seperti gembala memisahkan domba daripada kambing” (Matius 25:31-32). Kalau dibaca selanjutnya, Yesus menerangkan bahawa Dia akan menerima segolongan orang sahaja ke syurga dan yang lain akan dimasukkan ke neraka. Bukankah ini kata-kata Allah sahaja dan bukan sebarang manusia?

    Sanggupkah seorang yang hanya sekadar nabi berani berkata-kata begitu seperti Yesus?

    MAB response :
    01 – Jesus terang jelas memberitahu bahawa apa yang dia hakimi adalah ketentuan dari perintah Bapa :
    “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar.”
    [John 5:30-31]

    Jelas bahawa apa yang dia sampaikan melalui penghakiman adalah atas dasar dari Bapa yang mengutuskannya BUKAN dari kehendak dari dirinya sendiri. Jika Jesus adalah tuhan,apakah perlu lagi dia dengar dari entiti lain sedangkan Kristian beriman Jesus dan Bapa adalah sama (Equal) dengan hujah “100% ilahiyyah”??? Jika Jesus adalah tuhan dan dirinya adalah Logos yang menjelma jadi manusia,firman dari siapa lagi yang dia harus dengar untuk turuti???

    02 – Matthew 25:31-34 membicarakan mengenai Syafaat Al-Uzdma yang diberikan oleh setiap Nabi kepada umatnya. Ini juga sama dengan Muhammad SAW dalam Hadith Sahih Muslim No.384 / Sahih Muslim No.151 / Sahih Muslim No.2278 dan Ahmad 38/42 No.22950 yang mana bahawa baginda (Muhammad SAW) diberikan Syafaat Al-Udzma untuk umatnya agar baginda dapat Wasilah Maqam Al-Mahmud,memberikan syafaat kepada umatnya yang berdosa agar diselamatkan dari azab Neraka dan diringankan dosa sewaktu Hisab di Al-Mizan serta memisahkan antara kalangan orang beriman dengan orang yang kafir terhadap ajarannya di waktu Hari Pengadilan kelak. Jadi apakah Muhammad SAW adalah tuhan apabila baginda diberikan perkara yang sama seperti Jesus Christ pbuh???.

    Sabda Rasullullah Muhammad SAW :
    – “Saya diberi pilihan antara syafaat dan separuh umatku akan dimasukkan ke dalam syurga. Maka saya memilih syafaat kerana syafaat itu lebih umum dan lebih banyak. Apakah kamu sekalian melihat bahawa syafaat itu untuk orang-orang mukmin yang bertaqwa?. Tidak! akan tetapi syafaat itu untuk orang-orang yang berdosa,penuh kesalahan dan banyak kotoran.”
    [Hadith Sahih Bukhari,Muslim,Ahmad dan Ibnu Majah]

    – “Ada satu kaum akan keluar dari neraka disebabkan syafaat Muhammad,lalu mereka dimasukkan ke dalam syurga.”
    [Hadith Sahih Bukhari,Muslim dan Abu Dawud]

    – Jabir R.A berkata :
    “Apakah kamu pernah mendengar tentang kedudukan Nabi Muhammad SAW?. Sesungguhnya kedudukan Nabi Muhammad SAW yang terpuji akan mengeluarkan siapa saja yang akan dikeluarkan dari neraka disebabkan syafaat Muhammad SAW.”
    [Atsar Syu’abul Iman Al-Baihaqi Bab 1 Halaman 494]

    Bahkan dalam Bible Kristian sendiri mengatakan bahawa setiap para Nabi meminta di doakan syafaat keselamatan dan pujian walau mereka dijamin masuk syurga (Psalm 117:25 dan Psalm 118:25). Apakah mereka semua (para Nabi) adalah tuhan???

    Jadi jelas menghakimi umatnya di atas pemberian syafaat Al-Udzma BUKAN menjadikan Jesus Christ pbuh adalah tuhan kerana para Nabi termasuk Muhammad SAW juga diberikan hal yang sama.

    SH berkata,
    “Akulah kebenaran…”

    Di dalam Mazmur 31:5, Raja Daud merujuk kepada TUHAN sebagai “…Allah yang setia (kebenaran).” Pernahkah seorang nabi berani menggelarkan diri sebagai “Kebenaran”? Setakat pengetahuan saya, semua nabi hanya menunjukkan arah terhadap “Kebenaran”, tetapi tidak berani mendakwa dirinya sebagai “Kebenaran.”

    Namun demikian, Yesus sendiri berkata, “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku” (Yohanes 14:6). Yesus seringkali mengguna nama yang biasanya dikhaskan untuk Allah sahaja.

    Mansur al-Hallaj (858-913 AD), seorang ahli Sufi dihukum mati kerana dia berkata “Akulah kebenaran” berkali-kali. Sebab dia dihukum mati? Dia dianggap sebagai munafik kerana bidaahnya yang menyeleweng.

    Sanggupkah seorang yang hanya sekadar nabi berani berkata-kata begitu seperti Yesus?

    MAB response :
    01 – Dalam Proverb 8:32-36 dinyatakan dari Solomon sendiri bahawa hendaklah ikuti jalan kebenaran darinya dan sesiapa yang tidak ikutinya adalah satu kerugian di atas kebencian terhadapnya dan mencintai maut. Apakah Solomon adalah tuhan???

    02 – Muhammad SAW juga berkata hal yang sama :
    Dari Abu Hurairah R.A,Rasullullah SAW bersabda : “Barangsiapa inginkan keredhaan dari Allah dan balasan ganjaran syurga yang kekal,maka ikutilah aku.”
    [Hadith Muttafaqun ‘Alaih Bukhari dan Muslim]
    – Apakah Muhammad SAW adalah tuhan??

    03 – Allah berfirman kepada Joshua :
    “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.”
    [Zakharia 3:7]
    – Joshua juga diberikan mandat untuk mengatur rumah Tuhan seperti mana dalam John 14:3,apakah Joshua adalah tuhan??

    04 – Mansur Al-Hajjaj BUKAN Nabi. Saya bersetuju bahawa apa yang dia lakukan di atas kesalahannya melakukan perkara bida’ah kerana apa yang telah disampaikan kepada Nabi,maka itulah yang harus di ikuti. Muhammad SAW sendiri berkata bahawa setiap perkara yang bidaah dan bukan berasal dari ajaran baginda (Muhammad SAW),maka ianya adalah sesat dan tertolak serta setiap yang bidaah itu akan dimasukkan ke dalam Neraka (Hadith Sahih Bukhari No.2697 / Bukhari No.5063 / Bukhari No.6576 / Bukhari No.7049-7050 / Muslim No.1718 / Muslim No.867 / / Muslim No.1847 / An-Nasai No.1578 / Tirmidzi No.2676 / Tirmidzi No.2677 dan Ahmad No.3659 serta Ibnu Majah No.2860).

    Jadi apabila Nabi Muhammad SAW dengan tegas menjelaskan semua ini,apakah Muhammad SAW bukan orang yang dalam kebenaran dan apakah maksudnya Muhammad SAW adalah tuhan???

    05 – Sebenarnya apa yang Jesus Christ pbuh sampaikan dalam John 14:6 (Konteks dari ayat 1 hingga ayat 7) menernagkan suruhan ikuti segala ajarannya yang mana jika ikuti ajarannya,maka akan mendapat keredhaan dari Bapa dan dimasukkan ke dalam syurga. Tidak dikatakan disitu pun bahawa Jesus adalah tuhan. Dan ini Jesus tegaskan dalam John 7:16-17,Matthew 10:40,Luke 10:16,John 5:24,John 12:44,John 3:18,Matthew 19:16-21,Mark 10:17-21 dan Luke 18:18-22 yang menerangkan bahawa beriman kepadanya dengan ikuti segala apa yang dia ajarkan. Itulah jalan yang Jesus sampaikan agar di ikuti. Maka jika ingin masuk syurga,maka turutilah segala perintah Tuhan yang Jesus sampaikan.

    Kebiasaan kristian fahami ayat itu tidak secara konteks dari ayat sebelumnya dimana Thomas bertanya kepada Jesus Christ ke mana dia pergi dan kemudian baginda menjelaskan bahawa percayalah kepada Allah dan percayalah kepada dirinya yang mana jika kita beriman kepadanya maka akan dapat kehidupan yang kekal (ganjaran syurga). Ini menunjukkan bahawa Jesus memberi maksud dalam kiasan gaya bhasa siryaniyyah yang mana baginda ingin menyatakan tidak ada sesiapa yang dapat ganjaran syurga dan redha dari ilahi jika tidak ikuti apa yang baginda ajar sampaikan.

    Jesus Christ pbuh bila berkata mengenai aqidah,baginda akan mengolah penuh kiasan Siryaniyyah. Namun dalam ajaran syariat hukum,Jesus cakap secara jelas tetapi perlu fahami penyampaian cara gaya bahasa pertuturan Ibunda Israel…itu pendukung Nubuwwah Jesus – “aku adalah jalan kebenaran dan kehidupan…..” yang merupakan ajakan untuk ikuti segala ajaran baginda yang mana jika kita ikuti Utusan Allah,maka akan diredhai oleh Allah seperti mana ayat seterusnya dikatakan oleh Jesus (John 14:6).

    Setiap Nabi bila di utus suatu kaum di suatu zaman,Si Nabi itu adalah ikutan yang wajib di ikuti. Si Utusan Tuhan itulah Raja,Guru,Tuan,Junjungan,Khalifah dan Contoh yang mesti dirujuk ikuti….maka sebab itu Jesus kata,
    “aku adalah jalan kebenaran dan kehidupan…”

    Apa yang Jesus ajar???….
    *05 Rukun Agama
    John 17:3-21 / Mathew 26:30-36 / Mark 1:25-35 / Mathew 9:1-14 / Luke 2:1-37 / Matthew 6:1-5 dan Act 10:1-2

    *06 Rukun Iman
    Mark 12:28-30 / Revelations 7: 11 / Exodus 23:20 / Luke 1:11-13 / Mathew 12:33 dan Matthew 13: 41-43 serta Mark 5:28-29

    *Dua rujukan kepada Muslim Israel (Islam dizaman syariat Jesus)
    Original Gospel : Injeel Yeshua
    – Mark 8: 30-35

    *Follow the Prophet’s teachings : Sunnah of Yeshua
    – John 14:1-15 / Mathew 5:17-47,13:57,21:10-11 & 21:40-45 dan Luke 7:16 dan 24:19

    Jesus Christ pbuh sendiri adalah muslim salah satunya ialah Luke 6:40 dalam ayat asli. “Islam / משלם” ada disebut dalam Luke 23:46,Psalm 37:21,Proverbs 22:27,Job 41:3 dan Isaiah 60:20 dalam ayat asli. Injeel diturunkan dalam bahasa asli ARAMAIC SYRIAC / ARAMAIC GALILEE (SURYANI) BUKAN KOINE GREEK…..Bahasa Suryani adalah bahasa yang ringkas,penuh berkias dan padat…Maka,bahasa ini sesuai untuk ajaran KASIH SAYANG dari syariat KHABAR GEMBIRA yang dibawa oleh Jesus Christ untuk “melonggarkan” Taurat agar domba-domba Israel kembali ke ajaran Tuhan. Sebab itu ayat seterusnya Jesus cakap lagi dalam John 14:6,
    “Tidak sampai kepada Bapa jika tidak melalui aku…”. Kalau orang-orang Israel ikut apa yang Jesus ajarkan,maknanya orang-orang Israel pasti akan diredhai oleh Allah. Kalau tidak ikut tapi mengaku pengikutnya,bagaimana ingin dapatkan kehidupan yang kekal????.

    Maka jelas bahawa pengakuan Jesus bahawa dirinya adalah kebenaran atas asbab bahawa dia adalah Nabi BUKAN Tuhan.

    SH berkata,
    “Akulah kebangkitan dan hidup…”

    Kitab 1 Samuel 2:6 menyatakan, “TUHAN mematikan manusia, Dia juga menghidupkan mereka. Dia menghantar manusia ke dunia orang mati, dan Dia juga membawa mereka kembali.”

    Allah sahaja yang membangkitkan orang mati pada hari kebangkitan. Walaupun Alkitab mengandungi peristiwa-peristiwa para nabi dan rasul yang membangkitkan orang mati, tetapi pernahkah mereka menggelar diri sebagai sumber hidup? Tidak! Ini kerana mereka tahu bahawa mereka sekadar saluran kuasa Allah sahaja.

    Kenyataan Yesus bercanggah dengan dakwaan-dakwaan nabi lain, kerana Dia berkata, “Percayalah: Akan tiba masanya, malah sudah tiba, apabila orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan orang yang mendengarkan apa yang dikatakan-Nya akan hidup. Sebagaimana Bapa sendiri sumber hidup, Dia menjadikan Anak-Nya sumber hidup juga. Dia sudah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi, kerana Anak itu Anak Manusia. Janganlah kamu hairan mendengar hal ini, kerana akan tiba mananya apabila semua orang mati akan mendengar suara-Nya, lalu keluar dari kubur. Orang yang berbuat baik akan bangkit dan hidup, tetapi orang yang berbuat jahat akan bangkit dan dihukum” (Yohanes 5:25-29).

    Jelas nyata Yesus menggelarkan Diri sebagai Anak Allah di sini. Sesiapa yang menafikan bahawa Yesus itu bukan Anak Allah juga menuduh Allah sebagai pembohong, kerana Allah sendiri berkata “Inilah Anak-Ku yang Aku kasihi. Dia menyenangkan hati-Ku” (Matius 3:17).

    Tambahan pula, Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25). Kalau Yesus hanya sekadar seorang nabi, bukankah Dia mengkufuri Allah?

    Sanggupkah seorang yang hanya sekadar nabi berani berkata-kata begitu seperti Yesus?

    MAB response :
    Okay bagus…mari kita baca konteks ayat bermula John 5:19 :
    “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”
    [John 5:19]

    dari sini jelas bahawa Jesus tidak dapat melaksanakan sesuatu melalui kehendak dirinya sendiri. Jika dia adalah tuhan,maka pasti dia tidak akan mengatakan demikian kerana tuhan tidak akan terikat dengan mana-mana syarat atau siatusi atau dari perintah entiti lain. Dan ayat itu juga menjelaskan bahawa apa yang di ajarkan oleh Bapa,maka itu jugalah diajarkan oleh Nabi. Tuhan mengajar “Jangan mencuri”,maka Nabi akan sampaikan ajaran dan laksanakan larangan jangan mencuri.

    ayat seterusnya,
    “Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.”
    [John 5:20]

    Pastinya Tuhan mengasihi para Utusan-Nya dan Dia ajarkan segala sesuatu syariat ajaran agama kepada para Utusan-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia sehinggakan sesuatu yang tidak boleh diterima oleh aqli manusia,tetap diperintahkan oleh Tuhan kepada Utusan-Nya untuk diajarkan kepada manusia.

    ayat seterusnya lagi,
    “Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.”
    [John 5:21]

    Seperti para Nabi yang lain….Jesus apabila menyampaikan dakwah aqeedah,baginda akan menyampaikan secara Lisan Mutasyabihah Siryaniyyah. Ayat itu bukan merujuk menghidup dan mematikan manusia tetapi ayat itu merujuk hidayah yang mana Allah berikan hidayah kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya. Sesiapa yang mendapat hidayah,maka dia adalah orang yang bertaqwa (hidup) dan sesiapa yang ingkar,maka dia adalah orang yang kafir (mati). Sama halnya dengan Utusan Allah yang mana Jesus menyampaikan peringatan dakwah dan ajaran tuhan kepada sesiapa yang ikutinya. Sesispa yang ikuti ajaran baginda (Jesus Christ pbuh),maka mereka adalah orang yang dikehendaki oleh Jesus Christ pbuh.

    Jika ayat tersebut merujuk “menghidupkan dan mematikan manusia” secara zahir (memberi dan mengambil nyawa manusia),maka apa kaitan dengan menghormati Bapa dan Anak dalam ayat seterusnya (John 5:23)???..sebab itu harus baca konteks agar faham mesej sebenar Jesus Christ pbuh.

    Kita baca lagi ayat seterusnya,
    “Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,”
    [John 5:22]
    – ayat ini merujuk kepada amanah Nubuwwah Jesus Christ pbuh untuk mengendalikan penyampaian syariat ajaran agama dari tuhan mana ajaran Mahmudah dan mana ajaran Mazmumah.

    kita teruskan pembacaan ayat seterusnya,
    “supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.”
    [John 5:23]

    Nah! dari ayat sebelumnya menyampaikan maksud dari ayat 19-22,semua itu merujuk suruhan ikutan segala syariat ajaran agama dari Tuhan yang diberikan tugas kepada Nabi. Apa yang Tuhan laksanakan,maka Utusan Tuhan juga akan melaksanakan sesuai apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Jadi di ayat ke22,amanah syariat ajaran agama yang disampaikan kepada para Nabi untuk manusia mana yang baik dan mana yang buruk disampaikan kepada manusia agar sesiapa yang beriman,mereka akan ikuti Utusan Tuhan itu yang aman secara tidak langsung sama seperti ikuti Tuhan. Apabila kita ikuti segala ajaran Utusan Tuhan yang disampaikan dari Tuhan,makanya itu memberi maksud “kita menghormati Anak dan Bapa”.

    kita baca lagi ayat seterusnya,
    “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
    [John 5:24]

    Disini semakin jelas…sesiapa yang mengikuti segala ajaran Jesus Christ pbuh dan beriman kepada Tuhan yang telah mengutuskan Jesus Christ pbuh,maka mereka akan beroleh ganjaran Syurga (kehidupan yang kekal) dan tidak akan diazab siksa Neraka. Mereka yang asalnya ingkar lalu beriman,mereka adalah orang yang beruntung.

    tidak berhenti disitu…kita baca ayat seterusnya lagi,
    “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.”
    [John 5:25]

    Sudah faham mesej konteks ayat sebelumnya??….Jadi dalam ayat ke25 ini,Jesus tegaskan lagi telah tiba masanya bahawa orang-orang yang ingkar atau jahil (di istilahkan sebagai “orang mati”) apabila mendengar dakwah dari Utusan Allah lalu menerimanya,maka mereka adalah orang-orang yang bertaqwa (di istilahkan sebagai “orang hidup”).

    kita baca lagi ayat seterusnya,
    “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.”
    [John 5:26]
    – Sama seperti Tuhan yang memiliki Kebenaran-Nya sendiri,maka demikian juga sama seperti Utusan-Nya yang memiliki kebenarannya sendiri. Apa yang disampaikan dari Tuhan sudah pasti benar. Lalu disampaikan kepada Utusan-Nya,suda pasti benar. Dan disampaikan lagi kepada orang-orang yang jahil lalu menerima ajaran tersebut,maka sudah pastinya menjadi golongan orang yang bertaqwa. Bukankah dari semua konteks ayat tersebut saling berhubung atas penjelsan maksud sebenar iaitu penyampaian suruhan ikutan segala syariat ajaran agama dari Tuhan yang diberikan tugas kepada Nabi.???

    Tidak terhenti disitu…kita teruskan baca ayat seterusnya,
    “Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”
    [John 5;27]
    – Sekali lagi Jesus peringatkan bahawa Dia (Tuhan) telah memberikan amanah Nubuwwah kepada Jesus Christ pbuh untuk melaksanakan syariat ajaran agama dari tuhan. Baginda mengajarkan mana yang baik disampaikan dan diamalkan,mana yang buruk dilarang untuk lakukan. Dan itu merujuk simbol “menghakimi” kerana Tuhan dan Para Utusan-Nya menyampaikan mana yang baik dan mana yang buruk. Ketentuan yang telah ditetapkan dalam ajaran Jesus Christ pbuh.

    Kita baca lagi ayat seterusnya,
    “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya. Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”
    [John 5:28-29]
    – Jesus memberitahu bahawa tidak perlu risau akan hal itu kerana apabila tiba masanya orang yang telah hanyut dalam kekufuran pasti akan dipanggil oleh Tuhan untuk di adili. Di ayat seterusnya (John 5:29) memberitahu hal yang sama bahawa orang yang telah menerima kebenaran (orang yang bertaqwa di istilahkan sebagai orang yang telah bangkit hidup) mendapat ganjaran syurga (kehidupan yang kekal) dan orang yang kafir akan dihukum azab siksa neraka.

    Dan apa yang dihakimi oleh Tuhan (orang yang beriman mendapat ganjaran syurga dan orang yang kafir dihukum siksa Neraka) adalah atas Haq-Nya selaku Tuhan sekalian alam BUKAN melalui ketetapan hak dari Utusan-Nya (Jesus Christ pbuh). Sebab itu mengapa Jesus Christ pbuh mengatakan dalam ayat seterusnya,
    “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar”
    [John 5:30-31]

    Sudah faham???…Apabila difahami dengan kaedah tersebut,semuanya nampak terhubung bukan???..begitulah cara memahami penyampaian Jesus Christ dalam ayat Bible secara kontekstualiti BUKAN sekadar ambil tiga (03) rangkap ayat lalu difahami menurut telunjuk gereja. Memahami Bible harus dengan tiga (03) kaedah Hermeutical Biblical iaitu Contextualiti Analysis,Syntesis Principle dan Israelites Interpretation Formula. Jika saya memahami ayat-ayat tersebut dengan mengikut seperti pemahaman anda dan Kristian,maka akan bercanggah dengan ayat-ayat Bible yang lain.

    Selaras dengan apa yang Jesus katakan dalam John 11:25 bahawa Jesus Christ adalah “Kebangkitan dan Hidup” kerana baginda adalah Nabi. Seperti penjelasan di atas,sesiapa yang beriman dan ikuti kepadanya,maka mereka adalah orang-orang yang benar bertaqwa sehingga mereka telah wafat.

    Tidak ada yang mengatakan bahawa Jesus BUKAN Anak Allah yang selaras dengan Matthew 3:17,muslim juga beriman bahawa Jesus Christ pbuh adalah Anak Allah tetapi konsep “Anak Allah” yang difahami bukan seperti Kristian faham. Dalam gaya bahasa Siryaniyyah,”Anak Allah” merujuk persamaan sebagai “Hamba Allah” dalam gaya bahasa Semitic Arabic (Firdaws Al-Arab) dan gaya bahasa Arabic Hijaziyyah. Dalam Oxford Dictionary of the Jewish Religion menjelaskan bahawa gelaran “Anak Allah” adalah Metaphor. Ini kerana bukan Jesus sahaja yang dikatakan Anak Allah tetapi :
    – Efraim adalah Anak Allah (Jeremiah 31:9)
    – Israel juga Anak Allah (Exodus 4:22 dan Hosea 1:10)
    – Malaikat juga Anak2 Allah (Job 1:6-7)
    – Solomon juga Anak Allah (2 Samuel 8:13-14)
    – dan Daud juga Anak Allah (Psalm 89:26-27)

    Jika benar Jesus adalah Anak Allah,maka berapa banyak Anak Allah???. Jika “Anak Allah” adalah merujuk Allah sendiri,maka berapa ramai menjadi Tuhan??

    Jika anda katakan Jesus Christ pbuh adalah unik,maka Daud juga adalah unik sebab dia adalah “Anak yang diperanakkan sendiri oleh Allah” (Psalm 2:7). Apakah Daudadlaah tuhan???

    Jadi jelas bahawa dari penjelasan konteks,ayat itu tidak menunjukkan Jesus adalah Tuhan tetapi jelas sebagai Utusan Tuhan yang menceritakan suruhan ikutan segala syariat ajaran agama dari Tuhan yang diberikan tugas kepada Nabi.

    SH berkata,
    “Adakah Allah berkongsi kemuliaan-Nya?”

    Kita membaca dalam Kitab Yesaya 42:8 bahawa TUHAN “…tidak akan memberi kemuliaan-Ku [Nya] kepada sesiapa, atau pujian-Ku [Nya] kepada mana-mana berhala..”. Pernahkah nabi-nabi yang lain berkata bahawa mereka akan dimuliakan bersama-sama Allah? Itulah yang Yesus mendakwa. Lebih-lebih lagi, Dia berkata bahawa Dia memiliki kemuliaan bersama Allah sebelum dunia dijadikan.

    Yesus berdoa, “Ya Bapa, muliakanlah Aku sekarang dengan kemuliaan yang Aku miliki bersama-sama-Mu sebelum dunia ini dijadikan.”

    Sanggupkah seorang yang hanya sekadar nabi berani berkata-kata begitu seperti Yesus?

    MAB response :
    01 – Dalam Isaiah 42:8 menerangkan bahawa “Allah tidak akan memberikan Kemuliaan-Nya atau Pujian-Nya kepada sesiapa” merujuk Haq Ketetapan-Nya selaras Sifadh Iradah-Nya. Dia berikan kemuliaan-Nya sesiapa yang Dia kehendaki seperti mana Dia memberikan kemuliaan dan kepujian keberkatan kepada :
    – Lot (2 Peter 2:6-9)
    – Daud (Acts 13:22)
    – Yaakub (Genesis 32:28,Exodus 6:2,Matthew 8:11 dan Luke 13:28)
    – Solomon (I Chronicles 22:9-10)

    Jadi,apakah mereka semua ini adalah tuhan kerana diberikan kemuliaan dan kepujian dari Allah???….

    Dan Jesus memohon kemuliaan dari tuhan seperti mana Tuhan memuliakan para Nabi ketika mereka masih dalam kewujudan penciptaan (John 8:58,Jeremiah 1:4-5,Proverb 8:23-27,Job 38:4-21 dan Hadith Sahih dan Muslim). Jika Jesus Christ pbuh adalah tuhan,apakah harus lagi dia memohon kepada Bapa untuk meminta dimuliakan sedangkan dirinya adalah tuhan yang telah sedia mulia???

    Jadi hujah anda tidak menunjukkan bahawa Jesus Christ pbuh adalah tuhan tetapi jelas menunjukkan bahawa dia adalahUtusan Tuhan.

    SH berkata,
    Bukti-Bukti Lanjut

    Di dalam Markus 2:28, Yesus berkata, “Oleh itu, Anak Manusia juga berkuasa atas hari Sabat.”

    MAB simple response :
    Konteks petikan Mark 2:28 / Matthew 12:8 dan Luke 6:5 tersebut menunjukkan bahawa Jesus membenarkan murid-muridnya untuk mengambil beberapa buah jagung makan sebab mereka lapar. Orang-orang Yahudi terkejut hal tersebut dan Jesus memberikan kepada mereka contoh bagaimana Daud membenarkan para sahabatnya makan roti suci walaupun ia tidak dibenarkan. Jadi disitu maksud ayat “Anak Manusia adalah tuan kepada Hari Sabbath”. Ini suda berkenaan usul fiqh dalam Hukum Torah. Jika mahu kata Jesus adalah tuhan kerana kononnya dia adalah “Lord of Sabbath”,maka anda harus juga katakan bahawa Daud juga adalah tuhan sebab Daud juga adalah “Lord of Sabbath” (Levitus 24:6-9,Leviticus 22:11 dan 1 Samuel 21:4). Setuju??

    SH berkata,
    Matius 22:41-45 adalah peristiwa di mana Yesus gelarkan Diri sebagai Tuhan Raja Daud.

    MAB simple response :
    Jangan kelentong……..mari kita baca ayat kata penafian Jesus sendiri,
    “Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:”Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.”. Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian,bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”
    [Matthew 22:41-45]

    ayat itu jelas adalah pengakuan Jesus sebagai penafian bahawa bagaimana dia adalah Tuan (Kyrios) kepada Daud jika dia adalah keturunannya (Daud)???

    Dan lagi satu,nubuat Daud dalam Psalm 110:1 menyebut ” נְאֻ֤ם יְהוָ֨ה ׀ לַֽאדֹנִ֗י” (Adonay nə-’um la-ḏō-nî) yang membawa maksud “Tuhanku berkata kepada tuanku”. Disitu menunjukkan dua perbezaan antara dua entiti yang mana “Adonay” merujuk kepada Bapa (Tuhan Israel) dan “Adoni” merujuk kepada seseorang yang BKAN Tuhan kerana kata gelaran “Adoni” merujuk kepada entiti selain Tuhan. Ini kerana hanya gelaran “Adonay” merujuk khusus kepada Tuhan sendiri. Jika ayat ini dirujuk kepada Jesus,maka jelas ayat ini menunjukkan bahawa Jesus BUKAN Tuhan kerana Jesus disebut sebagai ‘Adoni”.

    SH berkata,
    Yesus berkata kepada orang ramai bahawa Dia telah bertemu dengan Abraham dalam Yohanes 8:39-58.

    MAB simple response,
    Solomon juga berkata hal yang sama :
    “Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana…”
    [Proverb 8:23-27]
    – Saya ingin bertanya…dari ayat ini,apakah Solomon juga tuhan???

    SH berkata,
    Yesus mengajar orang ramai bahawa Dia lebih penting daripada Bait Allah (Matius 12:6).

    MAB simple response :
    Bukan Jesus sahaja bahkan Imam-imam juga dilebihkan dalam Bait Allah..sila baca ayat sebelumnya (Matthew 12:4-5) :
    “bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?. Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?. Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.”
    [Matthew 12:4-6]
    – Jadi apakah imam-imam adalah tuhan???

    SH berkata,
    Yesus mengumumkan bahawa Dia mempunyai hubungan yang unik dengan Allah Bapa (Matius 11:27).

    MAB simple response :
    Mohon baca konteks ayat dari Matthew bab 11 ayat 25 hingga 30,seperti yang saya terangkan dalam John 5:19-30 di atas,ayat itu merjuk penyerahan tugas amanah Nubuwwah untuk menyampaikan syariat ajaran agama dari Tuhan. Hanya tuhan sahaja yang mengetahui kebenaran Utusan-Nya dan Utusan Tuhan sahaja yang mengetahui hakikat kebenaran Tuhan. Jika ini tidak disampaikan kepada manusia,siapakah lagi yang mengetahui kebenaran selain Tuhan dan Utusan Tuhan???

    SH berkata,
    Yesus berkata, “…apabila dua atau tiga orang berkumpul kerana Aku, Aku pun di situ bersama-sama mereka” (Matius 18:20). Hanya Allah yang Maha Wujud. Yesus berani menyatakan bahawa Dia juga Maha Wujud kerana sememangnya Dia Allah.

    MAB simple response :
    Sila baca konteks Matthew bab 18 ayat 3 hingga 20,disitu menerangkan tentang permohonan keampunan kepada Tuhan,pertunjukan akhlak moral yang baik,keimanan dalam pelaksanaan ibadah mengikut ajaran Nabi,ketakwaan mengikuti segalaajaran Nabi,Hukum Had (Halacha Law),usul Fiqh dan permohonan doa beserta kepujian junjungan Nubuwwah Jesus Christ pbuh. Ini sama dengan ajaran-ajaran Muhammad SAW seperti di atas termasuk Hukum Had (dalam Islam dipangil Sharia Law) dan apabila kami memohon doa,kami sertakan kepujian junjungan agung Muhammad SAW.

    Jika ayat ini di anggap Jesus sebagai Tuhan,mengapa Jesus mengatakan
    “Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di syurga”???

    Mengapa dia mengatakan bahawa permintaan dari doa mereka dikabulkan oleh Bapa??Apakah Jesus Christ tidak mampu mengabulkan doa sedangkan dia adalah tuhan (seperti dakwaan Kristian)???

    Jadi ayat itu bukan menunjukkan Jesus adalah tuhan tetapi menerangkan ajaran-ajaran yang disampaikan dari lisan Jesus Christ pbuh yang menunjukkan bahawa dirinya adalah Utusan Allah yang bertugas menyampaikan segala syariat ajaran agama dari Allah.

    SH berkata,
    Matius 28:18-20 menyatakan bahawa Yesus berjanji dengan orang yang percaya kepada-Nya bahawa “…segala kuasa di syurga dan di bumi…” telah diberkan kepada-Nya. Dia akan menyertai pengikut-Nya sehingga akhir zaman.

    MAB simple response :
    Maafkan saya,ayat Matthew bab 28 ayat dari 16 hingga 20 adalah REKAAN AYAT. Bukan saya yang berkata….bukan dari muslim scholars….tetapi dari Christian Scholars sendiri. Saya berikan kenyataan mereka :

    Hugh J. Schonfield
    “This Matthew 28:15 would appear to be the end of the Gospel of Matthew. What follows Matthew 28:16-20 from the nature of what is said, would then be a latter addition”
    [The Original New Testament page 124]

    Robert Funk
    “The great commission in Matthew 28:16-20 have been created by the individual evangelist.Reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probably had no idea of launching a world mission and certainly was not the institusion builder.Is not reflect direct instruction from Jesus.”
    [The Five Gospels Robert Funk]

    Disini saya berikan sumber lebih terperinci mengenai rekaan ayat Matthew 28:16-20 :
    – http://www.everlastingkingdom.info/article/127/constantine-wrote-matthew-2819-into-your-bible.html
    – http://www.usislam.org/deleted/constantine_wrote_matthew_2819.htm
    – https://anointingpower.wordpress.com/2016/02/23/constantine-wrote-matthew-2819-into-your-bible/

    Jelas ayat itu adalah REKAAN AYAT dan tidak menjadikan bukti Jesus adalah tuhan.

    SH berkata,
    Yohanes 16:15 menyatakan bahawa semua milik Allah Bapa adalah milik Yesus juga. Yesus mengajar orang supaya menghormati Dia sebagaimana Allah patut dihormati dalam Yohanes 5:23. Salah satu cara kita menghormati Allah adalah menyembah-Nya. Ini menunjukkan bahawa Yesus menuntut penyembahan. Seorang nabi pun tidak berani menuntut penyembahan seperti yang Yesus lakukan kerana ia adalah satu dosa yang besar di mata Allah.

    MAB simple response :
    Maksud ayat dalam John 16:15 adalah merujuk syariat ajaran agama. Apa yang datang dari Allah,maka itulah yang disampaikan dari Utusan-Nya dan syariat ajaran agama itu dipindahkan kepada Nubuwwah seterusnya iaitu Muhammad SAW (Context John 16:1-15 merujuk penerangan Nubuwwah Muhammad SAW). Sebab itu mengapa Jesus berkata,
    “Dia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari padaku.”

    Melalui siapa???….melalui Muhammad SAW. Dan kedatangan Muhammad SAW menerangkan hakikat sebenar siapakah Jesus Christ pbuh (disebabkan di zaman Jesus,ada golongan menganggapnya sebagai Messiah Palsu dan ada golongan menganggapnya sebagai tuhan) dan memuliakan Jesus Christ sebagai Nabi dan Al-Masih.

    Isu nubuat Muhammad SAW dalam John 16:1-15 adalah isu lain. Sebab itu mengapa saya tidak terangkan secara konteks ayat tersebut disini kerana ianya berkaitan. Saya akan terangkan Nubuat Muhammad SAW dalam John 16:1-15 di artikel yang lain.

    SH berkata,
    Tidak hairan melihat bahawa Yesus sendiri disembah dan tidak pernah menolak penyembahan. Tidak lama selepas Yesus lahir, sekumpulan gembala “…sujud menyembah Anak itu…” (Matius 2:11). Sewaktu Yesus melayan, pengikut-Nya “…sujud menyembah Yesus…” (Matius 14:33). Selepas Yesus menyembuh seorang buta, orang tersebut sujud di hadapan-Nya (Yohanes 9:38). Selepas kebangkitan Yesus, murid-murid-Nya “…menyembah Dia…” (Matius 28:17).

    MAB simple response :
    Berkenaan Jesus Christ pbuh menerima “sembahan” dalam Matthew 2:11 and Matthew 8:2 / Matthew 9:18 / Matthew 14:33 / Matthew 15:25 dan Matthew 28:9 serta John 9:35-38,dalam semua ayat tersebut,disitu memakai perkataan “Sagad” (kata dari Aramaic Syriac yang synonym dengan “προσκυνῆσαι” dari istilah Koine Greek) yang merujuk “penghormatan secara bersujud” dan perkataan “Sagad” serta amalan ini juga dipakai dalam I Samuel 25:23 sewaktu Abigail berlutut sembah di hadapan Daud. Apakah Daud adalah tuhan??

    Jadi harus tahu bahawa itu adalah budaya bangsa Israelites yang biasa melakukan tindakan penghormatan secara bersujud untuk memuliakan seseorang.

    TAMBAHAN
    SH telah mengepilkan satu video yang sama seperti dalam artikelnya yang bertajuk ““Adakah Jesus Tuhan?” dan video dalam artikelnya itu telah saya jawab disini :
    – https://muslim-apologetic-borneo.com/rebuttal-to-sabda-harian-adakah-jesus-tuhan/

    Jadi jelas Jesus Christ BUKAN Tuhan tetapi Utusan Tuhan!

    SH berkata,
    Bandingkan dengan peristiwa yang lain dalam Alkitab, apabila Wahyu 22:9 menunjukkan waktu Yohanes hendak menyembah malaikat, malaikat tersebut berkata, “Janganlah sembah aku…Sembahlah Allah!” Di dalam Kisah Para Rasul 14, orang ramai hendak mempersembahkan korban kepada Paulus dan Barnabas kerana mengingati bahawa mereka berdua adalah dewa. Paulus dan Barnabas berseru, “Mengapa kamu melakukan hal ini? Kami pun manusia seperti kamu semua!”

    MAB response :
    01 – Malaikat tidak terikat dengan adat Israelites yang biasa menyujud penghormatan kepada orang yang mereka muliakan. Maka sebab itu malaikat tidak inginkan sedemikian rupa kerana malaikat tidak mencampuri budaya suatu bangsa manusia (Revelation 22:8-9).

    02 – Paul dan Barnabas menolaknya kerana mereka berikan penghormatan secara bersujud (Sagad) disertakan dengan korban bakaran berdasarkan sangkaan mereka bahawa Paul dan Barnabas adalah Dewa Zeus (Barnabas) dan Dewa Hermes (Paul) dalam Acts 14:11-15. Jadi tidak hairan mengapa mereka berdua (Barnabas dan Paul) menolak penghormatan mereka disebabkan ada unsur syirik.

    Saya berikan penerangan dari Bible scholar (George M.Lamsa) :
    George M. Lamsa explained,
    “The Aramaic word sagad, worship, also means to bend or to kneel down. Easterners in greeting each other generally bowed the head or bent down. …‘He worshipped him’ does not imply that he worshipped Jesus as one worshipped God. Such an act would have been regarded as sacrilegious and a breach of the First Commandment in the eyes of the Jews, and the man might have been stoned. But he knelt before him in token of homage and gratitude.”
    [Gospel Light (1936) page 353 and Quoted in Jesus, page 21 and page 52]

    Jadi ini tidak membuktikan bahawa Jesus Christ pbuh adalah tuhan hanya semata dia menerima penghormatan dari pengikutnya. Jika ini dianggap tuhan,maka Daud juga harus anda anggap sebagai tuhan kerana Daud juga menerima penghormatan secara bersujud dari Abigail. Setuju?

    SH berkata,
    Yesus tidak pernah menolak penyembahan daripada manusia kerana Dia adalah Tuhan dan Allah. Dia mendakwa Diri sebagai yang awal dan yang penghujung, pengampun dosa, hakim yang terakhir, kebenaran, kebangkitan dan hidup. Dia juga menyatakan bahawa Dia mempunyai kemuliaan bersama-sama Allah sebelum dunia wujud, bahawa Dia adalah Tuhan hari Sabat, Dia adalah Tuhan Raja Daud, bahawa Dia lebih penting daripada Bait Allah, bahawa Dia telah bertemu dengan Abraham, Dia Maha Wujud, Dia mampu menjawab doa, Dia mempunyai hubungan yang unik dengan Allah Bapa, Dia memiliki semua kuasa di bumi dan di syurga, Dia akan menyertai pengikut-Nya untuk selama-lamanya, dan Dia menuntut supaya dihormati dan disembah seperti Allah.

    MAB simple response :
    Semua hujah anda tersebut telah saya runtuhkan secara mutlak. Ini menunjukkan bahawa anda tidak memahami kitab anda sendiri dan hanya mengutip beberapa ayat dengan pemahaman cetek tanpa memahami secara kaedah hermenutical Biblical.

    SH berkata,
    Nabi-nabi yang lain masih berada di dalam kubur masing-masing dengan mayat yang telah lama mereput. Mereka tidak Maha Wujud, mereka tidak mempunyai sebarang kuasa membangkitkan orang mati ataupun diri sendiri, mereka tidak boleh mendengar dan mengabulkan doa, mereka tidak mampu mengampuni dosa, mereka tidak mampu bersama-sama pengikut merentas masa, dan mereka tidak mampu menyatakan bahawa mereka adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Ini kerana mereka hanya sekadar manusia fana yang berdosa!

    MAB response :
    01 – Enoch pbuh (Idris Alaihissalam) juga sehingga kini belum mati bahkan di angkat ke syurga (Genesis 5:23-24) dan Elia pbuh (Ilyas Alaihissalam) juga sehinga kini belum mati yang mana dia juga di angkat ke syugra (2 Kings 2:9-11). Jadi,apakah Enoch pbuh dan Elia pbuh adalah tuhan kerana mereka telah merentas masa sehingga kini yang belum wafat???

    02 – Ada sembilan (09) orang yang mampu menghidupkan orang mati yang mana lima (05) orang diceritakan dalam Bible mampu menghidupkan orang mati :
    – Elia (Ilyas)
    – Elijah (Ilyasa)
    – Yehezkiel (Zulkifli)
    – Petrus Ketua Hawariyyin Jesus
    – Jesus Christ (Eesa Al-Masih)

    manakala tiga (03) orang dalam Quran
    – Ibrahim (Avraham)
    – Musa (Moses)
    – Pemuda tidak dikenali

    serta Muhammad SAW menghidupkan orang mati dalam Hadith Ahad (Al-Bayhaqi No.13/32).

    Jadi jelas ini tidak membuktikan Jesus Christ pbuh ialah tuhan.

    03 – Solomon pbuh (Proverb 8:23-27),Jeremiah pbuh (Jeremiah 1:4-5),Muhammad SAW (Hadith Sahih Bukhari dan Muslim) dan Ayub pbuh (Job 38:4-21) juga mengatakan bahawa mereka telah wujud awal,apakah mereka adalah tuhan???

    04 – Sejak bila Jesus Christ pbuh mengabulkan doa manusia?? Jesus Christ sendiri katakan bahawa hanya Bapa yang mengabulkan doa manusia (Matthew 18:19). Bahkan Muhammad SAW kelihatan lebih hebat dari Jesus Christ kerana Allah mengabulkan doa para sahabahnya melalui Wasilah Muhammad (Hadith Sahih Bukhari No.932 / Bukhari No.933 / Bukhari No.1010 dan Bukhari No.1013 / Abu Dawud No.523 / Abu Dawud No.1174 / At-Tirmidzi No. 3614 serta An-Nasa’i No.2/25).

    05 – Muhammad SAW,Solomon dan Joshua juga dikatakan pembawa jalan kebenaran,apakah mereka adalah tuhan??

    Jelas dengan penerangan semua ini menunjukkan bahawa Jesus Christ pbuh BUKAN Tuhan tetapi adalah Utusan Tuhan (Nabi).

    SH berkata,
    Jadi, di manakah Alkitab menyatakan bahawa Yesus berkata, “Aku adalah Tuhan, sembahlah aku”?

    MAB simple response :
    Saya yang patut mengatakan soalan tersebut kerana soalan itulah yang sehingga kini bahkan sehingga Kiamat pun,TIDAK ADA seorang dari Kristian mampu menjawabnya dan membuktikan Jesus adalah Tuhan dalam Bible.

    Saya berikan tempoh sehingga Kiamat kepada anda dan seluruh Kristian untuk buktikan apakah ada kenyataan dalil dari semua versi Bible Jesus ada mengatakan “Akulah Tuhan” dan “Sembahlah aku”.

    SH berkata,
    Yesus telah membuktikan Diri sebagai Tuhan dan Allah melalui kata-kata, perbuatan, kematian, kebangkitan, dan kehidupan-Nya. Kubur-Nya masih kosong kerana Dia sekarang bertakhta bersama-sama Allah Bapa dan Roh Kudus di syurga. Segala puji dan sembah kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kita!

    MAB response :
    Sebenarnya semua keterangan di atas telah saya hujahkan dalam artikel saya disini secara terperinci : (related article)
    – https://muslim-apologetic-borneo.com/eesa-al-masih-alaihissalam-ibni-maryam-bukan-tuhan-dalam-bible/

    Dari keterangan saya semua di atas menjawab semua hujah anda,jelas menunjukkan bahawa semua naqli dalam Bible melibatkan Jesus adalah membuktikan bahawa Jesus Christ pbuh adalah Utusan Tuhan (Nabi). Semua yang anda terangkan dan buktikan telah saya runtuhkan dengan hujah ilmiah secara mutlak. Jelas menunjukkan bahawa TIDAK ADA kenyataan jelas mahupun metaphor ada membuktikan bahawa Jesus Christ pbuh adalah Tuhan.

    Saya berikan Sepuluh (10) ayat Bible ini sebagai PENUTUP dan SOKONGAN bukti Jesus Christ adalah Nabi BUKAN Tuhan :

    “…SEORANG NABI BESAR telah muncul di tengah-tengah kita…”
    [Luke 7:16]

    “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah SEORANG NABI, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.”
    [Luke 24:19]

    “Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah BENAR-BENAR NABI yang akan datang ke dalam dunia.”
    [John 6:14]

    Dan orang banyak itu menyahut: “INILAH NABI Yesus dari Nazaret di Galilea.”
    [Matthew 21:11]

    “Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, kerana orang banyak itu menganggap Dia NABI.”
    [Matthew 21:46]

    Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “SEORANG NABI dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.”
    [Matthew 13:57]

    Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: “Dia ini BENAR-BENAR NABI yang akan datang.”
    [John 7:40]

    “Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan HAMBA-Nya, yaitu Yesus….”
    [Acts 3:13]

    “Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan HAMBA-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.”
    [Acts 3:26]

    “Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HAMBA-Mu yang kudus, yang Engkau urapi.”
    [Acts 4:27]

    KESIMPULAN
    Jesus Christ pbuh BUKAN Tuhan tetapi baginda adalah UTUSAN TUHAN!

    pesan Jesus Christ pbuh kepada anda :
    “Jikalau kamu tetap dalam sabdaku,kamu benar-benar adalah muridku.dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
    [John 8:31-32]
    – memerdekakan anda dari kekufuran…

    pesan Rasullullah Muhammad SAW kepada anda :
    “Terimalah kebenaran itu walau ianya pahit..”
    [Hadith Sahih Bukhari dan Tirmizi]

    “Dan katakanlah: yang benar telah datang dan yang batil pasti akan lenyap, sungguh yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”.
    [Al-Israa’ 17:81]

    Tiada Tuhan selain Allah,Jesus dan Muhammad adalah Utusan Allah serta Jibrail Sayyid Malak Al-Qhuwwaan adlaah Ruhul Quddus.

  • Rebuttal to Sabda Harian – “Benarkah Jesus Mati Disalib?”

    Rebuttal to Sabda Harian – “Benarkah Jesus Mati Disalib?”

    Reading Time: 21 minutes

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Pada 22 April 2019,pengarang Sabda Harian telah membuat satu artikel bertajuk “Benarkah Jesus Mati Disalib?”. Sila rujuk disini :
    – http://sabdaharian.com/benarkah-yesus-mati-disalib/

    Dalam artikel tersebut,pengarang Sabda Harian telah memaparkan satu video untuk menjawab mengenai penyaliban Jesus Christ. Saudara kita (Pengarang Sabda Harian) bersungguh-sungguh untuk buktikan bahawa Jesus Christ pbuh benar-benar disalibkan. Setelah diteliti segala hujah dalam video yang dipaparkan dalam artikel Sabda Harian,hampir segala hujahnya telah dijawab disini :
    – https://muslim-apologetic-borneo.com/rebuttal-to-sabda-harian-dan-david-woods-ajaran-palsu-zakir-naik-tentang-penyaliban-yesus/
    – https://muslim-apologetic-borneo.com/rebuttal-to-sabda-harian-7-bukti-jesus-disalibkan/

    Tapi tidak mengapa,ada beberapa point yang saya rasa tertarik dan ingin saya luruskan. Disini kita akan runtuhkan segala hujah dalam artikel itu satu persatu. Lets Check it out~

    NO.01 – PENYALIBAN TERJADI DI HADAPAN RAMAI ORANG.
    Dalam Bible anda,hanya Peter sahaja yang menyaksikan kejadian Jesus ditangkap sehingga penyaliban yang mana selebihnya (anak-anak murid Jesus) melarikan diri dalam Matthew 26:56 (sila baca Context dari ayat 34 hingga 75). Ini dikuatkan lagi dalam ayat 65 hingga 75 yang mana hanya Peter berada disitu sehingga tergenapnya penyangkalan terhadap Jesus sebanyak tiga kali (3x) sebelum ayam berkokok (Tidak termasuk Judas Iskariot yang telah memasuki Taman Getsamani setelah mengkhianati Jesus Christ). Dan ini dikuatkan lagi oleh kata-kata Bible Scholar – F.F Bruce yang menyatakan seperti berikut :
    “The docetic note in this narrative appears in the statement that Jesus, while being crucified, ‘remained silent, as though he felt no pain’, and in the account of his death. It carefully avoids saying that he died, preferring to say that he ‘was taken up’, as though he – or at least his soul or spiritual self – was ‘assumed’ direct from the cross to the presence of God. Then the cry of dereliction is reproduced in a form which suggests that, at that moment, his divine power left the bodily shell in which it had taken up temporary residence.”
    [Jesus and Christian Origins Outside the New Testament page 93]
    untuk lebih terperinci kenyataan tersebut,sila rujuk disini :
    – http://www.earlychristianwritings.com/gospelpeter.html

    Memandangkan Kristian mengatakan ramai orang yang melihat saksi penyaliban tersebut termasuk penulis Bible,maka saya kemusykilan disini…mohon dua (02) soalan saya ini dijawab :
    – Pada waktu jam bila Jesus Christ pbuh disalibkan?
    (A) Mark 15:25 mengatakan jam 9 pagi (tiga (03) jam dari jam 6)
    (B) John 19:14-16 mengatakan jam 12 tengah hari (enam (06) jam dari jam 6)

    mana satu waktu penyaliban yang sebenarnya dilakukan???

    – Apa kata-kata terakhir Jesus Christ sebelum wafat ditiang salib?
    (A) Mark 15:37 dan Matthew 27:50
    “Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.”
    (B) Luke 23:46
    “Ya Bapa,ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku.”
    (C) John 19:30
    “Sudah selesai.”

    Jadi mana satu kata-kata terakhir Jesus yang sebenar??

    BUKTI NO.1 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.02 – CORNELIUS TACITUS
    Cornelius Tacitus yang khabarnya menyalin tentang penyaliban Jesus Christ pbuh dalam kitab ‘The Annals’. Untuk pengetahuan pengarang Sabda Harian dan semua sahabat Kristian,gelaran “Procurator” TIDAK WUJUD di masa zaman Pontius Pilate. Gelaran “Procurator” dan “Prefect of Judea” telah direka kemudian. Disini saya berikan kenyataan dari Bible scholar – Robert E.Van Voorst mengenai kenyataan Cornelius Tacitus tentang Jesus :

    Robert E.Van Voorst
    Tacitus, the Roman historian, in 120 AD wrote a passage in his Annals (Book 15:44) mentioning :
    “a class of men, loathed for their vices, whom the crowd styled Christians”, after one Christus who had been executed “in the reign of Tiberius, by sentence of the procurator Pontius Pilatus…”
    If Tacitus wrote this, he is here simply repeating what Christians had told him and had not consulted the archives. He calls Pilate a procurator but Pilate was not a procurator, a later office held by governors, but a prefect. He calls the leader Christus as if it were a proper name. This honorific title could not have appeared in the archives.Some suggestion had been made that there could have existed the report of Jesus execution, perhaps penned by Pilate himself, filed in the Roman archives; and that this is where Tacitus derived his information from. Two considerations make this suggestion dubious. Firstly, the Roman archives, if it did contained any references to the execution of Jesus would have used his proper name, Yeshua or Iesus, but definitely not Christ. Secondly, the title Tacitus gave to Pontius Pilate – procurator – is an anachronism. We know from an inscription discovered in Judea, a dedication of a building by Pilate to Tiberius, that his title was perfect not procurator. In fact, the title of Roman provincial governors was only changed to procurator from the time of Claudius in AD41. Pilate was governor of Judea from AD26 to 37; thus at no time during that tenure could he had held the title ascribed to him by Tacitus. At any rate the archives, as Tacitus himself said, were not available to private individuals, himself included. All the above considerations show that Tacitus was merely echoing popular opinion about Jesus and had no independent source of information. Thus, as a separate historical evidence for Jesus, the passage in the Annals has no value.

    The Church father Eusebius fails to mention the Tacitus passage :
    “In any event, the Tacitean passage next states that these fire-setting agitators were followers of “Christus” (Christos), who, in the reign of Tiberius, “was put to death as a criminal by the procurator Pontius Pilate.” The passage also recounts that the Christians, who constituted a “vast multitude at Rome,” were then sought after and executed in ghastly manners, including by crucifixion. However, the date that a “vast multitude” of Christians was discovered and executed would be around 64 CE, and it is evident that there was no “vast multitude” of Christians at Rome by this time, as there were not even a multitude of them in Judea. Oddly, this brief mention of Christians is all there is in the voluminous works of Tacitus regarding this extraordinary movement, which allegedly possessed such power as to be able to burn Rome. Also, the Neronian persecution of Christians is unrecorded by any other historian of the day and supposedly took place at the very time when Paul was purportedly freely preaching at Rome (Acts 28:30-31), facts that cast strong doubt on whether or not it actually happened. Drews concludes that the Neronian persecution is likely “nothing but the product of a Christian’s imagination in the fifth century.” Eusebius, in discussing this persecution, does not avail himself of the Tacitean passage, which he surely would have done had it existed at the time. Eusebius’s discussion is very short, indicating he was lacking source material; the passage in Tacitus would have provided him a very valuable resource.”

    The Church fathers found no evidence for Jesus’ crucifixion in the works of Tacitus :
    “Even conservative writers such as James Still have problems with the authenticity of the Tacitus passage: For one, Tacitus was an imperial writer, and no imperial document would ever refer to Jesus as “Christ.” Also, Pilate was not a “procurator” but a prefect, which Tacitus would have known. Nevertheless, not willing to throw out the entire passage, some researchers have concluded that Tacitus “was merely repeating a story told to him by contemporary Christians.”

    Based on these and other facts, several scholars have argued that, even if the Annals themselves were genuine, the passage regarding Jesus was spurious. One of these authorities was Rev. Taylor, who suspected the passage to be a forgery because it too is not quoted by any of the Christian fathers, including Tertullian, who read and quoted Tacitus extensively. Nor did Clement of Alexandria notice this passage in any of Tacitus’s works, even though one of this Church father’s main missions was to scour the works of Pagan writers in order to find validity for Christianity. As noted, the Church historian Eusebius, who likely forged the Testimonium Flavianum, does not relate this Tacitus passage in his abundant writings. Indeed, no mention is made of this passage in any known text prior to the 15th century.
    [Robert E. Van Voorst – Jesus Outside the New Testament: An Introduction to the Ancient Evidence (Grand Rapids: W.M.B. Eerdmans 2000) page 39-53.]
    – https://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0802843689/peterkirby

    Untuk lebih terperinci,sila rujuk disini :
    – http://www.earlychristianwritings.com/tacitus.html
    – https://infidels.org/library/modern/jeff_lowder/jury/chap5.html#tacitus

    BUKTI NO.2 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.3 – FLAVIUS JOSEPHEUS

    Flavius Josepheus dilahirkan pada 37 Masihi dalam keluarga Judah yang kaya dan ditunjuk sebagai Governor di wilayah yang sekarang dikenal dengan nama Galilea pada awal Revolusi 66. Dia memimpin perang melawan Roma dan ditangkap oleh Flavius Vespasian. Untuk menyelamatkan hidupnya,dia berbelok untuk bekerja bagi kepentingan Roma dan menjadi mastermind mereka untuk merancang perang yang sedang berlangsung. Hal ini membantunya untuk mendapatkan kewarganegaraan Roma dan dengan ini dia tetap menjadi salah satu sejarawan yang paling penting di masa itu. Dengan jumlah yang begitu pesat,orang-orang Orthodoks Judah yang menceritakan peristiwa masa Kejadian hingga ke waktu perang antara Romawi dan Judaism (66 M) hanya menemui paragraph kecil yang mengatakan,
    “Sekarang Jesus telah muncul,manusia yang bijaksana. Jika memang dibenarkan untuk memanggilnya manusia,kerana dia adalah seorang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mulia,guru bagi banyak orang sebagaimana ia menerima kebenaran dengan senang hati.Dia memikat banyak orang,baik orang-orang Judah atau orang-orang Gentiles.Dia adalah Juruselamat.Dan ketika Pilatus,sesuai usulan dari tetua di antara kami,mengutuknya ke salib. Maka orang-orang yang mencintainya sejak awal tidak meninggalkannya sebab dia akan muncul kepada mereka dalam keadaan hidup kembali pada hari yang ketiga,sebagaimana yang diramalkan oleh para utusan.Dan umat Kristian,yang nama mereka diambil dari namanya tidak punah pada hari itu.”

    Namun telah dipastikan para ilmuwan bersepakat bahawa suatu fakta bahawa ini hanyalah SEBUAH TAMBAHAN YANG DIPUTAR BELIT yang kemudian disisipkan kerana ia tidak terdapat pada naskah terkuno buku ‘The Antiquities of Jews ‘ karya Aourgeen di awal abad ketiga,di mana dia yakin bahawa Joseph menolak untuk percaya kepada Jesus. Diketahui dengan jelas bahawa dia sangat setia kepada Judaism dan ini terlihat jelas dalam autobiography dalam buku yang ditulis Apion. Jadi untuk makluman pengarang Sabda Harian dan semua Kristian,karangan Flavius Josepheus sebenarnya telah dipalsukan. Disini saya berikan enam (06) tokoh yang memberi kenyataan tentang karangan Flavius Josepheus :

    Imam Gelieh yang juga pustakawan Santo Genfeif dan penerjemah karya-karyanya (1756) telah mengatakan,
    “percanggahan tersebut sangat jelas.Saya harus mengakui bahwa tulisan-tulisan tersebut diubah sehingga sebahagiannya bercanggah dengan sebahagian yang lain.”

    Roger Peytrignet mengatakan bahawa,
    “umat Kristian lebih dahulu mendapati karya-karyanya setelah ia bergabung dengan Roma dan mereka memutar belit sesuai dengan kemahuan mereka.”
    [Jesus-Myth or Historical person, hlm. 29]

    Alfariq dan Koushou dalam bukunya menegaskan,
    “Kemustahilan bahawa Flavius Josepheus menulis paragraph kecil (yang saya sebutkan di atas) kerana jika dia berkata demikian, maka dia pasti telah menjadi orang Kristian tetapi diketahui bahawa dia adalah Judah Farisi dan itu sudah jelas. Ada kecurigaan dari para penulis bahawa tambahan-tambahan ini secara sengaja disisipkan dan rangkap ayat tersebut tidak selaras dengan seluruh konteks yang berbicara tentang penderitaan-penderitaan yang dialami masyarakat selama pemerintahan Pelatus. Jika rangkap ayat ini dihapus,maka aliran pembicaraan akan menjadi serasi.”
    [“The problem of Jesus and the origin of Christianity”]

    Andre Vautier dalam bukunya mengatakan bahawa,
    “Josephus menulis jumlah terjemahan tentang perang orang-orang Judah dalam terjemahan bahasa Aramaic Syriac.Tanggal terjemahan Koine Greek kembali ke 79 Masihi dan tidak mempunyai rujukan dalam bahagian pertama dan juga dari bahagian No.300 – No.700.Konteks mengalir dengan begitu lancar dan harmoni.Sedangkan bahagian yang kedua yang berkaitan dan menceritakan peristiwa yang bertepatan dengan masa di mana Jesus hidup ditulis dengan ungkapan-ungkapan yang sangat buruk.Bahkan isinya tidak konsisten dan tidak harmonis.Ini merupakan bukti yang pasti bahawa bahagian pertama telah tercemar di ubah oleh tulisan-tulisan orang Kristian.”
    [“The Myth of Jesus”]

    Andre Vautier berkata lagi,
    “kita seharusnya tahu bahawa para imam pada waktu itu adalah orang yang boleh membaca dan menulis dan bahawa bahagian-bahagian yang berbicara tentang Jesus dan John Si Pembaptis itu telah di ubah dari salinan yang dibuat dari bahasa Koine Greek.”

    Jadi,Andre Vautier menyatakan secara jelas bahawa buku “The war of the Jews” dan bahagian ke-18 dalam buku “Ancient Antiquities of the Jews” yang mencatat peristiwa abad pertama Masihi termasuk bukti yang tidak diragukan lagi dan jelas mengenai perubahan,sisipan dan mengenai halaman yang disisipkan dan yang dihapuskan. Pada bab ketiga dalam bukunya,Andre Vautier mengatakan bahawa kata penghantar buku “The Jews wars was against the Romans” mengandungi out-line Article Book. Sekarang jika kita mengkajinya,ianya mengalami penyimpangan secara ketara dari pemerintahan Augustus hingga tahun 12 pemerintahan Neiron yang mana ada masa enam puluh tahun hilang dan itu adalah jangka masa aktiviti Jesus dan John The Baptist.

    Sarjana yang jujur pasti akan mencaci gereja yang sejak awalnya itu didasarkan oleh Kristian pada kebijaksanaan sabotaj,rekaan,pemalsuan dan pemutarbelit. Sebab itu mengapa Loegy Katxhyoly mengatakan seperti berikut :
    ” Gereja telah mengubah banyak rangkap ayat dalam karya-karya Josephus dan mewujudkan senario pembakaran di Roma kebakaran di masa Neiron hanya untuk menciptakan orang-orang yang rela berkorban demi Essense of Christinity.Cukup bagi kami untuk merujuk kepada banyak pemalsuan yang dibuat Eusebius untuk mengeluarkan kecurigaan dari sumber sejarah Kristian dalam Kitab Suci yang telah dicemari oleh para sejarahwan sebagai penipu.”
    [“Christian Mythology Unveiled”]

    Guy Fau juga mengatakan bahawa,
    “Rangkap ayat tentang Jesus pertama kali muncul di abad keempat dalam karya Euseus dan ia belum ditemukan dalam buku The Hebrew Antiquities in the Age of Aourgene (185-254).”

    Untuk lebih terperinci,sila rujuk disini :
    – http://www.earlychristianwritings.com/josephus.html
    – https://infidels.org/library/historical/historicus/jesus.html#ch5
    – https://infidels.org/library/modern/jeff_lowder/jury/chap5.html#josephus

    BUKTI NO.3 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.4 – LUCIAN OF SAMOSATA
    Sekali lagi untuk makluman pengarang Sabda Harian dan seluruh Kristian,text Lucian of Syria (Lucian of Samosata) tidak mengatakan “seorang yang bijaksana disalibkan”. Sebenarnya Lucian mengatakan seperti berikut :
    “The Christians, you know, worship a man to this day—the distinguished personage who introduced their novel rites, and was crucified on that account.”
    [Lucian of Samosata, The Death of Peregrine page 11-13]

    dan kenyataan Lucian di atas (“Kristian menyembah manusia”) di akui oleh David Woods sendiri,sila rujuk :
    – https://www.answering-islam.org/Authors/Wood/deceptive_god.htm

    Sebenarnya penulisan Lucian of Samosata tentang penyaliban Jesus Christ pbuh adalah amat kabur dan tidak pasti kerana Lucian melibatkan cerita Jesus dengan kematian Peregrine. Anglican scholars iaitu Westcott dan Hort telah menyatakan seperti berikut :
    “There are no Byzantine manuscripts before the fourth century when Lucian of Syria conflated the various readings and produced what became the Byzantine or Traditional Text. We know this is true because we have no Byzantine readings before the middle of the fourth century, but we do have Alexandrian and Western readings. Therefore, any second century reading which supports the third or fourth century readings of the Alexandrian line are considered important and are offered as proof that these textual lines are more original than the Byzantine line. However, if a reading is found in these very same manuscripts which agrees with the fourth century Byzantine reading, it is considered unimportant and unconsequential.”
    – http://www.answering-christianity.com/abdullah_smith/the_resurrection_hoax.htm

    Jeffery Jay Lowder
    (memetik kenyataan dari McDowell,Wilson dan R.M Grant)
    “Lucian is not an independent witness to Jesus. Lucian of Samosata (c.125-180 CE), was a Greek satirist best known for his dialogues (Dialogues of the Gods, Dialogues of the Dead, The Sale of Lives) ridiculing Greek mythology and philosophy; he also authored a work entitled True History. McDowell cites the following statement by Lucian written around 170 CE:

    “… the man who was crucified in Palestine because he introduced this new cult into the world. Furthermore, their first lawgiver persuaded them that they were all brothers one of another after they have transgressed once for all by denying the Greek gods and by worshipping that crucified sophist himself and living under his laws.”

    In a previous version of this essay, quoting Michael Grant, I questioned whether Lucian was concerned with historical accuracy. I misinterpreted Grant; elsewhere Grant makes it clear that Lucian was concerned with historical accuracy. According to Grant, Lucian felt it important to separate instruction from entertainment. Grant notes that Lucian felt a historian should be “stateless;” in other words, Lucian thought the historian should try to remain impartial when recording events concerning the historian’s own nation. Moreover, Lucian “denounced fraudulent biography” and said that “it was the sole duty of the historian to say exactly how things happened.”

    Nevertheless, given that Lucian’s statement was written near the end of the second century, it seems rather unlikely that he had independent sources of information concerning the historicity of Jesus. Lucian may have relied upon Christian sources, common knowledge, or even an earlier pagan reference (e.g., Tacitus); since Lucian does not specify his sources, we will never know. Just as is the case with Tacitus, it is quite plausible that Lucian would have simply accepted the Christian claim that their founder had been crucified. There is simply no evidence that Lucian ever doubted the historicity of Jesus. Therefore, Lucian’s concern for historical accuracy is not even relevant as Lucian would have had no motive for investigating the matter.”
    [A good historian must have ‘powers of expression 1995, page 99.]

    Larry W.hurtado
    “Lucian is an interesting critic because he almost has more sympathy than disdain for Christians. He portrays them as generous, gullible, and guileless except for their leaders, who are comprised of sophists and charlatans. Even more notable, though, is the fact that he “thought his readers would have heard something about Christians and would enjoy a story told at their expense.”
    [Larry W. Hurtado, Lord Jesus Christ: Devotion to Jesus in Earliest Christianity page 490]

    Silakan layari sumber dibawah ini,apakah benar Lucian of Samosata ada menerangkan bukti tentang penyaliban Jesus :
    – http://www.sacred-texts.com/cla/luc/index.htm
    – http://lucianofsamosata.info/wiki/doku.php?id=home:texts_and_library:essays:peregrine

    Jadi,jika pengarang Sabda Harian dan Kristian ingin jadikan kenyataan Lucian of Samosata adalah bukti kukuh Jesus benar disalibkan,maka anda harus akui bahawa anda adalah penyembah manusia.

    Untuk lebih terperinci,sila rujuk disini :
    – http://www.earlychristianwritings.com/lucian.html
    – https://infidels.org/library/modern/jeff_lowder/jury/chap5.html#lucian
    – https://digilander.libero.it/domingo7/TMPickering.pdf
    – http://lucianofsamosata.info/wiki/doku.php?id=2013:why-lucians-view-of-the-christians-and-jesus-is-indeterminate
    – https://streetapologist.wordpress.com/2013/11/24/lucian-of-samosata-the-first-anti-christian-satirist/

    BUKTI NO.4 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.5 – TALMUDH
    Talmudh mengandungi bukti yang tidak meyakinkan tentang Jesus Christ pbuh. Ini kerana Talmudh adalah penyusunan besar-besaran yang dibahagikan kepada dua bahagian iaitu Mithna dan Gemara. Mithna dikodifikasikan oleh Rabbi Jehudah Ha Nasy sekitar 200 AD (meninggal pada 217 AD) tetapi tidak begitu komited untuk menulis sehinggalah pada abad ke5. Kitab itu membincangkan pelbagai subjek termasuk perayaan,perkara suci dan lain-lain. Bahagian Gemara telah siap sepenuhnya diselesaikan pada abad kelima dan merupakan pengulasan mengenai bahagian Mithna.

    Namun saya akui bahawa dalam Talmudh ada menyatakan tentang penyaliban Jesus Christ kerana dalam Talmudh,hanya sebahagian kecil menceritakan tentangnya yang mana dalam tiga (03) subjek iaitu :
    – The hanging of Yeshu on the eve of Passover
    – The bastard son found in a book of genealogies
    – The account of a certain Yeshu (around 100 BCE)

    Pengarang video dalam artikel Sabda Harian hanya mengambil serangkap ayat. Ini merupakan penipuan kerana tidak mengambil secara context. Ini kerana anda tahu ayat seterusnya dalam kenyataan Talmudh tersebut telah menghina Jesus Christ pbuh. Disini saya akan berikan petikan penuh kenyataan dalam Talmduh tersebut :
    “On the eve of Passover Yeshu was hanged. For forty days before the execution took place, a herald went forth and cried, “He is going forth to be stoned because he has practiced sorcery and enticed Israel to apostasy. Any one who can say anything in his favour, let him come forward and plead on his behalf.” But since nothing was brought forward in his favour he was hanged on the eve of the Passover! – Ulla retorted: Do you suppose that he was one for whom a defence could be made? Was he not a _Mesith_ [enticer], concerning him Scripture says, _Neither shalt though spare, neither shalt thou conceal him?_ With Yeshu however it was different, for he was connected with the government for royalty.”
    [Talmudh – Baraitha Sanhedrin 43a]
    – Sabda Harian dan Kristian setuju Jesus Christ pbuh dilemparkan batu dan disalibkan kerana mengamal sihir dan membawa orang Judah Israel murtad???

    Sebenarnya apa yang dinyatakan dalam Talmudh adalah pengambilan dari cerita-cerita polemik Kristian-Judah BUKAN dari sumber sahih saksi mata yang melihat kejadian penyaliban. Disini saya berikan kenyataan dari Robert Stein :
    “It seems to me that the passage about the execution of Jesus (b. Sanhedrin 43a) derives not necessarily from the actual events but from Jewish and Christian dialogue & polemics. Notice that in the Christian Gospels, Jesus is given a hasty and highly illegal trial in the middle of the night in which false witnesses testify against him. In the Jewish response to the Christian story, Jesus is given a full forty day period in which witnesses could have stepped forward to defend him. I wouldn’t make too much of the fact that the language is that of hanging, as even in the New Testament we find the phrase that Jesus was hanged on a tree. The point that Pilate is not involved at all, while modern reconstruction tends to regard Pilate as the prime mover in the earliest Christian memory, tends to indicate that the Jewish story most likely does not depend on Jewish witnesses but rather was formed as a polemical adaptation of the Christian story. The passage also agrees with John against the synoptics in the relationship of the day of death to the day of the Passover, but too much cannot be made of this because scholars are divided as to whether John or the synoptics are to be preferred here.”
    [Jesus the Messiah page 34]

    Untuk lebih terperinci,sila rujuk disini :
    – http://www.earlychristianwritings.com/talmud.html
    – https://infidels.org/library/modern/jeff_lowder/jury/chap5.html#talmud
    – http://jewishchristianlit.com//Topics/JewishJesus/b_san43a.html
    – http://www.jewishencyclopedia.com/articles/14213-talmud
    – http://www.tektonics.org/jesusexist/talmud.php
    – https://people.ucalgary.ca/~elsegal/TalmudMap/Mishnah.html

    Bahkan dalam kitab Talmudh,Jesus Christ pbuh dihina sebagai anak zina dan keturunan zina (Sanhedrin 106a,Shabbat 104b,Yebamoth 49b,Yevamot 4:18,Avot 5:19 dan Gittin 56b-57a). Sila rujuk :
    – https://jewsforjudaism.org/knowledge/articles/jesus-in-the-talmud/
    – http://www.talmudunmasked.com/chapter5.htm
    – http://www.come-and-hear.com/dilling/chapt05.html
    – https://en.wikipedia.org/wiki/The_Talmud_Unmasked
    – https://en.wikipedia.org/wiki/Jesus_in_the_Talmud

    Jadi jika terima Talmudh sebagai sumber bukti bahawa Jesus disalibkan,maka anda harus terima Jesus disalibkan kerana mengamalkan sihir,membawa orang Judah Israel ke arah murtad dan anda juga harus menerima bahawa Jesus adalah anak zina dan keturunan zina (menurut Talmudh). setuju??…

    BUKTI NO.5 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.6 – 1 Corinthian 11:23-25
    Dalam surat Paul kepada Corinthian (1 Corinthian 11:23-25) tidak mengatakan orang Kristian awal menggunakan salib sebagai simbol pada perjamuan suci. “Kristian” awal di zaman Jesus tidak pernah jadikan simbol salib sebagai kudus dalam mana-mana upacara. Salib mula dipakai dalam Bible ketika Jesus Christ (sebenarnya Judas Iskariot) memikul salib untuk penyaliban (Matthew 27:31-32,Mark 15:20-21,Luke 23:26). Itu pun dalam Matthew 27:32,Mark 15:21 dan Luke 23:26,perkataan asli disitu menyebut “Stouron” (σταυρὸν) yang bermaksud “Galah kayu” atau “tonggak kayu yang lurus”. Ini bercanggah dengan Acts 5:30 yang menyebut Xylon (pokok).

    Jadi mohon jangan berdusta…..

    Paul sendiri tidak melihat Jesus,tidak pernah menemui Jesus dan tidak pernah menjadi Hawariyyun Jesus. Jika ini masih ditegakkan,maka akan ada bercanggah dengan Acts 11:19-30 yang mana dikatakan istilah “Kristian” mula-mula dipakai di Antioch yang mana merujuk kepada pengikut-pengikut Jesus. Maknanya,semasa awal era nubuwwah Jesus Christ pbuh,perkataan “Masihiyyin” (Kristian) tidak pernah didengari.

    Tapi tidak mengapa…andakata sekalipun simbol salib telah dipakai di era awal Kristian,itu tidak menjadi masalah dengan muslim kerana kejadian penyaliban memang berlaku tetapi BUKAN Jesus Christ yang disalibkan. Setelah Jesus datang pada awal pagi hari ketiga (menurut Gospel of Barnbas,Gospel of Mary,Gospel of Nazarene dan Gospel of Thomas serta Gospel of Pseudo-Matthew) untuk mengambil jasad mayat Judas Iskariot yang telah diserupakan,baginda (Jesus Christ) telah menemui Mary Magdelina,ibunya (Maryam) dan sebelas (11) anak muridnya (Hawariyyun). Dan Jesus menceritakan hal sebenar apa yang terjadi tetapi cerita ini tidak disampaikan secara meluas kerana :
    – Sirah sebenar mengenai Jesus Christ pbuh dianggap Apocryphal dan dituduh sebagai karya Gnostic oleh Rum,Israel dan Kristian sendiri. Jesus memerintahkan Barnabas untuk menulis kejadian sebenar tetapi Gospel of Barnabas sendiri juga dianggap Non-Canonic oleh pihak Kristian.
    – Semua anak murid Jesus (kecuali Judas iskariot) mati dibunuh apabila menyampaikan dakwah hal sebenar tentang Jesus. Tidak ada satu sumber dari Hawariyyun Jesus mengatakan Jesus adalah tuhan dan Jesus datang ke dunia untuk menebus dosa manusia.

    Jika anda bertanya,apa tujuan Jesus Christ mengambil jenazah Judas Iskariot???

    Jawapan :
    kerana untuk menunjukkan tanda kepada orang yang ingin melawat makam bahawa dirinya (Jesus Christ pbuh) belum mati disalibkan. Jika Jesus datang begitu sahaja tanpa memberi tanda,maka itu perlu mengambil masa yang lama untuk menemui ibunya,Mary Magdelina dan anak muridnya.

    Dan simbol awal pada orang Kristian awal adalah Ikan Nun (Ichthys),sila rujuk :
    – https://en.wikipedia.org/wiki/Ichthys
    – https://www.biblestudytools.com/bible-study/topical-studies/the-christian-fish-symbol-origin-and-history-facts.html

    Dalam Matthew 16:24,Mark 8:34 dan Luke 9:23,perkataan ‘salib” membawa maksud syariat ajaran tuhan. Ayat berbunyi “memikul salibnya dan mengikut aku” membawa maksud “ikuti ajaran tuhan dan sunnah Nabi”. Apa yang Jesus sampaikan (syariat),maka ikuti dan apa yang Jesus laksanakan (Sunnah),maka harus juga ikuti. Jesus memberikan perumpamaan salib kerana ianya menjadi perhubung jambatan antara manusia dan tuhan. Anda ikut ajaran tuhan,maka iman anda terhubung dengan keredhaan Allah. Inilah maksud Jesus Christ sebagai “Taqarrub Tawhid” (John 10:30,John 14:20 dan John 17:19-23). Jesus TIDAK PERNAH ajar bahawa dirinya adalah Tuhan dan dia datang untuk menebus dosa manusia.

    BUKTI NO.6 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.7 – MARK 15:42-47 DAN JOHN 19:38-42
    Bagus…..ayat inilah juga menjadi bukti bahawa Jesus Christ tidak disalibkan tetapi digantikan oleh Judas yang telah diserupakan wajahnya dengan Jesus Christ pbuh. Saya ceritakan sedikit mengenai keraguan Pontus Pilatus mengenai kematian Jesus dalam penyaliban. Dean Fearrar dalam kajiannya menulis Life of Christ (halaman 421) mengatakan bahawa
    “Jesus disalibkan hanya selama 3 jam,ketika akhirnya diturunkan. Namun begitu petanda yang diberikan Bible bahawa semenjak Jesus berada di tiang salib sampai menjelang ajalnya,kegelapan meliputi seluruh daerah itu mulai dari jam dua belas sampai dengan jam tiga (3 jam).”
    [sila rujuk lihat Matius 27:45-50 dan Markus 15:33-37].

    Pada ayat Mark 15:44 dikatakan bahawa,
    “Pilatus hairan waktu mendengar bahawa Jesus sudah mati, maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya, ‘Apakah Yesus sudah mati?’.”

    Apa yang menyebabkan Pilate ragu2???…Kenapa dia hairan???…Dia tahu berdasarkan pengalaman bahawa secara normal tidak ada orang yang meninggal dalam 3 jam disalib kecuali bila penyalibannya disertakan dengan tindakan penganiayaan atau penyiksaan lain yang sangat zalim. Sebenarnya Pilate memang tidak ingin membunuh Jesus. Hanya desakan dari orang-orang Judah sehingga dia menghukum Jesus. Oleh sebab itu,Pilate sempat menyuarakan sebagai kesimpulan bahawa Jesus tidak bersalah :

    “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”
    [John 18:38]

    Selain itu,isteri Pilate juga menyuruh suaminya agar membiarkan Jesus tetap hidup sebab isteri Pilatus pernah bermimpi bahawa Yesus tidak berbahaya :
    “…..Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu,sebab kerana Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” [Matius 27:19]

    dari sini jelas bahawa Pontius Pilate sendiri meragui penyaliban Jesus Christ pbuh…..ayat ini tidak berhenti disini kerana keraguan Pontius Pilate yang terbesar seterusnya ada dalam salah satu dari 41 Apocryphal Books iaitu Gospel of Mary.

    Menurut Gunnar Samuelsson dari University Gothenburg yang mana cerita mengenai penyaliban Jesus adalah berdasarkan pada tradisi orang Kristian dan ilustrasi artistik BUKAN berdasarkan naskah-naskah kuno. Hal tersebut ditulis Samuelsson dalam kajian ilmiah doktornya yang berjudul “Crucifixion in Antiquity – An Inquiry into the Background of the New Testament Terminology of Crucifixion”.

    Samuelsson adalah seorang kristian yang taat yang mana beliau menyatakan,
    “Bible telah disalah tafsirkan. Tidak ada rujukan jelas yang menyebutkan penggunaan paku untuk penyaliban di dalamnya. Yang ada hanya Jesus ditusuk sebuah “staurus” menuju bukit Cavalry yang juga boleh dimaksudkan sebagai “galah kayu” atau “tonggak kayu lurus”. Masalahnya adalah,keterangan tentang penyaliban sama sekali tidak ada dalam sumber-sumber kuno. Sumber-sumber yang anda harapkan untuk menemukan pemahaman yang sesungguhnya tentang peristiwa itu tidak mengatakan apapun. Sumber-sumber kuno dalam bahasa Greek,Latin dan Hebrew dari zaman Homer hingga abad pertama menggambarkan sejumlah penundaan hukuman tapi tidak ada yang menyebut “salib” atau “penyaliban”. Pemahaman cendikiawan kini tentang penyaliban sebagai hukuman sangat diragukan. Teks tentang kisah penderitaan Jesus tidak begitu jelas dan maklumatnya ditambah-tambah. Jika anda mencari teks yang menggambarkan tindakan pemakuan orang ke tiang salib,anda tidak akan menemukannya kecuali di dalam alkitab. Semua cendikiawan awal hingga kini menggunakan terminologi yang samar-samar termasuk yang ditulis dalam bahasa Latin. Sementara dalam bahasa Latin, kata “crux” tidak selalu bermaksud salib dan “patibulum” tidak selalu bermaksud palang salib. Saran saya,kita harus membaca teksnya sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita pikirkan. Kita harus membaca yang tersurat, bukan yang tersirat.”
    [“Crucifixion in Antiquity – An Inquiry into the Background of the New Testament Terminology of Crucifixion”.]
    rujuk sumber disini :
    – https://gupea.ub.gu.se/handle/2077/22126
    – https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/0142064X10396146

    BUKTI NO.7 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.8 – PERSOALAN MENGAPA MELIBATKAN SESEORANG YANG TIDAK BERSALAH MENGGANTIKAN JESUS DIKAYU SALIB?

    Sebab yang digantikan di kayu salib adalah Judas Iskariot,seorang pengkhianat. Pelajaran yang boleh diambil disitu ialah Allah melindungi Utusan-Nya dari pengkhianatan dan penipuan yang telah dirancang. Kejahatan akan dibalas dengan kejahatannya sendiri dan Jesus satu-satunya Nabi yang ketika hiidup difitnah sebagai tuhan. Ini adalah kifarah bagi Judas Iskariot yang telah mengkhianati Utusan Allah. Maka sebab itu Allah mengangkatnya dan menurunkannya kembali kali ke2 untuk bersihkan fitnah yang telah berlaku dgn menunjukkan bukti bahawa Jesus BUKAN TUHAN.

    Setlah tiga (03) hari tiga (03) malam,Jesus turun kembali ke dunia bertujuan mengambil mayat Judas agar mengambil perhatian kepada yang berkenaan (Maryam,Mary Magdelina dan Hawariyyun Jesus) agar baginda (Jesus Christ pbuh) dapat menemui mereka dan memberitahu bahawa dia tidak disalibkan tetapi diselamatkan oleh Allah. Ini diterangkan dalam Gospel of Barnabas,Gospel of Mary,Gospel of Nazarene,Gospel of Thomas dan Gospel of Psedo-Matthew.

    BUKTI NO.8 MENGENAI PERSOALAN TERJAWAB!

    NO.9 – ALLAH MELAKUKAN MUSLIHAT UNTUK MENYELAMATKAN NABINYA.

    Boleh sahaja Allah selamatkan Jesus tanpa menyerupakan seseorang menggantikan yang disalib namun apa yang Allah lakukan atas kehendak-Nya dalam Sunnatullah-Nya. Allah menggantikan Judas sebagai ganti sebagai kifarah atas perbuatannya mengkhianati Utusan-Nya dan itu telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama Bible anda sendiri. Sesuatu yang telah dinubuatkan pasti dilakukan….maka apa alasan anda mahu katakan Allah tidak ada hak untuk lakukan demikian???

    Dimana bukti dalam Perjanjian Lama Judas disalibkan??

    Jawapan :
    Dalam Psalm 22:2-21,Proverb 21:18,Psalm 37:28. Mari kita baca ayatnya :
    “Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur.”
    [Proverbs 21:18]

    dikuatkan lagi dengan ayat :
    “sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.”
    [Psalm 37:28]
    – Syntesis principle Psalm 22:2-21

    “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?”* Artinya: /Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
    [Matthew 27:46]

    Jelas disitu mengatakan “Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur”…ini bermakna bahawa nubuat penyaliban adalah gagal kerana Tuhan tidak akan tinggalkan orang yang dikasihinya dalam Psalam 37:28 (Jesus dikasihi dalam John 3:16). Jadi point untuk mengatakan Judas Iskariot Si Pengkhianat adalah disalib kerana dia tidak diberkati kasihi..Jadi,pilihlah :
    – Jika anda yakini yang disalibkan adalah Jesus,maknanya nubuat penyaliban dalam Psalm 37:28 bercanggah dengan Matthew 27:46

    – Jika anda ragu2 mengenai penyaliban Jesus dan tahu hakikat Judas Iskariot,maknanya Psalm 37:28 serasi dengan Matthew 27:46 ditambah lagi sokongan dalam Proverb 21:18

    Jadi yang merasakan kesakitan disiksa oleh tentera Rum adalah “Orang yang diserupakan” (Judas Iskariot) kerana Jesus Christ pbuh telah diangkat oleh Allah sebelum ditangkap oleh tentera Rum.

    Bahkan Allah selamatkan Jesus Christ pbuh dalam penyaliban juga telah dinubuatkan dalam Psalm 20:6 dan 1 Chronicles 16:22 serta Psalm 91:1-16….mari kita baca :

    “Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!”
    [1 Chronicles 16:22]

    “Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari syurga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.”
    [Psalm 20:6]

    Mari kita baca Psalm 91:1-16 (perhatikan ayat 10-16)
    “malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu,sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.Singa dan ular tedung akan kau langkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.”Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”
    [Psalm 91:10-16]

    Dalam Psalm 91: 11-16 dengan jelas dan tidak terbantah sekaligus menyokong Quran surah An-Nisa 4:157 bahawa Jesus tidak disalibkan dan tidak dibangkitkan dan dia dilindungi dan diangkat oleh Allah. Dalam Perjanjian Baru juga sekali lagi, mengesahkan bahawa Psalm 91 adalah merujuk kepada Jesus Christ pbuh :
    – Allah akan mendengar tangisan baginda (Psalm 91:15) dan akan menyelamatkan dia (Psalm 91: 3).
    – Allah akan melindungi dia dengan perlindungan-Nya (Psalm 91: 4).
    – Jesus kemudian tidak mempunyai rasa khuatir kepada-Nya (Psalm 91: 5).
    – Jesus akan melihat dengan mata sendiri azab orang-orang yang disalibkan (Psalm 91: 8).
    – Tiada bahaya atau bencana walaupun akan datang berhampiran Jesus (Psalm 91:10 – Jadi jika Jesus disalib,maka ianya bercanggah kerana Jesus dipukul dan memikul salib sebelum penyaliban)
    – Allah akan menurunkan malaikat untuk melindunginya dan mengangkat dia (Psalm 91:11-14).
    – panggilan Jesus akan didengar dan dia akan dihantar dan dihormati (Psalm 91:15).
    – Jesus ditunda umurnya (minal munzharin) dan turun kali kedua bukti bahawa dia diselamatkan oleh Allah (Psalm 91:16)

    Doa Jesus Christ pbuh yang meminta keselamatan juga dinubuatkan dalam Psalm 22:20-21. Jesus telah berdoa penuh dengan hikmat dalam mengharapkan pertolongan Allah. Jika anda bertanya,apakah doa Jesus telah dikabulkan???..mari kita baca Hebrew 5:7 :

    “Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.”
    [Hebrew 5:7]
    – Ayat ini telah cukup menjelaskan bahawa doa Jesus dikabulkan oleh Allah yang mana Jesus berdoa penuh dengan tangisan dan keluhan untuk diselamatkan dari maut.

    Jadi Jelas Jesus Christ pbuh diselamatkan oleh Allah Azza’Wa’Jalla dari penyaliban yang telah dinubuatkan BUKAN melalui muslihat!

    BUKTI NO.9 MENGENAI TUDUHAN ALLAH MELAKUKAN MUSLIHAT TELAH RUNTUH!

    NO.10 – ORANG YANG DISERUPAKAN TIDAK MENJERIT KETIKA DISALIBKAN DAN DIPAKU

    Judas ada melakukan penafian bahawa dirinya bukan Jesus Christ pbuh seperti yang diterangkan dalam Gospel of Barnabas (Chapter 217: Judas Scourged and Mocked) namun Judas Iskariot tahu sikap kedegilan pembesar-pembesar Judah dan orang-orang Rum lebih-lebih dia banyak berhubung kerjasama dengan mereka untuk menangkap Jesus Christ pbuh. Jesus Christ yang telah banyak menunjukkan mukjizat dan bukti dia adalah Al-Masih,ramai yang menyangkalnya dan tidak mempercayainya apatah lagi Judas Iskariot yang wajahnya telah diserupakan oleh Allah. Sebab itu Judas Iskariot berkata,
    “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab.”
    [Luke 22:67-68]

    BUKTI NO.10 TUDUHAN ORANG DISERUPAKAN TIDAK MENJERIT TELAH TERJAWAB!

    NO.11 – MARYAM MENGENALI JESUS YANG DISALIBKAN (JOHN 19:26)

    “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
    [John 19:26]

    Ayat ini tidak dapat membukti Jesus disalibkan kerana ayat ini hanya tercatat dalam Gospel of John tetapi tidak ada sandaran sokongan dari Tiga (03) Synoptic Gospel sedangkan Kristian akui bahawa ramai saksi yang menyaksikan penyaliban.

    BUKTI NO.11 JESUS CHRIST DISALIBKAN TELAH RUNTUH!

    NO.12 – ALLAH MEMBOHONGI PARA SAHABAT JESUS YANG TELAH BERIMAN (SURAH 5:11)

    Mari kita baca Quran surah 5 ayat 11
    “Wahai orang-orang yang beriman, kenanglah nikmat Allah yang telah dikurniakanNya kepada kamu ketika kaum kafir yang memusuhi kamu hendak menghulurkan tangannya untuk menyerang kamu, lalu Allah menahan tangan mereka daripada menyerang kamu. Oleh itu,bertaqwalah kamu kepada Allah dan kepada Allah jualah hendaklah orang-orang yang beriman berserah diri.
    [Al-Maaidah 5:11]
    – dimana ayat disitu mengatakan Allah membohongi para murid dan pengikut Jesus Christ yang telah beriman???..atau kitab mana yang anda rujuk dengan menuduh sedemikian rupa???

    JELAS ANDA TELAH MELAKUKAN PENDUSTAAN!

    BUKTI NO.12 TUDUHAN ALLAH MENIPU PENGIKUT JESUS DALAM QURAN TELAH RUNTUH!

    TAMBAHAN
    SH berkata,
    Penyaliban Yesus bukan semata cerita rekaan, tetapi adalah sesuatu peristiwa yang benar-benar berlaku di dalam sejarah dunia.

    MAB response :
    Muslim tidak mengatakan penyaliban itu adalah rekaan cerita. Kejadian penyaliban itu memang benar ada namun hakikatnya,orang yang disalibkan bukanlah Jesus Christ pbuh tetapi Judas Iskariot yang telah diserupakan (An-Nisa 4:157-158). Dan itu adalah fakta yang tidak boleh disangkal.

    RUMUSAN
    – Tidak ada sumber awal yang mengatakan Jesus Christ disalibkan apatah lagi dibangkitkan.
    – Cornelius Tacitus,Flavius Josepheus dan Lucian of Syria (Lucian of Samosata) tidak pernah menyebut Jesus Christ disalibkan.
    – Kitab Talmudh menyatakan penyaliban Jesus melalui dakwaan cerita dari dakwaan lisan orang Judah dan orang Kristian BUKAN melalui sumber asli kejadian sebenar.
    – Bible scholar iaitu Gunnar Samuelsson mengatakan bahawa tidak ada sumber kuno yang menyatakan penyaliban Jesus.
    – Pontius Pilate sendiri meragui penyaliban Jesus.
    – Allah menggantikan Jesus dengan Judas Iskariot dipalang salib sebagai kifarah bagi Judas Iskariot dan sebagai keselamatan jaminan kepada Utusan-Nya selaras dengan nubuat dalam Perjanjian Lama (Psalm 20:6 / 1 Chronicles 16:22 dan Psalm 91:1-16
    – Jesus Christ pbuh turun ke bumi pada hari ketiga untuk menemui ibunya,Mary mgadelina dan anak muridnya menjelaskan hal sebenar.

    KESIMPULAN
    Jesus Christ pbuh TIDAK DISALIBKAN DAN TIDAK DIBUNUH tetapi yang disalibkan adalah Judas Iskariot.

    Firman Azza’Wa’Jalla :
    Dan disebabkan dakwaan mereka dengan mengatakan:”Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam Rasul Allah”. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya tetapi diserupakan bagi mereka. Dan Sesungguhnya orang-orang yang telah berselisih faham mengenai Nabi Isa sebenarnya mereka berada dalam keadaan ragu-ragu tentang menentukan pembunuhannya. Tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin. Bahkan Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya dan adalah Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
    [An-Nisaa’ 4:157-158]

    pesan Jesus Christ pbuh :
    “Jikalau kamu tetap dalam sabdaku,kamu benar-benar adalah muridku.dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
    [John 8:31-32]
    – memerdekakan anda dari kekufuran…

    pesan Rasullullah Muhammad SAW :
    “Terimalah kebenaran itu walau ianya pahit..”
    [Hadith Sahih Bukhari dan Tirmizi]

    “Dan katakanlah: yang benar telah datang dan yang batil pasti akan lenyap, sungguh yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”
    [Al-Israa’ 17:81]

    Tiada Tuhan selain Allah,Jesus dan Muhammad adalah Utusan Allah serta Jibrail Sayyid Malak Al-Qhuwwaan adlaah Ruhul Quddus.