Category: Rebuttal

  • Menjawab Missionaries – “Tentang kelahiran Jesus Christ dan Muhammad (pbut).”

    Menjawab Missionaries – “Tentang kelahiran Jesus Christ dan Muhammad (pbut).”

    Reading Time: 15 minutes

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Pada 08 Oct 2019,saya menerima satu mesej whatsapp dari seorang sahabat yang mana mesej tersebut merupakan kiriman dari seorang Missionary Anti-Islam. Dalam kandungan mesej tersebut menyatakan tentang pertikaian tanggal kelahiran Muhammad SAW.

    Setelah saya membacanya,saya mendapati Si Missionary tidak melihat prospek dengan lebih luas. Namun tidak mengapa,disini saya akan berikan respon untuk meruntuhkan pertikaian mereka mengenai tanggal kelahiran Muhammad SAW. Semoga bermanfaat~

    Missionary berkata :
    Lucu memang, para Muslimin mempertanyakan keakuratan kelahiran Yesus, sementara mereka sendiri tidak tahu bahwa tanggal kelahiran Muhammad keliru dan amat tidak akurat dalam perhitungannya.

    Seperti yang telah disinggung di atas, bahwa orang Kristen merayakan
    peristiwa kelahiran YESUS KRISTUS ketimbang tanggal dari kelahirannya.

    Namun, pihak Muslimin malah mengklaim kelahiran Muhammad
    sebagai perayaan atas suatu tanggal, bukan sebagai suatu peristiwa.

    Response :
    Tujuan kami mempertanyakan tarikh kelahiran sebenar Jesus Christ pbuh kerana :
    * Kristian menganggap Jesus sebagai Tuhan yang banyak saksi mata,maka pasti tahu bila tarikh lahir Jesus.

    * Kristian menganggap kalender Gregory lebih tepat,maka pasti kalian lebih tahu bila tarikh lahir Jesus.

    * Kristian mengatakan Bible lebih terperinci dan benar tapi malangnya Bible menceritakan waktu kelahiran Jesus berbeza dengan keadaan waktu 25 December dan menyokong dalil Quran.

    * Kristian mengatakan bahawa orang Kristian adalah pengikut Jesus Christ yang dibimbing Ruh Kudus,maka pasti kalian mengetahui bila tarikh lahir Jesus kerana Kristian dapat bimbingan Ruh Kudus.

    * Kristian lebih yakin dan menetapkan Jesus Christ pbuh lahir pada 25 December sedangkan Early Christian sendiri tidak mengetahui bila tarikh lahir Jesus bahkan ada pertentangan di antara sesama Kristian sendiri.

    Maka sebab-sebab di atas inilah kami mempertikai tarikh kelahiran Jesus Christ pbuh ditambahkan lagi kitab suci anda iaitu Bible menceritakan hal yang sebaliknya.

    Kami tidak ada masalah jika ada khilaf tentang bila tarikh kelahiran Muhammad SAW kerana isu itu bukanlah perlu di ambil sebagai Aqeedah bahkan Muhammad SAW sendiri mengajarkan untuk tidak perlu mementingkan waktu kelahirannya baginda (Mawlid Ar-Rasul) yang mana jika ingin menyambutnya tanpa melampaui batas (menetapkannya sebagai ibadah tetap maka itu satu Bidaah),tidak ada masalah dan jika tidak menyambutnya namun perbanyakkan ibadah juga tidak ada masalah.
    Sumber :
    – https://sunnahonline.com/library/fiqh-and-sunnah/318-clarification-regarding-celebrating-the-birthday-of-the-prophet
    – https://muftiwp.gov.my/en/artikel/bayan-linnas/1048-bayan-linnas-siri-ke-80-hukum-menyambut-maulid-al-rasul

    Sabda Rasullullah Muhammad SAW,
    “Janganlah kalian berlebihan dalam memujiku seperti kaum Nasrani yang memuji Eesa Putra Maryam. Aku hanyalah hamba Allah,maka katakanlah mengenaiku ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya’.”
    [Hadith Sahih Al-Bukhari No.3445]

    Berbeza dengan kalian (Kristian),Jesus Christ pbuh dianggap tuhan oleh kalian dan tarikh kelahiran “tuhan” kalian merupakan sebahagian dari “Aqeedah” kalian dan satu kewajipan yang harus disambut oleh kalian. Jika ianya merupakan satu kewajipan,maka harus kalian mengetahui bila tarikh kelahiran Jesus Christ pbuh secara tepat.

    Missionary menulis :
    Okelah. Nah, sekarang marilah kita amati dan cermati bersama perayaan para Muslimin dan mari kita lihat apakah tanggal yang mereka rujuk adalah akurat atau malah mereka hanya memperkonyol diri sendiri.

    Ada beberapa perbedaan pandangan tentang tanggal kelahiran Muhammad dan para Muslimin saling silang pendapat tentang hal itu. Namun demikian, ada satu tanggal yang pada umumnya diterima yaitu bahwa Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabi ul-Aŵal dari kalender Islam.

    Tetapi, Ibn Hazm, Alz Zuhri, Ibn Al Qaŷim, dan Ibn Dihya mengklaim bahwa tanggal kelahirannya adalah 8 Rabi ul-Aŵal. Sedangkan kaum Muslimin Shiah menyatakan bahwa Muhammad lahir di hari Senin tanggal 17 Rabi ul-Aŵal.

    Masih ada banyak lagi tanggal-tanggal lainnya yang diklaim mereka, namun kita akan pelajari tanggal yang diterima secara meluas oleh kalangan Muslimin Sunni.

    Sahih Muslim, Buku 006, Hadis 2606

    Sahih Muslim, Buku 006, Hadis 2603

    dalam terjemahan Bahasa Inggris sebagai berikut:

    “… He was then asked about fasting on Monday, whereupon he said: It was the day on which I was born on which I was commissioned with prophethood or revelation was sent to me,…”

    (“… Lalu ia ditanya tentang berpuasa pada hari Senin, kemudian ia menjawab: Pada hari itu aku lahir.pada hari dimana kerasulan diberikan padaku atau wahyu dikirimkan kepadaku,…”

    Referensi: Sahih Muslim 1162b
    Referensi buku: Buku 13, Hadis 253
    Referensi web USC-MSA [Bhs. Inggris]: Buku 6, Hadis 2603
    [skema penomoran yang tidak berlaku lagi]

    Buku Al-Kamil fi Al-Tarikh, Vol. 1, halaman 416, dalam terjemahan Bahasa Inggris sebagai berikut:

    “Ibn Ishaq said: the prophet was born on Monday the 12th Rabi Al Awwal (name of the Islamic month).”

    (“Ibn Ishaq berkata, : sang nabi lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabi ul-Aŵal [nama bulan Islam].”)

    Jadi, jika kita merujuk pada kelahiran Muhammad yaitu pada
    hari Senin tanggal 12 Rabi ul-Aŵal, kita akan temukan bahwa bulan Rabi ul-Aŵal bergeser di dalam setahun. Kadangkala, hari
    kelahirannya jatuh pada musim panas, dan di lain waktu jatuh pada musim dingin.

    Contoh:

    12 Rabi ul-Aŵal
    Tahun Kalender Islam
    || Tahun kalender
    Gregorian

    ➡ 12 Rabi ul-Aŵal 1433 || Sabtu, 4 Februari 2012 Masehi

    ➡ 12 Rabi ul-Aŵal
    1410 || Kamis, 12 Oktober 1989 Masehi

    ➡ 12 Rabi ul-Aŵal
    1353 || Minggu, 24 Juni 1934 Masehi

    Contoh di atas tersebut membuktikan bahwa sudah jelas tanggal kelahiran Muhammad bergeser dalam setahunnya. Oleh karenanya, tanggal-tanggal hasil perhitungan itu sebenarnya keliru karena menggunakan kalender lunar yang tidak akurat.

    ➡ Sumber: “Qur’an and Science in Depth”

    Response :
    Okay Bagus!!….Mari saya berikan pencerahan kepada anda :
    01 – Sebelum saya runtuhkan hujah anda,pertama sekali ingin saya maklumkan bahawa Shiite (Syiah) BUKANLAH Islam kerana Syariat ajaran mereka tidak mengikuti apa yang Islam ajarkan. Untuk penjelasan terperinci hal itu akan dibentangkan dalam artikel yang lain.

    02 – Anda tidak mengambil hadith secara konteks,disini saya berikan hadith yang anda petik secara konteks penuh :

    Abu Qatada al-Ansari (Allah be pleased with him) reported that the Messenger of Allah (ﷺ) was asked about his fasting. The Messenger of Allah (ﷺ) felt annoyed. Thereupon ‘Umar (Allah be pleased with him) said:

    “We are pleased with Allah as the Lord, with Islam as our Code of Life, with Muhammad as the Messenger and with our pledge as a sacred commitment. He was then asked about perpetual fasting, whereupon he said: He neither fasted nor did he break it, or he did not fast and he did not break it. He was then asked about fasting for two days and breaking one day.”

    The Holy Prophet said:
    And who has strength enough to do it? He was asked about fasting for a day and breaking for two days, whereupon he said: May Allah bestow upon us strength to do it. He was then asked about fasting for a day and breaking on the other, whereupon he said: That is the fasting of my brother David (peace be upon him). He was then asked about fasting on Monday, whereupon he said: It was the day on which I was born. on which I was commissioned with prophethood or revelation was sent to me, (and he further) said: Three days’ fasting every month and of the whole of Ramadan every year is a perpetual fast. He was asked about fasting on the day of ‘Arafa (9th of Dhu’I-Hijja), whereupon he said: It expiates the sins of the preceding year and the coming year. He was asked about fasting on the day of ‘Ashura (10th of Muharram), whereupon be said: It expiates the sins of the preceding year.”
    [Hadith Sahih Muslim No.1162]

    Reference : Sahih Muslim 1162 b
    In-book reference: Book 13, Hadith 253
    USC-MSA web : Book 6, Hadith 2603

    Dari penjelasan hadith di atas,Nabi Muhammad SAW tidak menyebut baginda lahir 12 Rabiul Awwal disitu dan baginda (Muhammad SAW) tidak memberitahu bahawa setiap 12 Rabiul Awwal jatuh pada hari Isnin tetapi baginda (Muhammad SAW) memberitahu bahawa ada kaifiat untuk berpuasa pada Hari Isnin kerana hari Isnin adalah hari baginda lahir,hari baginda ditabalkan jadi Nabi dan hari baginda menerima wahyu pertama. Maka jangan kelentong putar alam mengatakan bahawa Hadith itu memberitahu 12 Rabiul Awwal jatuh pada setiap Hari Isnin.

    02 – Anda mengira waktu tarikh Muhammad SAW dengan tarikh kalender Gregoryan abad ke20. Mengapa tidak ambil perkiraan dari awal kelahiran Nabi mengikut kalender Gregoryan??

    Isu tentang tarikh Mawlid Muhammad SAW telah lama diselesaikan secara tepat cuma ada beberapa negara yang masih mengikuti pandangan-pandangan sebahagian Ulama yang khilaf dalam hal ini seperti contoh Malaysia masih mengikuti pandangan Ibn Ishaq yang mana Ibn Ishaq memegang tarikh Mawlid Nabi ialah 12 Rabiul Awal.

    Namun apakah itu menjadi masalah dalam Islam??..TIDAK!

    Sungguhpun tarikh tersebut (12 Rabiul Awwal) tidak tepat,tapi tarikh tersebut boleh di damaikan dan seperti yang saya katakan diatas bahawa kami tidak ada masalah jika ada khilaf tentang bila tarikh kelahiran Muhammad SAW kerana isu itu bukanlah perlu di ambil sebagai Aqeedah bahkan Muhammad SAW sendiri mengajarkan untuk tidak perlu mementingkan waktu kelahirannya baginda (Mawlid Ar-Rasul) yang mana sama ada ingin menyambutnya tanpa melampaui batas (menetapkannya sebagai ibadah tetap maka itu satu Bidaah),tidak ada masalah dan jika tidak menyambutnya namun perbanyakkan ibadah pada hari kelahiran baginda juga tidak ada masalah.

    Disini saya berikan dua hujah yang mana satu dari jawapan Muslim scholars dan satu lagi hujah dari Jewish-Muslim scholar iaitu Rabbi Ben Abrahamson.

    dari Muslim scholars menerangkan bahawa tarikh tepat kelahiran Muhammad SAW ialah pada 8-9 Rabiul Awwal :
    – https://www.youtube.com/watch?v=Pt3MmC0cYk4
    – https://islamqa.info/en/answers/147601/scholarly-opinions-concerning-the-date-of-the-prophets-birth-and-death-and-which-is-most-likely-to-be-correct

    Notice :
    Jawapan di dukung dengan sokongan dari Sulaiman Al-Manshurfuri dan ahli astronomi Mahmud Al-Basya

    dari Jewish (Rabbi Ben Abrahamson) :
    – https://de-de.facebook.com/notes/ben-abrahamson/monday-12-or-17-rab%C4%AB-al-awwal-on-which-date-was-the-prophet-pbuh-born/1632817770077590

    Monday 12 or 17 Rabī’ Al-Awwal: On which date was the Prophet (pbuh) born?

    There are eight dates associated with the date when the Prophet (pbuh) was born:

    Date #1: Monday 12 Rabī’ al-Awwal
    وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفِيلِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ الثَّانِي عَشَرَ مِنْ شَهْرِ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ
    The Messenger of Allah was born in the year of the elephant on Monday, on the 12 of Rabī’ al-Awwal.

    Date #2: Friday 17 Rabī’ al-Awwal (30 days)
    وَأَبْعَدَ بَلْ أَخْطَأَ مَنْ قَالَ : وُلِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لِسَبْعَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ .
    They went further – actually were mistaken – those who said: He was born on Friday 17 [nights] having passed of Rabī’Awwal.

    Date #3: Monday 2 Rabī’ al-Awwal
    فَقِيلَ : لِلَيْلَتَيْنِ خَلَتَا مِنْهُ
    It has been said: two nights having passed of it.

    Date #4: Monday 8 Rabī’ al-Awwal
    وَقِيلَ : لِثَمَانٍ خَلَوْنَ مِنْهُ
    And it has been said: eight [nights] having passed of it.

    Date #5: Monday 10 Rabī’ al-Awwal
    وُلِدَ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يوم الاثْنَيْنِ لِعَشْرِ لَيَالٍ خَلَوْنَ مِنْ شَهْرِ رَبِيعٍ الأَوَّلِ…
    The Messenger of Allah was born on Monday, ten nights having passed in the month of Rabī’ al-Awwal.
    وَقِيلَ : لِعَشْرٍ خَلَوْنَ مِنْهُ نَقَلَهُ
    It has been said: ten [nights] having passed of it.

    Date #6: Monday 22 Rabī’ al-Awwal
    وَقِيلَ : لِثَمَانٍ بَقِينَ مِنْهُ
    And it has been said: Eight [days] remaining in it.

    Date #7: Monday 12 Ramaḍān
    حُمِلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عَاشُورَاءَ الْمُحَرَّمِ ، وَوُلِدَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ لِثِنْتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ ، سَنَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ مِنْ غَزْوَةِ أَصْحَابِ الْفِيلِ
    She was pregnant with the Messenger of Allah on ‘Ashūra of Muḥarram, and he was born on Monday 12 nights having passed in the month of Ramaḍān, in year 23 of the raid of the people of the elephant.

    Date #8: 20 Nissan
    وَذَكَرَ السُّهَيْلِيُّ أَنَّ مَوْلِدَهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانَ فِي الْعِشْرِينَ مِنْ نِيسَانَ.
    Al-Suhaylī has reported that his birth, peace be upon him, was on 20 Nissan.

    Mawlidu An-Nabiyyi (مَولِد النَّبِي‎‎), is the observance of the birthday of the Prophet Muhammad (pbuh). In broad terms, the 12th Day of Rabī’ al-Awwal is the accepted date among most of the Sunni scholars, while Shi’a scholars regard 17th of Rabī’ al-Awwal as the accepted date.

    The date of Muhammad’s (pbuh) birth is a matter of contention since the exact date is unknown and is not definitively recorded in the Islamic traditions. The issue of the correct date of the Mawlid is recorded by Ibn Khallikan as constituting a very early, proven disagreement among the scholars. Because there are many alternative dates, it is often considered that effectively the birth year or date is unknown.

    I would like to suggest a different solution. Rather than assuming the ahadith are speaking generally and not accurately, I suggest the ahadith are very accurate.

    First point:
    In broad terms we see that the hadith listed above tend to favor Rabī’ al-Awwal as well as a Monday. In several hadith, the Prophet (pbuh) mentioned he was born on a Monday (Muslim 6.2603, Muslim 6.2606).

    The inclusion of a Hebrew month, brought by Ibn Kathir, is very significant because the Hebrew Calendar and the Islamic Calendars do not always coincide.

    20 Nissan (30 days)
    – 570CE Friday, AM calendar = 18 Safar AH Calendar
    – 571CE Tuesday, AM calendar = 17 Safar AH Calendar
    – 572CE Tuesday, AM calendar = 19 Rabī’ al-Awwal AH Calendar*
    – 573CE Sunday, AM calendar = 20 Rabī’ al-Awwal AH Calendar
    – 574CE Thursday, AM calendar = 19 Rabī’ al-Awwal AH Calendar
    – 575CE Tuesday, AM calendar = 18 Rabī’ ath-Thani AH Calendar

    *The night before 19 Rabī’ al-Awwal in 572 CE would be Monday, 18 Rabī’ al-Awwal.

    Since the Hijri calendar was not yet in use, we can assume that the date of Rabī’ al-Awwal is according to the mathematical tabular calendar explained in detail by Al-Biruni and used by most historians and scholars of ahadith. Also the Hebrew calendar had been replaced by a mathematical calendar about two centuries previously. Using mathematics, we see that Nissan and Rabī’ al-Awwal only coincided during the years 572, 573 and 574 CE. Only in the first two of these three dates, did the day fall close to being a Monday.

    If we take 572 CE as the year,this agrees with the age of the Prophet Muhammad (pbuh) at the time of Hijrat, age 53 (-51 AH to 1 AH inclusive).

    As an aside, it would be possible to consider that Rabī’ al-Awwal was the name of a lunar-solar month of the calendar used during Jahiliyyah, but then it would correspond to Kislev, a winter month, as the name “Rabī’ al-Awwal” (first rains) implies. This would not be compatible with the Nissan and Ramadan dates.

    Second point:
    Monday 12 Rabī’ al-Awwal*
    – 570CE Sunday, AH calendar
    – 571CE Friday, AH calendar
    – 572CE Tuesday, AH calendar
    – 573CE Saturday, AH calendar
    – 574CE Thursday, AH calendar
    – 575CE [Monday], AH calendar
    *actually end Rabī’ al-Awwal-12 = 18 Rabī’ al-Awwal
    actually end Rabī’ al-Awwal-12-1 = 17 Rabī’ al-Awwal
    actually end Rabī’ al-Awwal-12+1 = 19 Rabī’ al-Awwal

    One of the most popular dates for the birth of the Prophet (pbuh) is 12 Rabī’ al-Awwal. At first glance we can see that it does not fall on a Monday until 575 CE. In addition it falls in the first half of the month, whereas the Nissan date falls in the second half of the month. So either we through out the Nissan date or we explore another possibility.

    I propose that the 12 days was not from the beginning of the month but actually from the end of the month. And because of the inherent ambiguity of counting a span of dates, (whether to exclude the beginning and end dates, to exclude the beginning date, or to include both the beginning and end dates) we are left with three possibilities: 17th, 18th or 19th of Rabī’ al-Awwal.

    Of course 17 Rabī’ al-Awwal is the other most popular date for the birth of the Prophet (pbuh) and this would imply that one date is the complement of the other, together with the birth date itself adding up to 30 days.

    In this case it is temping to say that perhaps the 17 was measured from the end of the month and the 12 from the beginning, but this has several problems. 1) The Nissan date seems to indicate an event after the middle of the month. 2) When relative dates were used, they were the closest to the beginning, middle or end of the month. 17 is a large number when 2 (from the middle) or 12 (from the beginning) could be used. 3) We have a hadith that says 2 Rabī’ al-Awwal.

    Third point:
    Monday 2 Rabī’ al-Awwal *
    570CE Thursday, AH calendar
    571CE Tuesday, AH calendar
    572CE Saturday, AH calendar
    573CE Wednesday, AH calendar
    574CE [Monday], AH calendar
    575CE Friday, AH calendar
    * actually mid Rabī’ al-Awwal+2 = 17

    As mentioned above, I propose that this hadith was not mistaken, but was a relative date. The possibilities are 15-2=13, 15+2=17, 30-20=28. Of these possibilities, the 17th seems to be reoccurring.

    Friday 17 Rabī’ al-Awwal (30 days)
    570CE Friday, AH calendar
    571CE Wednesday, AH calendar
    *572CE Sunday, AH calendar
    573CE Thursday, AH calendar
    574CE Tuesday, AH calendar
    575CE Saturday, AH calendar
    *The night after 17 Rabī’ al-Awwal in 572 CE would be Monday, 18 Rabī’ al-Awwal.

    mistakenly assumed to be in 570 CE, giving Friday There is a specific hadith that says the 17 Rabī’ al-Awwal. But this date does not fall on a Monday during any year from 570-575CE. Indeed the hadith says it was a Friday. I would propose that the 17-18th is the correct date for 572 CE the correct year. However because it was assumed that the year was exactly 570 CE, it was calculated that this was a Friday.

    Fourth point:
    Monday 10 Rabī’ al-Awwal *
    570CE Friday, AH calendar
    571CE Wednesday, AH calendar
    572CE Sunday, AH calendar
    573CE Thursday, AH calendar
    574CE Tuesday, AH calendar
    575CE Saturday, AH calendar
    * actually end Rabī’ al-Awwal-10-2 = 18 Rabī’ al-Awwal

    As mentioned above, when giving a span of dates it is possible to be inclusive or exclusive of the beginning and end dates. I propose that this hadith is the same as “Monday 12 Rabī’ al-Awwal” except that it is exclusive and the 12th date is inclusive, both yielding Monday 18 Rabī’ al-Awwal.

    Fifth point:
    The desire to have the birth of the Prophet (pbuh) fall exactly in year close to 570 CE seems to be very strong. If we say that the birth of the Prophet (pbuh) was on the second Monday either from the beginning or the end of the month, in year 570 CE, we come up with these dates.

    Monday 8 Rabī’ al-Awwal
    570CE Wednesday , AH calendar
    * 571CE [Monday], AH calendar
    572CE Friday, AH calendar
    573CE Tuesday, AH calendar
    574CE Sunday, AH calendar
    575CE Thursday, AH calendar
    * Second Monday in the wrong year, 571 CE

    Monday 22 Rabī’ al-Awwal
    570CE Wednesday, AH calendar
    * 571CE [Monday], AH calendar
    572CE Friday, AH calendar
    573CE Tuesday, AH calendar
    574CE Sunday, AH calendar
    575CE Thursday, AH calendar
    * Next to last Monday in the wrong year, 571 CE

    Sixth point:

    Monday 12 Ramaḍān (Iyyar) *
    570CE Saturday, AM calendar = 11 Rabī’ al-Awwal AH Calendar
    571CE Wednesday, AM calendar = 10 Rabī’ al-Awwal AH Calendar
    572CE Wednesday, AM calendar = 11 Rabī’ ath-Thani AH Calendar
    573CE [Monday], AM calendar = 12 Rabī’ ath-Thani AH Calendar
    574CE Friday, AM calendar = 11 Rabī’ ath-Thani AH Calendar
    575CE Wednesday, AM calendar = 11 Jumada l-Ula AH Calendar
    * Translating Rabī’ al-Awwal to Hebrew calendar in 570 yields Iyyar (Ramadan) actually end Rabī’ al-Awwal-12 = 18.

    The first thing that one notices is that date only falls on a Monday in 573 CE. Assuming that “Ramaḍān” is actually the name of a lunar-solar month of the calendar used during Jahiliyyah, we see that it corresponds to Rabī’ al-Awwal during 570 and 571 CE. Indeed it appears that based on the hadith Nissan became Rabī’ al-Awwal in 572 CE, but this was mistakenly backwards translated from Rabī’ al-Awwal to Iyyar (Ramaḍān) assuming that the year was 570 CE.

    Conclusion:
    Thus all these hadith can be reconciled. They can be said to point to a single date, 17th of April 572 CE (17th of Rabī’ al-Awwal) after sundown which is technically a Monday, coinciding with the 20th of Nissan before sundown, two nights after to the full moon of Rabī’ al-Awwal and 12 days before the end of the month. If one recalculates to the 12 of Rabī’ al-Awwal in 570 CE, it corresponds to Ramadan (Iyyar). If one recalculates to the second Monday in 571 CE, it corresponds to either the 8th or 22 of Rabī’ al-Awwal.

    Setelah di teliti,maka jelas yang paling hampir ialah antara 8 – 12 Rabiul Awwal. Rabbi Ben Abrahamson berpendapat bahawa semua tarikh boleh didamaikan mengikut Sanadh Seerah dan dia berpendapat bahawa yang paling rasional adalah antara 08 Rabiul Awal hingga 12 Rabiul Awal.

    Jika kita mengira kepada 12 Rabīul Awwal pada 570 Masihi,ia sepadan dengan Ramadan (Iyyar). Jika kita mengira semula kepada Isnin kedua pada sekitar 571 Masihi,ia sepadan dengan sama ada 8 atau 22 Rabīul Awwal. Dan dua (02) argument ini sahaja yang bertepatan dengan kewafatan ayahnya (Abdullah) yang mana wafatnya Abdullah pada sekitar pertengahan antara tahun 569 – 570 Masihi yang mana antara dua (02) bulan hingga tujuh (07) bulan sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Sungguhpun tidak secara tepat (Accurate) mutlak,namun Islam tidak bermasalah dalam hal ini. Tidak seperti Kristian yang mana Bible menceritakan keadaan sebaliknya. Bukti bahawa Kitab anda sendiri mempertikai kelahiran Jesus Christ pbuh (Mawlid Eesa Al-Masih) pada 25 December sekaligus menyokong dalil Quran (Maryam 19:19-26) bahawa Eesa Al-Masih tidak dilahirkan pada 25 December dan cuaca musim sejuk bersalji.

    Dalam Quran Surah Maryam 19:19-26 dan Bible Gospel of Luke 2:8-11 menceritakan situasi yang sama waktu kelahiran Jesus yang mana jika dilihat dari sudut konteks ayat naqli kedua-dua kitab,waktu kelahiran Jesus bukan waktu musim sejuk….mengapa?? Sebab kambing-kambing diceritakan dalam Luke dalam keadaan segar dan suasana cuaca yang digambarkan dalam Bible BUKANLAH musim sejuk bersalji..

    Waktu 25 December merupakan waktu sejuk. Kalau 25 december adalah tarikh yang benar Jesus dilahirkan,makanya kambing-kambing yang diceritakan dalam ayat Luke termasuk gembala akan mengalami renjatan kesejukan seterusnya membeku keras termasuk Ibu Jesus – Maria,Joseph serta Jesus sendiri akan turut mengeras beku di dalam kandang lembu yang terbuka luas.

    Maka jelas kesalahan mandatori bahawa Jesus BUKAN lahir 25 December yang bertentangan dengan maklumat Bible Kristian sendiri. Jika tarikh kelahiran bertentangan dengan apa yang disampaikan dalam Bible,mengapa Kristian tidak mencari alternatif lain untuk mengkaji tarikh lahir sebenar Jesus Christ pbuh??

    Eastern Orthodox Kristian menafikan kelahiran Jesus pada 25 December dan mereka telah menetapkan dan merayakan Mawlid Eesa Al-Masih pada setiap 07 January. Jadi dalam Kekristianian sendiri ada percanggahan besar antara sesama mazhab sedangkan Kristian akui bahawa kalian semua dibimbing Ruh Kudus. Apabila Eastern Orthodox menetapkan kelahiran Jesus pada setiap 07 January,apakah mereka salah dan tidak dibimbing Ruh Kudus?

    Untuk pengetahuan anda dan Kristian yang lain,tarikh 25 December adalah tarikh kelahiran Dewa-dewa Pagan yang dianggap Tuhan,antaranya ialah :
    – Mithras
    – Horus
    – Attis
    – Dionysus the son of Zeus
    – Tammuz
    – Hercules
    – Perseus
    – Helios
    – Bacchus
    – Apollo
    – Jupiter
    – Sol Invictus “The Unconquered Sun”
    – Krishna
    – Hermes
    – Zarathrustra
    – Adonis

    Saya boleh sahaja jelaskan semua ini secara terperinci namun bab tersebut akan dijelaskan dalam artikel yang lain. Walau bagaimana pun,saya akan berikan sumber sahih dari Exegess yang membuktikan bahawa tarikh 25 December bukanlah kelahiran junjungan agung – Nabi Eesa Al-Masih pbuh (Jesus Christ pbuh) tetapi kelahiran tokoh-tokoh yang dianggap Dewa/Tuhan di era Pagan Jahilliyyah :
    – http://unexplainedmysteriesoftheworld.com/archives/the-mystery-of-the-pagan-origin-of-christmas-jesus-was-not-born-on-december-25th-but-a-whole-bunch-of-pagan-gods-were
    – https://www.ancient-origins.net/news-general/why-christmas-held-25th-december-001161
    – https://www.worldbulletin.net/news-analysis/christmas-before-christ-december-25-and-paganism-h125609.html
    – http://www.badnewsaboutchristianity.com/heretication/_enjoyment.html
    – http://www.badnewsaboutchristianity.com/df0_nativity.htm
    – http://www.badnewsaboutchristianity.com/bd0_ideas.htm
    – http://www.badnewsaboutchristianity.com/gbc_heretics.htm
    – http://www.badnewsaboutchristianity.com/ged_enjoyment.htm
    – https://www.bismikaallahuma.org/christianity/pagan-origins-of-christmas/
    – https://www.bismikaallahuma.org/bible/jesus-birth-narratives/
    – https://malay.bismikaallahuma.org/2009/islam-dan-hari-krismas/
    – https://muslimcommentaryofbible.wordpress.com/10-the-birth-of-jesus/
    – http://www.answering-christianity.com/a_t/christian_holiday.htm
    – http://www.answering-christianity.com/sake14.htm
    – https://www.islam21c.com/theology/173-christmas-and-the-paganisation-of-christianity/
    – http://www.muslimtents.com/aminahsworld/Christmas.html
    – http://www.tubeislam.com/video/2315/be-muslim-in-christmas
    – https://www.islamnewsroom.com/news-we-need/2166-santa-fraud-fake-pagan-god-exposed
    – https://www.missionislam.com/comprel/christmasexperience.html
    – https://www.islamawareness.net/Christianity/Christmas/what.html
    – https://www.islamreligion.com/articles/11331/pagan-origins-of-christmas/

    Maka harap anda dan Kristian lain berfikir kelahiran siapa yang kalian sambut pada 25 December. Jangan lupa,permulaan sambutan perayaan kelahiran Jesus Christ pbuh pada 354 Masihi oleh Valentinus. Maknanya Early Christian dahulu tidak pernah menyambut kelahiran Jesus (Christmas) dan 300 tahun lebih selepas keangkatan Jesus Christ pbuh baru dilaksanakan menyambut kelahiran baginda (Jesus).

    Missionary menulis,
    Nah, lucu bukan mengapa para Muslimin melontarkan protes bahwa tanggal “Hari Natal” bukanlah tanggal yang sebenarnya dari kelahiran YESUS KRISTUS, sementara tanggal kelahiran Muhammad junjungan mereka sendiri keliru terus dalam penetapan perhitungannya.

    MAKANYA BERCERMIN LEBIH DULU SEBELUM MENILAI WAJAH DAN SOSOK ORANG LAIN. TAPI INGAT, JGN JUGA SAMPAI PADA BURUK WAJAH DAN SOSOK SENDIRI CERMIN DIBELAH…. NANTI BISA JADI BUMERANG DAN MALU-MALUIN DIRI SENDIRI.

    Response :
    Yang melucukan adalah kecetekan ilmu anda yang hanya mencuba mencari kesalahan kelahiran Muhammad SAW tetapi tidak mencari jalan untuk selesaikan isu kelahiran “tuhan” anda. Kami tidak keliru sedikit pun mengenai hal tersebut dan isu khilaf tarikh Mawlid Ar-Rasul Muhammad SAW tidak menjadi masalah dalam Islam. Semua yang anda hujahkan telah dijawab dan saya berharap anda mampu selesaikan isu masalah kelahiran Jesus Christ pbuh yang anda anggap “tuhan” itu.

    Sebelum kami membuat serangan terhadap masalah tarikh kelahiran Jesus,kami telah pun bersiap bekalan untuk berhujah fakta ilmiah menangani isu tarikh kelahiran Muhammad SAW kerana kami tahu taktik Kristian bahawa pihak anda sememangnya akan cuba alih perhatian untuk mencuba mencari kesalahan Muhammad SAW dan Islam setelah tidak mampu selesaikan pelbagai kesalahan dan permasalahan dalam Kekristianian. Saya berharap anda belajar sedar diri dengan ambil pengkajian seiring kerendahan hati untuk mencari kebenaran. Terimalah hakikat bahawa Kristian bukanlah agama yang benar dan Kristian bukan menyambut kelahiran Jesus tetapi Anti-Christ @ Al-Masihu Dajjal yang di angkat sebagai “Tuhan Pagan”.

    KESIMPULAN
    Jelas bahawa tarikh kelahiran Muhammad SAW adalah di antara 8 hingga 12 Rabiul Awwal dan semua Hadith serta Atsar boleh di damaikan bertepatan dengan sejarah waktu masa. Bukti kebenaran kalender bulan Hijrah apabila diserasikan dengan kalender bulan Hebrew.

    Sehingga kini,Kristian masih gagal untuk selesaikan bila tarikh kelahiran sebenar Jesus Christ pbuh walhal di akui ramai saksi dan dibimbing Ruh Kudus serta Kristian gagal membuktikan tarikh kelahiran 25 December tidak serasi seperti apa yang Bible sampaikan. Sebaliknya Bible mendukung kebenaran Quran dalam hal tentang kelahiran Jesus Christ pbuh. Sekali lagi saya ingin berikan peringatan….kelahiran siapakah yang Kristian sambut pada 25 December??

    pesan Jesus Christ pbuh :
    “Jikalau kamu tetap dalam sabdaku,kamu benar-benar adalah muridku.dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
    [John 8:31-32]
    – memerdekakan anda dari kekufuran…

    pesan Rasullullah Muhammad SAW :
    “Terimalah kebenaran itu walau ianya pahit..”
    [Hadith Sahih Bukhari dan Tirmizi]

    Firman Allah Azza’Wa’Jalla :
    “Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan.Sesungguhnya kebatilan itu sememangnya pasti lenyap.”
    [Al-Isra’ 17: 81]

  • Menjawab tuduhan Anti Islam – “Muhammad seorang pembohong.”

    Menjawab tuduhan Anti Islam – “Muhammad seorang pembohong.”

    Reading Time: 22 minutes

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Saya menerima satu kiriman dalam email dari seorang sahabat saya pada 25 September 2019 yang mana kiriman itu dari seorang Kristian golongan Anti-Islam. Tajuk kiriman tersebut adalah “Muhammad seorang pembohong dan umat Islam adalah warisan kebodohannya”.

    Dalam kandungan kiriman tersebut mengandungi hujatan fitnah terhadap Junjungan Nabi Muhammad SAW dan Islam. Disini kita akan berikan response menjawab fitnah terhadap kiriman dari Anti-Islam tersebut. Semoga bermanfaat~

    Anti-Islam menulis :
    Sebelum Anda mengomentari TS saya, silahkan dibaca uraiannya secara cermat terlebih dahulu. Saya harap Anda bisa memberikan komentar atau sanggahan yang BERBOBOT, BUKAN asal membuang kata.

    Response :
    Jangan risau,kami (muslim) sentiasa membaca penjelasan dari pihak anda sebelum memberikan jawapan maklumbalas. Setelah saya membaca penjelasan anda,tidak ada yang benar ilmiah fakta tetapi hanya sekadar hujatan fitnah atas dasar kejahilan dalam kekufuran anda. Tapi tidak mengapa,saya akan memberikan sanggahan ilmiah terhadap penjelasan anda.

    Anti-Islam menulis,
    UMAT Islam ndak diperkenankan untuk bertanya secara cerdas soal Allah, Al-Quran, dan Ajaran MuhamMAD. Mereka hanya diminta untuk nt begitu saja setiap perkataan Ulama / Ustadz atau Guru-guru agama, dilatih menghafal Al-Quran mengaji tanpa tahu isi dan makna yang terkandung di dalamnya. Maka jangan heran kalau mereka terpaksa terlibat di dalam setiap Diskusi Lintas Agama, mereka cenderung MEMFITNAH, MENGHUJAT atau MENGHAKIMI saja.

    Response :
    Ok bagus……mari kita bantu berikan pencerahan agar tidak kelihatan bodoh :

    Berkenaan fitnah kononnya “Islam melarang untuk bertanya dan wajib taat apa yang diajarkan” telah dijawab disini :
    – https://muftiwp.gov.my/ms/artikel/irsyad-fatwa/irsyad-fatwa-umum/3109-irsyad-al-fatwa-siri-ke-291-banyak-bertanya-dalam-konteks-seorang-pelajar

    Namun tidak mengapa,saya jelaskan secara sederhana disini. Dalam Islam telah menerangkan bahawa jika kita tidak berpengetahuan atau jahil terhadap sesuatu,maka bertanyalah kepada yang ahli yang berpengetahuan terhadap sesuatu bidang atau perkara. Quran memberitahu secara berikut :

    “Bertanyalah kepada orang yang memiliki pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.”
    [An-Nahl 16:43]

    Ayat di atas jelas memberitahu bahawa jika ada kemusykilan atau ketidaktahuan,maka diperintahkan untuk bertanya atas tujuan untuk mempelajari agar mendapat pengetahuan. Jika pertanyaan itu disandarkan di atas asbab ingin mencari ilmu,maka diperintahkan serta amat digalakkan untuk bertanya.

    Tetapi jika pertanyaan itu disandarkan atas tujuan mengejek,menyindir,menguji dan tidak bermanfaat ke atas diri sendiri serta kepada orang lain dalam suatu komuniti masyarakat,maka dilarang untuk bertanya seperti saranan dalil Quran seperti berikut :

    “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu bertanyakan kepada Nabi perkara-perkara yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu bertanya mengenainya ketika diturunkan Al-Quran,tentulah akan diterangkan kepada kamu. Allah maafkan kamu dari kesalahan bertanyakan perkara-perkara itu kerana Allah Maha pengampun lagi Maha penyabar.”
    [Al-Maidah 5:101]

    “…Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa kerana banyak bertanya dan berselisih dengan para nabi…”
    [Hadith Sahih Bukhari No.7288 dan Muslim]

    Berkenaan Quran surah Al-Maidah 5:101,ayat tersebut turun ketika para Sahabat kerap bertanyakan kepada Nabi sesuatu yang mereka ingin tahu tetapi hakikat jawapan yang akan diberikan membawa kesusahan kepada Nabi untuk menjawab dan berat untuk mereka menerima dikhuatiri akan menyakitkan hati mereka bahkan persoalan tersebut tidaklah membawa manfaat untuk diri sendiri dan kepada orang lain serta tidak berkaitan dengan pencarian ilmu dalam mengikuti syariat ajaran agama. Asbab An-Nuzul ayat tersebut seperti berikut :

    dari Anas bin Malik R.A,dia berkata :
    “Para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW sehingga mereka terlalu berlebihan dalam bertanya. Kemudian baginda menaiki mimbar seraya berkhutbah yang belum pernah aku mendengarnya sama sekali sebelumnya. Baginda bersabda: :
    “Tidaklah kalian bertanya kepadaku pada hari ini tentang sesuatu, melainkan aku akan menjelaskannya kepada kalian. Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui,niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

    Maka para sahabat menutupi wajah mereka seraya menangis. Kemudian ada seseorang yang bertanya: “Siapakah ayahku?” Beliau menjawab: “Ayahmu adalah Hudzaifah”. Maka turunlah ayat kepada Rasullullah SAW,”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu bertanyakan kepada Nabi perkara-perkara yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu.” (Al-Maidah 5:101)
    [Hadith Sahih Bukhari dan Muslim No.4352]

    Analogynya sama seperti seandainya Jesus Christ pbuh datang ke dunia ini lalu kamu bertanyakan kepada baginda (Jesus) dengan pelbagai pertanyaan yang tidak bermanfaat dan tidak keperluan untuk bertanya sehinggalah kamu tanyakan soalan mengenai kedudukan kamu di Akhirat namun Jesus rasa keberatan susah untuk menjawabnya. Apakah maksudnya Jesus tidak tahu jawapannya ATAU Jesus tidak mahu kamu mengetahui jawapan tersebut agar kamu tidak rasa sakit atau terbeban untuk menerima jawapan darinya dan tidak inginkan kamu terlalu sibuk dengan perkara yang tidak bermanfaat untuk kamu??

    Sebab itu ayat seterusnya (Al-Maidah 5:102) mengatakan,
    “Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu kemudian mereka tidak menerimanya.”
    [Al-Maidah 5:102]

    Berkenaan dengan hadith sahih Bukhari No.7288,Imam An-Nawawi dalam Syarh Matan Arba’in menjelaskan ada tiga macam bentuk pertanyaan iaitu :
    * Pertama – pertanyaan orang awam tentang kewajiban dalam ajaran agama.
    * Kedua – pertanyaan tafaqquh Af-fiddin (pendalaman agama).
    * Ketiga – pertanyaan tentang sesuatu yang tidak bermanfaat baik untuk diri sendiri mahupun orang lain. Inilah yang dimaksud dalam hadith di atas.

    Maka jelas bahawa Islam melarang untuk bertanya sesuatu yang mengandungi unsur mengejek,menyindir dan tidak membawa manfaat untuk diri sendiri,orang lain dan untuk suatu komuniti masyarakat dalam pencarian ilmu. Kaum zaman terdahulu binasa disebabkan selalu bertanyakan soalan-soalan yang bukan sahaja tidak logik kepada soalan tersebut tetapi soalan yang diajukan itu adalah atas tujuan untuk mencerca,menyindir,menguji dan mengejek ajaran para Nabi.

    Ada soalan atau kemusykilan yang mana kita tidak tahu tetapi bermanfaat untuk diri kita dan untuk orang lain,maka Islam menyuruh untuk bertanya kepada orang yang berpengetahuan (An-Nahl 16:43) tetapi soalan-soalan atau kemusykilan yang tidak mendatangkan kebaikan kepada diri sendiri dan kepada orang lain bukan atas dasar mencari ilmu dan ditambahkan lagi mempertanyakan soalan itu atas tujuan untuk mencari kesalahan-kesalahan atau mencerca,maka itu adalah dilarang. Jika anda adalah seorang Professor Mathematic 16 sijil Ph.D lalu saya tanyakan soalan “1+1 berapa” kepada anda atas tujuan untuk menyindir anda,apakah anda akan melayani soalan saya?

    Diriwayatkan oleh Mu’awiyah :
    “Nabi melarang bertanyakan soalan yang isinya menjengkelkan dan ejeken.”
    [Hadith sahih Sunan Abu-Dawud No.25/3648]

    Anda seharusnya lihat dalam corak pendidikan dalaman agama anda. Dalam pendidikan kegerejaan kekristianian sendiri melarang untuk bertanyakan sesuatu yang melebih-lebih sehinggakan keluar kenyataan dari lisan pendeta-pendeta Kristian menyatakan bahawa orang yang banyak bertanya wujudnya keraguan disebabkan tidak ada bimbingan Ruh Kudus dan mengundang banyak hasutan syaitan dalam hati. Kristian banyak tanya dan banyak ragu,maka hukumnya berdosa. Disini saya berikan bukti kenyataan tersebut disini (pengakuan dari Ex-Biarawati Christian Hj.Irena Handono) :
    – https://www.youtube.com/watch?v=cX6hcshbUnU
    (Part 1)

    – https://www.youtube.com/watch?v=RIzJuoqHm5g
    (Part II)

    Itu baru sedikit bukti saya berikan. Anda boleh “membuang kata” membelit untuk menafikannya tetapi itulah hakikat yang terjadi dalam ajaran Kekristianian anda. Maka sebab itu mengapa banyak persoalan-persoalan dan kemusykilan-kemusykilan dalam ajaran Kristian masih tidak terjawab sehingga kini khususnya dalam bab doktrin Trinity,ketuhanan Jesus dan penyaliban serta kebangkitan Jesus.

    Dalam Bible Matthew 21:23-27,imam-imam kepala (Rabbi) dari Judah Israel bertanya kepada Jesus tentang dari berasal mana kuasa yang dilakukannya. Jesus Christ pbuh tidak menjawab pertanyaan tersebut malah mengajukan pertanyaan kepada mereka. Ini dipanggil sebagai konsep “Arotistexana” yang mana mengajukan soalan kepada si penanya asal untuk tujuan mengelak dari melayani soalan yang tidak bermanfaat dan tidak ada kepentingan bagi mereka. Maka sebab itu Jesus lanjutkan lagi dengan memberikan analogy dalam ayat setereusnya iaitu Matthew 21:28-40.

    Anti-Islam menulis,
    Jangan pernah berpikir bahwa “jawaban Anda sebaik apapun akan membuat mereka mengerti” orang-orang ini ndak dididik untuk berpikir, mereka hanya dilatih untuk patuh pada ajaran Islam, menghafal dan rajin mengaji.

    MENGAPA rata-rata orang Islam seperti itu ? Sebagai orang yang lahir di dalam lingkungan Islam, saya mengerti betul bahwa saudara-saudari kita ini TIDAK SALAH – sebab kebiasaan buruk ini adalah warisan dari Sang Nabi.

    Response :
    Dalam Islam ada disiplin atau Uslub dalam pembelajaran ajaran agama agar lebih mencapai pemahaman lebih baik. Saya berikan contoh dalam pengajian kitab agama antara Islam dan Kristian. Jika dibandingkan antara Quran dengan Bible,Quran lebih sukar dipelajari berbanding Bible. Ini kerana selain perikop (sistem pemahaman kegerejaan dalam pembacaan Alkitab),Bible hanya memerlukan empat (04) kaedah Hermeneutical Biblical iaitu :
    * Syntesis Principle
    * Contextuality Analysis
    * Early Christian Interpretation Formula
    * Assessment of the Original Text

    Sedangkan Quran memerlukan 21 Ilm’ul Furqan untuk mempelajari Quran. Itupun belum lagi termasuk bab Orthography,Kawayidh,Nahu Sorof,Balaghah dan Uslub Bagdadiyyah serta uslub Al-Mafzh Fi Ash-Shudr. Namun Islam melahirkan ramai muslim mampu menguasai ilmu,menghafaz ayat kalamullah dan mampu memberikan jawapan setiap kemusykilan.

    Berkenaan dengan hafalan dan hafazan,salah satu keunikan dan keistimewaan pendidikan dalam Islam yang tidak ada pada agama lain ialah Uslub Al-Mafzh Fi Ash-Shudr yang telah diterapkan dari sejak zaman Nubuwwah Muhammad SAW seterusnya zaman para Sahabah sehinggalah zaman ini. Kaedah ini antara salah satu corak perluasan dalam pengembangan ilmu dan penjagaan agar tidak hilang. Apakah ada di antara Kristian yang mampu menghafal serta menghafaz ayat Bible walau hanya salah satu Gospel dari empat (04) Gospel??

    Dengan kaedah dan disiplin yang diterapkan,muslim dapat memperolehi jawapan melalui pengajian hafazan. Cetusan dari kaedah pembelajaran tersebut membolehkan muslim berfikir dengan skala lebih luas sehinggakan setiap persoalan atau kemusykilan yang ringkas,muslim mampu menjelaskan jawapan kepada setiap persoalan dan kemusykilan tersebut sehingga berkitab-kitab. Maka sebab itu mengapa Islam merupakan agama yang benar dan sempurna kerana Islam sentiasa memberikan jawapan insaniyyat (kecuali persoalan yang melibatkan Samiyyat).

    Dengan pembuktian apa yang disampaikan,saya kuatkan dengan quote dari Falsafah Francis – Gustave Le Bon sendiri mengatakan seperti berikut,
    “Arabs who cause us to have a civilized, because they are our teacher for six centuries. If the Arabs had taken over France, then Paris would have become like Cordova in Spain, a centre of civilization and knowledge, where the man in the street was able to read and write and even compose poetry at a time when the kings of Europe did not even know how to write their names!”
    [Gustave Le Bon – The Civilization of the Arabs p.339]

    Jadi dimana bukti muslim di ajar hanya sekadar untuk patuh dan menghafal tanpa mengkaji dalam penerapan didikan untuk berfikir dengan lebih luas??

    Anti-Islam menulis,
    APA yan diwariskan oleh guru yang BODOH kepada muridnya kalau bukan KEBODOHAN juga ? Ya, MuhamMAD katanya adalah seorang yang “ummi”, yang artinya bodoh – sebab tidak tahu baca tulis, dan sampai matinya juga tidak tau baca tulis. Sementara orang-orang di sekeliling dia, hampir semua tau baca tulis. Itu artinya, muhamMAD TIDAK PUNYA NIAT UNTUK MAJU, karena tidak satupun literatur islam melaporkan, bahwa muhamMAD BELAJAR menulis dan membaca.

    Apakah kebodohan itu yang diwariskannya ? Tunggu dulu. Jangan mudah percaya ! Pertanyaan yang paling penting adalah: Apa benar muhamMAD ndak tahu baca tulis ? Hanya orang BODOH saja yang dengan mudah percaya bahwa muhamMAD itu ndak tahu baca tulis.

    Yakinlah, alasan “tidak tahu baca tulis” ini digunakan oleh muhamMAD untuk membenarkan KEBOHONGAN-nya bahwa Al-Quran ndak ditulis oleh dirinya melainkan diturunkan langsung dari Allah.

    Response :
    01 – Hahahahaha…kebodohan bertingkat-tingkat nampaknya….perkataan Arabic “Ummiy” BUKAN bererti bodoh tetapi membawa maksud :
    * Tidak dapat membaca dan menulis (buta huruf)
    * Tidak memiliki kitab suci.
    * Tidak tahu isi kitab
    * boleh cakap tidak menulis.

    “Bodoh” dalam Arab dipanggil “ghabi” (غبي) atau “majnun” (مجنون) atau “mughfil” (مغفل). Jika mahu berhujah,mohon menggunakan akal bukan melalui emosi kebencian. Anda mahu saya menanggapi hujah anda dengan ilmiah tetapi anda sendiri berhujah dengan asal “membuang kata”. Kebodohan apakah ini??

    02 – Sungguhpun Nabi seorang buta huruf namun baginda di bimbing oleh Tuhan sendiri dengan wahyu. Menjadi seorang yang memiliki Kebijaksanaan dan berpengetahuan disebabkan ilmu bukan disebabkan kesempurnaan pancaindera. Ada orang cacat seperti Stephen Hawking yang mengalami motor neuron tetapi memiliki lebih 200IQ sedangkan dia tidak mampu menulis dan bercakap. Seorang tokoh Greek iaitu Homer (“Ὅμηρος”) yang merupakan seorang buta matanya tetapi menjadi penyair agung dan semua syairnya ditulis semula oleh para penulis Syair.

    Helen Keller merupakan seorang buta dan pekak tetapi menjadi seorang pensyarah dan ahli politik. John Nash yang merupakan seorang pesakit mental Skizofrenia Paranoid tetapi mampu menjadi seorang pakar Matematik. Ludwig Van Beethoven yang merupakan seorang pekak selama 26 tahun tetapi mampu menjadi seorang komposer muzik terkenal. Dan banyak contoh-contoh manusia lain yang tidak memiliki kesempurnaan pancaindera dan memiliki kekurangan seperti manusia biasa (seperti buta huruf) tetapi mampu memiliki ilmu yang luar biasa dan mampu melakukan sesuatu yang di luar batasan manusia biasa. Maka Muhammad SAW adalah orang yang termasuk dalam keistimewaan tersebut.

    Bayangkan lahirnya orang yang buta huruf mampu 1400 tahun lalu mengubah corak hidup Arab Pagan Jahilliyyah mengaku Utusan Tuhan,mengikuti peperangan kerana menegakkan kebenaran,menunjukkan pelbagai mukjizat,membawa risalah agama sehingga sempurna syariat ajaran Tuhan tersebut seterusnya berkembang ke seluruh dunia yang mana 1.8 Billion manusia mengikutinya. Bukankah itu satu perkara yang luar biasa??

    Seorang yang buta huruf mampu membawa wahyu kitabullah yang mengandungi mukjizat antaranya ialah kandungan kitabnya memiliki kefasihan bahasa yang tinggi dan setiap isinya selaras bertepatan dengan sains,matematik,sejarah masa lalu dan fakta ilmiah di masa kini. Disini saya berikan sumber antara bukti mukjizat Quran yang bertepatan dengan fakta ilmiah yang mana TIDAK ADA SESIAPA yang mampu membantahnya secara mutlak :
    – http://www.answering-christianity.com/fakir60/index.html?fbclid=IwAR2l14W8WSQjMwir9GVCHdAkUpKrhBN67pDF1L_tdfnRwU3F8XUnRnoV7gxnzMT79GoA
    – https://www.kalamullah.com/Books/The%20Unchallengeable%20Miracles%20of%20the%20Quran.pdf
    – https://www.muslim-library.com/dl/books/English_The_Miracles_of_The_Quran.pdf
    – http://www.islamicbulletin.org/free_downloads/quran/the_miracle_of_miracles_deedat.pdf

    Bahkan pihak anda dari Exegess Christianity sendiri mengakui kebenaran Nubuwwah Muhammad dan kehebatan Quran :
    – https://unveiling-christianity.net/2016/03/01/christian-scholars-begun-accept-prophet-muhammad/

    Seorang penulis buku The 100 “A ranking of the most influential person in history” iaitu Michael H.Hart menempatkan Muhammad SAW ditempat Pertama sebagai peneraju kepada seluruh tokoh di muka Bumi sepanjang sejarah. Disini saya berikan kenyataan beliau :
    “My choice of Muhammad to lead the list of the world’s most influential persons may surprise some readers and may be questioned by others but he was the only man in history who was supremely successful on both the religious and secular level.”
    [The 100 : A Ranking Of The Most Influential Persons In History,New York 1978, page 33]
    – http://www.iupui.edu/~msaiupui/thetop100.html?id=61

    Ada 48 tokoh cendikiawan Non-Muslim yang mengakui kebenaran Muhammad SAW dan menyanjungi kehebatan baginda (Muhammad SAW). Disini saya berikan beberapa kenyataan dari 48 pandangan dari tokoh Non-muslims terhadap Muhammad SAW :

    Alphonso De Lamartine
    “Philosopher, orator, apostle, legislator, warrior, conqueror of ideas, restorer of rational dogmas, the founder of twenty terrestrial empires and of one spiritual empire, that is Muhammad. As regards all standards by which human greatness may be measured, we may ask, is there any man greater than he?. If greatness of purpose, smallness of means, and outstanding results are the three criteria of human genius, who could dare to compare any great man in modern history with Muhammad? The most famous men created arms, and empires only. They founded, if any at all, no more than material power which often crumbled away before their eyes. This man merged not only armies, legislation, empires, peoples and dynasties but millions of men in one third of the inhabited world, and more than that, moved the altars, the gods, the religions, the ideas, the beliefs and the souls on the basis of a Book, every letter of which has become law. He created a spiritual nationality of every tongue and of every race.
    [Historie de la Turqu – Vol.2 page 76-77]

    Major A.Leonard
    “If ever any man on this earth has found God; if ever any man has devoted his life for the sake of God with a pure and holy zeal then, without doubt, and most certainly that man was the Holy Prophet of Arabia.”
    [Islam,its Moral and Spiritual Values – page 9 1909 London]

    William Montgomery Watt
    “His readiness to undergo persecutions for his beliefs, the high moral character of the men who believed in him and looked up to him as leader, and the greatness of his ultimate achievement – all argue his fundamental integrity. To suppose Muhammad an impostor raises more problems than it solves. Moreover, none of the great figures of history is so poorly appreciated in the West as Muhammad.”
    [Mohammad At Mecca,Oxford 1953,page 52]

    Reverend Bosworth Smith
    “…he was Caesar and Pope in one; but he was Pope without the Pope’s pretensions, and Caesar without the legions of Caesar. Without a standing army, without a bodyguard, without a palace, without a fixed revenue, if ever any man had the right to say that he ruled by a right Divine, it was Mohammed; for he had all the power without its instruments and without its supports.”
    [Mohammed and Mohammedanism,London 1874, page 235]

    Mahatma Gandhi
    “I wanted to know the best of the life of one who holds today an undisputed sway over the hearts of millions of mankind… I became more than ever convinced that it was not the sword that won a place for Islam in those days in the scheme of life. It was the rigid simplicity, the utter self-effacement of the Prophet the scrupulous regard for pledges, his intense devotion to his friends and followers, his intrepidity, his fearlessness, his absolute trust in God and in his own mission. These and not the sword carried everything before them and surmounted every obstacle. When I closed the second volume (of the Prophet’s biography), I was sorry there was not more for me to read of that great life.”
    [Young India – 1924]

    Leo Tolstoy
    “Muhammad has always been standing higher than the Christianity. He does not consider god as a human being and never makes himself equal to God. Muslims worship nothing except God and Muhammad is his Messenger. There is no any mystery and secret in it.”
    – http://viewsaboutmuhammad.blogspot.com/2012/10/leo-tolstoy.html
    – http://www.britannica.com/EBchecked/topic/598700/Leo-Tolstoy/13426/Conversion-and-religious-beliefs

    Bagaimana manusia yang buta huruf di tengah-tengah gurun pada 1400 tahun lalu boleh wujudkan kesempurnaan ilmu dalam kitab yang dia sendiri tidak mampu tulis dan membaca?? Bagaimana seseorang yang di benci dan di anggap pendusta,penyesat,bodoh dan Nabi Palsu boleh melakukan semua ini sehingga di akui kebenarannya selepas kewafatannya oleh Neutral Non-Muslims yang bijaksana??

    03 – Kita anggap sahaja Muhammad SAW tahu menulis dan membaca,itu masih tidak menjadikan bukti bahawa baginda mengarang Quran. Mengapa? Kerana di :
    * Dalam Quran surah Al-Haqqah 69:44-47 menyatakan bahawa jika Quran itu adalah karangan rekaan Muhammad SAW,maka tali jantungnya (Al-Watina) akan diputuskan oleh Tuhan serta merta. Jika benar Muhammad SAW yang menulis Quran,apakah logik dia meletakkan satu cabaran bodoh yang akhirnya akan memudharatkan dirinya sendiri?

    * Quran memiliki kefasihan (Eloquence) yang amat tinggi dan dapat dibaca dengan 07 ahruf dan 07 Qiraat dalam 26 Arabic dialect serta menjadi rujukan tatabahasa dari orang Arab termasuk ahli syair. Jika Muhammad SAW adalah penulis Quran,maka sumber dari mana Muhammad SAW pelajari sehingga dia dapat mengatur tatabahasa dan kefasihan Arabic yang begitu tinggi sedangkan dirinya bukan dari para tetua moyang Arab yang menguasai bahasa Arab Purba (Ancient Proto-Arabic @ Semetic Arabic)??

    * Dalam Quran ada satu surah bernama “Al-Lahab” atau “Al-Masad” yang mana kandungan surah itu merupakan kenyataan jaminan Abu Lahab di azab ke Neraka selamanya disebabkan tidak bertaubat dan tidak mengikuti segala ajaran Muhammad SAW. Surah itu diturunkan 10 tahun sebelum Abu Lahab meninggal dan selama 10 tahun Abu Lahab hidup,Muhammad SAW membacakan surah itu di hadapan Abu Lahab. Jika Abu Lahab bertaubat dan memeluk Islam mengikuti ajaran Muhammad SAW,maka pasti surah Quran itu menjadi salah. Namun ternyata Abu Lahab tidak bertaubat lalu mati dalam kekufuran. Jika Muhammad SAW sememangnya adalah penulis Quran,bagaimana baginda boleh tahu masa depan bahawa Abu lahab akan mati tidak menerima dan tidak mengikuti ajaran baginda??

    * Kebiasaannya penulis kitab akan memberitahu bahawa dirinya adalah penulis kitab tersebut (seperti contoh Gospel of Luke ditulis menurut Saint Luke),namun apakah terdapat dalam Quran bahawa Muhammad SAW menyatakan dirinya adalah pengarang/penulis Quran??

    * Dalam Quran ada cabaran kepada seluruh manusia serta Jinn untuk membuat satu kitab sama seperti Quran TANPA ada kecacatan sedikitpun dan sehingga kini,tidak ada sesiapa pun yang mampu membuat satu kitab sama seperti ciri-ciri Quran. Jika Muhammad SAW adalah penulis Quran,bagaimana baginda boleh tahu bahawa tidak akan ada manusia dan jinn membuat satu buku yang sama seperti Quran??

    Maka jelas Muhammad SAW BUKAN penulis/pengarang Quran.

    Anti-Islam menulis,
    Mengapa saya mengatakan itu BOHONG?

    Alasannya jelas: Banyak nama tokoh dan kisah di dalam Al-Quran sama persis dengan tokoh dan kisah yang ada dalam Kitab Taurat dan Injil. Apakah Allah Ta’ala yang MENCIPLAK semua itu dari kedua Kitab tersebut ? Tidak ada yang tahu.

    Response :
    Kerana setiap ajaran para Nabi itu sama yang mana mereka semua membawa risalah dari Tuhan Yang Satu….Satu ajaran dari Satu Tuhan…Jadi oleh sebab yang demikian mengapa Quran datang menceritakan sejarah para Nabi terdahulu dengan tokoh dan kisah yang ada dalam kitab-kitab sebelumnya. Saya ingin bertanya satu soalan :
    – Kamus edisi pertama,kamus edisi kedua,kamus edisi ketiga dan kamus edisi terkini,apakah kamus edisi terkini menciplak dari kamus-kamus sebelumnya?

    Anti-Islam menulis,
    MuhamMAD dan Islam ndak pernah mengakui bahwa ritus-ritus di dalam ajarannya berasal dari kelompok pagan. Ia dengan bangga mengajarkan bahwa ritus-ritus itu diwariskan dari para Nabi terdahulu, terutama Ibrahim / Abraham.

    Sekali lagi jangan mudah percaya !

    Dari mana muhamMAD mengenal Ibrahim ? Sementara Ibrahim hidup sebelum masehi, jauh sebelum muhamMAD lahir. Jangan katakan dari literatur atau kitab apapun, sebab Arab pada zaman itu masih berada dalam zaman Jahiliyah dan keterbelakangan serta KEBODOHAN.

    MuhamMAD lahir dan besar dari keluarga pagan Quraisy. Sebagai seorang anak kaum pagan, dia dididik secara pagan, yaitu belajar mengenal ritus-ritus pagan, ritus-ritus itulah yang lalu diambil-alih oleh muhamMAD dan dijadikan sebagai ritus Islam, sayangnya ia tidak pernah mengakui ritus itu berasal dari kaum pagan (agama ayahanda, ibunda dan nenek moyang muhamMAD).

    Sekali lagi, kadal gurun biawak cabul muhamMAD berbohong, sebenarnya ia merasa malu kalau sampai orang lain tahu bahwa ritus-ritus itu berasal dari kaum pagan, sebab hal tersebut bisa menjadi penghalang bagi agama yang didirikannya untuk diterima kalayak umum (terutama Yahudi dan Nasrani)

    Kebohongan-kebohongan yang dilakukan muhamMAD ternyata berhasil diwariskan kepada generasi selanjutnya Islam, bahkan sampai saat ini.

    Response :
    01 – Sila buktikan dimana ajaran Muhammad SAW berasal dari pagan?silakan…Saya berikan tempoh sehingga Hari Kiamat. Jika ada,saya bersiap untuk menjawab secara ilmiah fakta hujah. Jangan hanya sekadar “membuang kata” hujat fitnah.

    02 – Muhammad SAW BUKAN pengasas Islam tetapi baginda adalah Penyempurna syariat agama Allah iaitu Islam. Maka sebab itu mengapa Muhammad SAW digelar sebagai “Khatam’ul Anbiya” (Al-Ahzaab 33:40).

    03 – Islam datang BUKAN 1400 tahun lalu. Allah selaku Maha Pencipta mencipta Satu Agama sahaja iaitu ISLAM (Ali-Imran 3:19 dan Asy-Syu’araa’ 42: 13). Asas utama Ad-Deen dari Tuhan ialah bahawasanya Tuhan itu Maha Esa dan ajaran ini disampaikan mengikut Nubuwwah setiap Utusan-Nya pada setiap kaum dan zaman (Al-Hajj 22:60-67). Jadi dari Adam pbuh sehingga Muhammad SAW adalah muslim termasuk Musa pbuh dan Jesus Christ pbuh juga adalah muslim (Al-Baqarah 2:131-133,Ali-Imran 3:52-67,Yunus 10:72,Yunus 10:84,An-Naml 27:30-31 dan Az-Zariyat 51:36). Bahkan Jesus Christ pbuh dan Hawariyyun akui bahawa mereka adalah muslim (Luke 6:40).

    04 – Muhammad SAW mengatakan semua Nabi adalah muslim :
    “…Para nabi itu adalah saudara seayah dan ibu mereka berlainan serta agama mereka adalah satu.”
    [Hadith Sahih Bukhari No.3443 dan Muslim No.2365]

    05 – Tidak ada dalam TNKH menyebut Judah adalah nama agama,tidak ada dalam Bible menyebut Christian adalah nama agama,tidak ada dalam semua kitab Buddha menyebut Buddhisme adalah nama agama dan tidak ada kitab Hindu (Shruti dan Smriti) menyebut Hinduisme adalah nama agama. Serta tidak ada mana-mana kitab sekalipun menyebut mana-mana nama agama Aryan dalam kitab mereka masing. Namun Islam satu-satunya agama yang disebut dalam Quran sebagai nama agama dan agama para Nabi terdahulu.

    06 – Dari istilah Kamus Oxford menyatakan bahawa Religion (agama) bermaksud tata-kepercayaan terhadap Entiti Yang Maha Kuasa iaitu Tuhan. Secara konsepnya,agama adalah sebuah Sistem Pengaturan bermula dari dasar kepercayaan antara manusia dengan tuhan kepada corak budaya,tatasusila masyarakat,akhlak dan hukum terhadap kehidupan dalam membentuk ketamadunan peradaban manusia menjadi lebih sempurna dan teratur BUKAN pemikiran falsafah. Dalam Islam,ianya dipanggil Ad-Deen (Jalan Hidup) ATAU Millah…

    Millah ATAU Ad-Deen ATAU Religion adalah umpama seperti sebuah “Perpustakaan” yang mana dalamnya terdapat segudang buku dan setiap perkara atau bidang dalam kehidupan manusia adalah umpama seperti buku-buku tersebut. Maka sebab itu Islam mengajar dari asas bermula Aqeedah Tauhid hinggalah hal masuk Liang Lahad.

    07 – Perkataan “agama” berasal dari Sanskrit iaitu dari kata akar kerja “gama” yang bermaksud “pergi” dan “a” bermaksud “ke arah” merujuk kepada kitab-kitab sebagai “apa yang telah diturunkan”. Ini secara konsepnya membawa maksud “pembawaan bagaimana mencapai kehidupan yang lebih baik”…dan seperti saya kata di atas tadi,ini synonym dengan Ad-Deen yang bermaksud “Jalan Hidup” ATAU Millah.

    “Agama” difahami secara zahir sebagai “tradisi” kerana ianya dilakukan sebagai amalan atau adat berkekalan terus-menerus sebagai peraturan dalam peradaban manusia. Maknanya apa yang tuhan turunkan itu adalah Jalan Hidup untuk manusia bermula dari mulanya tamadun peradaban manusia sebagai peraturan yang harus di amalkan sehingga menjadi tradisi.

    08 – Disini saya telah berikan bukti bahawa ajaran Nabi Muhammad SAW sama dengan ajaran para Nabi terdahulu termasuk Jesus Christ pbuh :
    – https://muslim-apologetic-borneo.com/menjawab-missionaries-20-bukti-jesus-bukan-seorang-muslim/

    Saya berikan sedikit hujah fakta ilmiah. Moses pbuh menyampaikan ajaran Tawhid kepada bani Israel (Deuteronomy 6:4) lalu Jesus Christ pbuh sampaikan ajaran mentawhidkan Tuhan kepada Bani Israel (Mark 12:29) dan seterusnya Muhammad SAW mengembalikan ajaran mentawhidkan Tuhan kepada seluruh manusia (Al-Ikhlas 112:1). Maka inilah bukti bahawa para Utusan Tuhan menyampaikan satu ajaran dari tuhan yang satu.

    “satu aqeedah bersama satu syahadah dalam satu agama dari tuhan yang satu”

    Maka dimana bukti Muhammad SAW mengajar agamanya berasal dari pagan???

    09 – Bukti lain saya berikan. “Islam / משלם” ada disebut dalam Luke 23:46,Psalm 37:21,Proverbs 22:27,Job 41:3 dan Isaiah 60:20 dalam ayat asli. Jesus Christ adalah salah satu Anbiya’Wal’Rasul mengajar sama seperti :
    *05 Rukun Agama
    John 17:3-21 / Mathew 26:30-36 / Mark 1:25-35 / Mathew 9:1-14 / Luke 2:1-37 / Matthew 6:1-5 dan Act 10:1-2

    *06 Rukun Iman
    Mark 12:28-30 / Revelations 7: 11 / Exodus 23:20 / Luke 1:11-13 / Mathew 12:33 & Matthew 13: 41-43 dan Mark 5:28-29

    *Dua rujukan kepada Muslim Israel (Islam dizaman syariat Jesus)
    Original Gospel : Injeel Yeshua
    – Mark 8: 30-35

    *Follow the Prophet’s teachings : Sunnah of Yeshua
    – John 14:1-15 / Mathew 5:17-47,Matthew 13:57,Matthew 21:10-11 dan Matthew 21:40-45 dan Luke 7:16 serta Luke 24:19

    Jadi jika anda mahu katakan apa yang Muhammad SAW ajarkan berasal dari ajaran pagan,maka apakah ajaran para Nabi terdahulu juga berasal daripada pagan kerana ajaran Muhammad SAW sama dengan ajaran para Nabi sebelumnya??

    Anti-Islam menulis,
    Buktinya ketika “orang Islam – maupun non-Islam” mulai mengkritisi sejarah kelahiran muhamMAD, jawaban umat Islam terbagi dua, kelompok pertama mengakui bahwa memang benar muhamMAD berada di dala kandungan ibunya (Aminah) selama empat tahun dan hal tersebut merupakan mukjizat pertama bagi muhamMAD; Sedangkan kelompok kedua memberi sanggahan dengan mengatakan bahwa cerita tersebut berasal dari hadits palsu karangan orang-orang Syiah. Menurut kelompok ini, muhamMAD lahir seperti orang pada umumnya, dia lahir setelah sembilan bulan dalam kandungan ibunya. Kalau begitu pendapat dari kelompok mana yang bisa dipercaya ? Tidak ada yang tahu bahkan tidak ada yang mau tahu.

    Response :
    01 – Sila berikan dimana ahli sejarah Islam ada bersetuju dan mengakui bahawa Muhammad SAW lahir empat (04) tahun selepas kewafatan ayahnya iaitu Abdullah….silakan…..

    02 – Berkenaan sirah Nabawiyyah dan atsar yang mengatakan Muhammad SAW lahir empat tahun setelah kewafatan ayahnya (Abdullah) telah dijawab dan dijelaskan secara terperinci disini :
    – http://www.al-eman.com/%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%AA%D8%A8/%D8%A7%D9%84%D8%B7%D8%A8%D9%82%D8%A7%D8%AA%20%D8%A7%D9%84%D9%83%D8%A8%D8%B1%D9%89%20**/%D9%81%D9%8A%20%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%AF%D8%B1%D9%8A%D9%8A%D9%86%20%D8%B7%D8%A8%D9%82%D8%A7%D8%AA%20%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%AF%D8%B1%D9%8A%D9%8A%D9%86%20%D9%85%D9%86%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%87%D8%A7%D8%AC%D8%B1%D9%8A%D9%86%20./i54&d55038&c&p1#s1
    (Jawapan terperinci dalam bahasa Arab)

    – https://www.quora.com/Is-it-true-that-the-prophet-Mohammed-was-born-4-years-after-his-father%E2%80%99s-demise
    (Rujuk jawapan dari Mahil Mehtar)

    – http://dar-alifta.org/Foreign/ViewArticle.aspx?ID=154

    – https://yahyasnow.wordpress.com/2010/07/24/refuted-a-lie-about-muhammads-parents/

    Tapi tidak mengapa,disini saya jelaskan secara sederhana….

    Point Satu
    Pertama sekali ingin saya katakan bahawa Atsar berkenaan kelahiran Muhammad SAW empat (04) tahun setelah kewafatan ayahnya adalah Hadith Shiite yang mana kebanyakan Hadith Palsu tetapi Shiite mengambilnya sebagai Hadith Sahih. Di istiharkan sebagai Hadith Maudhu’ (Palsu) kerana ada Narrator dari Al-Waqidi yang merupakan seorang pendusta Hadith namun Shiite mengambilnya sahih kerana Shiite hanya menurut pada Al-Majlisi tidak menurut pada Muhadithin. Maka disini jelas bahawa Shiite adalah salah.

    Point Kedua
    Hadith berkenaan Muhammad SAW lahir empat (04) tahun setelah kematian ayahnya bermula dari penukilan Sirat’ul Ibn Ishaq dengan jalur Al-Waqidi yang berkaitan dengan Abdullah bin Ja’far Al-Zuhri dan yang kemudian yang kedua berasal dari Umar bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Abu Talib,dari Yahya ibn Shibl dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Al-Husyan (Imam Syiah kelima). Maknanya jalur tersebut bukan melalui para Sahabah terdahulu.

    Apabila kita rujuk dalam halaman 68 Sirat’ul Ibn Ishaq yang diterjemahkan dalam english oleh Alfred Guillaume,dikatakan bahawa kelahiran Muhammad SAW empat (04) tahun selepas kewafatan Abdullah HANYALAH SEKADAR DAKWAAN. Maksudnya,ianya adalah ambigu dan tidak dipercayai cuma sekadar desas desus.

    Point Ketiga
    Dakwaan khabarnya Muhammad SAW lahir empat (04) tahun setelah kewafatan Abdullah adalah berasal dari Al-Waqidi yang mana Al-Waqidi adalah seorang pendusta dan penipu dari Muhadithhin. At-Tabari sendiri menyatakan bahawa nukilan Al-Waqidi banyak palsu. Ibn Hisyam dan At-Tabari telah memperbetulkan sirat’ul Ibn Ishaq secara keadaan sebenar tanpa mengambil nukilan dari Al-Waqidi yang telah banyak mendustakan sirah dengan kepalsuan dan banyak merosakkan tradisi sehingga wujud banyak versi.

    Point Keempat
    Berkenaan dengan nukilan dari Ibn Saad,dinyatakan bahawa dalam kitabnya iaitu Kitab Tabaqat Al-Kubra Hadith bahawa Abdullah dan Abdul Mutallib berkahwin secara serentak pada masa yang sama dan mengatakan Hamza berusia empat (04) tahun. Namun Ibn Saad tidak menyatakan bahawa sirah itu adalah benar kerana Ibn Saad hanya mengumpulkan mana-mana yang telah direkodkan dari individu lain termasuk yang palsu. Maka sebab itu mengapa karangan Ibn Saad tidak memetik sebarang rantai apabila menukilkannya atau membicarakannya.

    Apakah sumber maklumat Ibn Saad menyatakan Abdullah dan Abdul Mutallib berkahwin pada waktu yang sama? Satu bermula dengan jalur Al-Waqidi yang berkaitan dengan Abdullah bin Ja’far Al-Zuhri. Yang kedua dengan Umar bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Abu Talib dari Yahya ibn Shibl dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Al-Husyan (imam Syiah kelima). Adalah pelik bahawa Umar perlu belajar dari orang lain apabila keduanya hanya mempunyai perbezaan dari dua (02) generasi dari Ali. Jadi,kenyataan ini adalah palsu.

    RUMUSAN :
    * Hadith mengenai Muhammad SAW lahir empat (04) tahun setelah kewafatan Abdullah (ayah baginda) adalah hadith palsu tetapi dianggap sahih dari Shiite kerana Shiite menuruti dari Al-Majlisi BUKAN melalui Muhadithin. Maknanya,Shiite tidak menganalisa hadith mengikut acuan corak disiplin ilmu hadith yang sebenar.

    * Kenyataan Muhammad SAW lahir empat (04) tahun setelah kewafatan Abdullah (ayah baginda) adalah dari Sirat’ul Rasul yang mana terdapat pemalsu dan pendusta hadith iaitu Al-Waqidi. Ibn Ishaq menyenaraikan sirah tersebut sebagai hanya sekadar dakwaan BUKAN fakta sejarah. Maknanya kejadian itu tidak dipercayai dan ambigu.

    * Ibn Hisyam,At-Tabari dan Ibn Kathir telah memperbetulkan kronology sirah sebenar Nubuwwah Muhammad SAW,menolak narration dari Al-Waqidi dan menyatakan bahawa Muhammad SAW lahir seperti manusia lain iaitu sembulan (09) bulan. Fakta sebenar adalah Muhammad SAW berada dua (02) bulan dalam kandungan ibunya ketika Abdullah wafat dan kemudian hidup selama empat (04) tahun bersama ibunya sebelum ibunya wafat BUKAN lahir empat (04) tahun setelah ayahnya wafat.

    * Ibn Saad mengambil sirah Abdullah dan Abdul Muthallib bernikah secara serentak masa dan Hamza berumur empat (04) tahun adalah berasal dari Narration Al-Waqidi yang merupakan seorang pendusta dan pemalsu Hadith.

    Sumber bukti Al-Waqidi merupakan pendusta dan pemalsu Hadith :
    – https://www.scribd.com/document/249729273/The-Problems-With-Ibn-Ishaq-s-Sirat
    – https://www.letmeturnthetables.com/2012/01/muhammad-ibn-umar-waqidi-narrator.html
    – https://www.siasat.pk/forums/threads/why-historian-ibn-ishaq-cant-be-trusted-the-problems-with-ibn-ishaq.495239/#targetText=They%20get%20excited%20when%20Ibn,severe%20problems%20with%20his%20writings.
    – http://islamiat101.blogspot.com/2012/10/the-problems-with-ibn-ishaq.html

    Jadi jelas bahawa Muhammad SAW lahir seperti manusia biasa sembilan (09) bulan dan dakwaan Muhammad SAW lahir empat (04) selepas kewafatan ayahnya iaitu Abdullah adalah PALSU.

    Anti-Islam menulis,
    BUKAN hanya itu, cerita mengenai kematian muhamMAD-pun ndak ada yang sepakat. Padahal jelas-jelas dalam hadits mengatakan muhamMAD wafat karena keracunan daging kambing pemberian seorang wanita Yahudi.

    Sekali lagi orang-orang Islam entah aliran apa menuduh, “Cerita seperti itu berasal dari Hadits Palsu karangan kelompok Syiah Laknatullah Alaih”. Jika demikian, dimana dan apa kata Hadist yang asli? Tidak ada lagi yang menjawab.

    Response :
    Very good……Berkenaan kononnya Muhammad SAW wafat kerana diracun telah saya jawab disini secara terperinci :
    – https://muslim-apologetic-borneo.com/benarkah-rasullullah-muhammad-saw-wafat-kerana-di-racun/

    Saya tidak tahu muslim mana yang mengatakan hadith Muhammad SAW diracun adalah berasal dari Shiite tetapi mandatori Ulama bersepakat bahawa Muhammad SAW wafat BUKAN kerana di racun.

    sedikit hujah dari saya :
    01 – Memang benar ada sejarah seorang wanita Arab Judah meracuni baginda tetapi DISINILAH SALAH SATU MUKJIZAT MUHAMMAD SAW iaitu daging Khaybar itu memaklumkan kepada baginda dengan berkata,
    “Sesungguhnya,tulang daging ini memberitahukan kepadaku bahawa ia beracun.”

    Daging Khaybar itu berkata ,
    “wahai Rasul! Sungguh,andaikan Isa putera Maryam telah dikurniakan oleh Allah kemampuan untuk dapat menghidupkan kembali orang mati,namun apakah hal itu lebih menakjubkan berbanding daging ini yang diracun dan telah digoreng? JANGANLAH ENGKAU MEMAKANKU KERANA AKU BERACUN!”

    Wanita yang cuba meracuni Muhammad SAW itu ialah Zaynab binti Harith,seorang isteri Sallam bin Misykam yang merupakan pahlawan Arab Judah yang mati dibunuh oleh tentara kaum muslimin dan Zaynab berkata,
    “Sayalah yang melakukan itu sebab aku ingin tahu apakah kamu benar-benar seorang nabi. Jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu dan jika kamu ternyata seorang nabi palsu,maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu dan ternyata MEMANG BENAR engkau seorang nabi, daging tersebut memberi khabar kepadamu bahawa ia beracun,maka dengarlah bahawa saya bersaksi ‘Tiada Tuhan selain Allah dan Engkau Muhammad benar-benar utusan Dia.”
    [Adh-Dhiya’ Al-Lami’ min Khuthab Al-Jawami’ dan Khalid Abu Shalih, Qashimatuzh Zhuhri Wa Matan Syahidan – Darul Wathan,Riyadh 1422 H/2001, halaman 64-68.]

    Satu (01) soalan dari saya :
    – Ketika waktu tersebut,salah seorang sahabat Nabi mati serta merta ketika makan daging Khaybar yang dijamah tetapi mengapa Muhammad SAW tidak wafat serta merta sedangkan baginda juga menjamah daging tersebut???

    02 – Mari kita analisa mukjizat Muhammad SAW bahawa bukti baginda tidak wafat kerana racun :
    628 AD – Perang ke Khaybar dengan jarak 171 km selama 3 hari 7 jam 20 minit
    629 AD – Haji ke Makkah dengan jarak 440 km selama 8 hari
    630 AD – Penaklukan Kota Makkah dengan jarak 440 km selama 8 hari
    630 AD – Perang ke Hunayn dengan jarak 72.5 km selama 1 hari 7 jam
    631 AD – Perang ke Tabuk dengan jarak 629 km selama 12 hari
    632 AD – Haji ke Makkah dengan jarak 440 km selama 8 hari

    Disini,ingin saya berikan tiga (03) soalan :
    – Muhammad SAW diracun pada 628 AD dan hidup sihat segar walafiat selama 4 tahun. Jika difikir dengan logik,manusia jenis apa yang mampu berperang,berjalan kaki atau menaiki unta/kuda sejauh 440 km selama 8 hari / 72.5 km selama 1 hari 7 jam dan 629 km selama 12 hari yang mana dirinya ketika itu sedang diracun selama 4 tahun??

    – Sila rujuk kepada doktor dan mana-mana cendikiawan sedunia,apa jenis racun yang mampu membunuh seseorang empat (04) tahun kemudian yang mana selama lingkungan empat (04) tahun tersebut,seseorang yang diracun itu masih hidup sihat segar walafiat???

    – Para Nabi Israel juga ramai dibunuh dan diracun (Matthew 23:37 dan Mark 12: 1-12),apakah mereka Nabi Palsu??

    Sekarang giliran saya “putar meja” kepada Anti-Islam :
    Jesus Christ juga diracun ketika dipalang salib (Matthew 27:34) dan ini disetujui oleh Bible scholars dan Ahli Sejarah anda. Menurut Exegess Christianity Commentary,ayat Koine Greek Matthew 27:34 merujuk Chole (χολή) atau Gall yang mengandungi racun.

    Ini kerana dalam Acts 8:23,Peter mengatakan kepada Simon bahawa hatinya penuh dengan ikatan kejahatan seperti racun yang pahit. Ayat disitu menggunakan Chole (χολή) atau Gall. Bahkan dalam Perjanjian Lama terjemahan Septuagint,Chole (χολή) atau Gall (Hebrew menyebut “Rosh” / “רוֹשׁ” dalam TNKH) di kategorikan sebagai racun dalam Psalm 69:21 / Deuteronomy 32:32 / Hosea 10:4 / Amos 6:12 / Jeremiah 8:14 dan Job 20:16 (Gall atau Chole bermaksud bisa ular Kobra). Jadi jelas bahawa Jesus Christ mati ketika dalam penyaliban disebabkan racun dalam wine (Matthew 27:34).

    Dan ayat ini (Matthew 27:34) juga bercanggah dengan ayat dalam John 19:29 kerana ayat dalam John 19:29 tidak menyebut “Chole (χολή) atau Gall” sedangkan Kristian berhujah bahawa saksi penyaliban itu bersama semua Hawariyyun termasuk empat (04) penulis Gospel yang dibimbing Ruh Kudus. Bahkan Matthew 27:34 dan John 19:29 juga bercanggah dengan Mark 15:23 kerana dalam Mark 15:23 menyebut anggur bercampur Myrrh namun Jesus Christ pbuh menolaknya sedangkan dalam John 19:29 menyebut Jesus meminum wine sahaja dan dalam Matthew 27:34 mengatakan Jesus meminum Wine bercampur racun (Chole (χολή) atau Gall).

    Bukan sahaja Bible membuktikan Jesus mati diracun sewaktu penyaliban tetapi juga ayat Bible saling bercanggah. Jadi pilihlah.jika Gospel of John yang benar,maka Gospel of Mark dan Gospel of Matthew adalah salah dan bukan kitab suci. Jika Gospel of Mark yang benar,maka Gospel of John dan Gospel of Matthew yang salah dan bukan kitab suci. Jika Gospel of Matthew yang benar,maka Gospel of Mark dan Gospel of John adalah salah dan bukan kitab suci sedangkan ketiga-tiga mereka dibimbing Ruh Kudus menurut kepercayaan iman Kristian.

    Kita sambung lagi hujah seterusnya….
    Setelah kita ketahui Jesus Christ pbuh juga diracun,apakah Jesus Christ adalah Nabi Palsu?? Bahkan dia di anggap tuhan oleh Kristian sedangkan dirinya tidak mampu buat apa-apa ketika diracun.

    Prophet John The Baptist (Yahya pbuh) satu-satunya Nabi yang tidak memiliki mukjizat (John 10:41),apakah dia Nabi Palsu??. Jangan lupa,Jesus Christ pbuh telah berkata bahawa Nabi-nabi Palsu juga mampu melakukan mukjizat (Matthew 24:24).

    Dalam Deuteronomy 18:18 dinubuatkan bahawa akan datang Nabi DI ANTARA saudara mereka. Seandainya nubuat itu adalah merujuk Jesus Christ pbuh,makanya pada ayat seterusnya (Deuteronomy 18:20-22) menceritakan jika Nabi itu adalah Nabi palsu yang mana banyak mengatakan bukan dari Tuhan,maka dia harus mati. Ingin saya bertnya,bagaimana Jesus mati??

    Tahukah anda mengapa orang Judah menyalib Jesus Christ pbuh?? Apakah kerana disebabkan penebusan dosa?? Jika benar kerana penebusan dosa,makanya orang yang mengatakan “Eli eli lama sabakhtani” (Matthew 27:46 dan Mark 15:34) adalah di kalangan orang yang tidak dikasihi tuhan (Psalm 37:28).
    . Jadi apakah Jesus Christ pbuh adalah Nabi palsu disebabkan dia ditinggalkan oleh TUhan di tiang salib (Matthew 27:46 dan Mark 15:34)??.

    Bagi kami (muslim),ayat dalam Deuteronomy 18:18 adalah nubuat Muhammad SAW dan ayat seterusnya iaitu Deuteronomy 18:20-22 adalah untuk peringatan seandainya baginda adalah Nabi Palsu namun ternyata Muhammad SAW wafat bukan kerana dibunuh racun dan ayat itu dituju kepada Anti-Christ (Al-Masihu’Dajjal) yang akan datang kemudian hari. Jadi,pilih lah dengan penilaian akal bijaksana anda. Jika Deuteronomy 18:18 kamu yakini Jesus,maknanya dia adalah Nabi Palsu. Jika tidak,secara langsung anda terima Muhammad SAW adalah Utusan Allah.

    Anti-Islam menulis,
    MASIH banyak contoh lain mengenai KEBOHONGAN muhamMAD dan para pengikutnya, namun kiranya contoh-contoh diatas sudah dapat mewakili. Itulah Wajah Asli Umat Islam, kalau tidak berbohong, bukan pengikut muhamMAD namanya, tapi jangan salahkan mereka, sebab mereka hanya mengikuti apa yang diajarkan oleh Sang Babi.

    Response :
    Saya telah runtuhkan kesemua tuduhan fitnah hujatan bodoh anda. Untuk pengetahuan anda,segala fitnah terhadap junjungan agung – Nabi Muhammad SAW telah dijawab secara lengkap disini :
    (Eeshtesham Ghulam & muslim scholars)
    – https://islamicapologetics1.blogspot.com/2012/03/refuting-criticisms-and-polemics-about.html
    – http://islamicapologetics1.blogspot.com/2012/06/refuting-every-anti-islamic-websitebook.html
    – http://www.answering-christian-claims.com/False_Stories_About_Prophet_Muhammad.html
    – http://www.answering-christian-claims.com/The-Problems-With-Ibn-Ishaq.html

    (Bassam Zawadi)
    – https://www.call-to-monotheism.com/refuting_arguments_against_prophet_muhammad___peace_be_upon_him__

    (Osama Abdallah / Sammi Zattari)
    – http://www.answering-christianity.com/ac4.htm#links
    – http://www.answering-christianity.com/sam_shamoun_rebuttals.htm

    (Dr.Mustafa Zayed)
    – https://d1.islamhouse.com/data/en/ih_books/single2/en_The_Lies_about_Muhammad.pdf

    (MSM Saifullah)
    – https://www.islamic-awareness.org/polemics/

    (ISESCO)
    – https://www.isesco.org.ma/wp-content/uploads/2015/05/Life-Prophet.pdf

    (Other muslim scholars)
    – https://www.letmeturnthetables.com/p/complete-list-of-articles.html
    – http://www.muhammadfactcheck.org/

    Missionaries dari pihak anda masih GAGAL buktikan Muhammad SAW seorang pembohong dan Alhamdulillah,dari 1400 tahun lalu sehingga kini tidak ada sesiapa lagi mampu buktikan Islam adlaah ajaran yang salah dan Muhammad SAW adalah Nabi Palsu.

    Setelah saya menjawab kesemua hujat fitnah tuduhan dari anda,saya mendapati Kristian hanya mampu :
    – memutar belit fakta
    – berbohong
    – memfitnah
    – mengulang sesuatu perkara yang bathil

    BUKAN KRISTIAN NAMANYA JIKA TIDAK ADA PAKEJ ITU SEMUA.

    Penjelasan saya hanya para pembaca sahaja boleh menilai siapa yang mampu mencetuskan tuduhan fitnah kebohongan menurut kebencian dan siapa yang berhujah fakta ilmiah kerana kebenaran.

    KESIMPULAN
    Rasullullah Muhammad SAW adalah benar-benar Nabi wa Rasul dan BUKAN seorang pembohong.

    SESUNGGUHNYA ISLAM AGAMA DAMAI DAN BENAR…SAKSIKAN KEBENARAN ISLAM!

    pesan Jesus Christ pbuh :
    “Jikalau kamu tetap dalam sabdaku,kamu benar-benar adalah muridku.dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
    [John 8:31-32]
    – memerdekakan anda dari kekufuran…

    pesan Rasullullah Muhammad SAW :
    “Terimalah kebenaran itu walau ianya pahit..”
    [Hadith Sahih Bukhari dan Tirmizi]

    Firman Allah Azza’Wa’Jalla :
    “Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan.Sesungguhnya kebatilan itu sememangnya pasti lenyap.”
    [Al-Isra’ 17: 81]

    “Tiada tuhan selain Allah,Muhammad dan Eesa Al-Masih adalah Utusan Allah serta Jibrail Sayyid Malak Al-Qhuwaan adalah Ruhul Quddus…”

  • Response to Anti Islam – “Quran datang dari Jinn BUKAN dari Allah.”

    Response to Anti Islam – “Quran datang dari Jinn BUKAN dari Allah.”

    Reading Time: 2 minutes

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Saya menerima satu kenyataan dari Kristian yang dalam golongan Anti-Islam mengatakan seperti berikut,
    “Dalam Quran ada satu surah lengkap yang bernama Al-Jinn dan ini membuktikan bahawa Quran berasal dari Jinn melalui Muhammad. Muhammad menerima ilham dari Jinn lalu menulisnya dalam Quran.”

    Kekufuran Anti-Islam sentiasa menampakkan kebodohan. 1400 tahun telah berlalu,tidak ada seorang pun yang mampu buktikan kesalahan Quran dan Islam adalah agama yang sesat walau seinci sehingga kini. Apabila tidak mampu buktikan Quran adalah karangan Muhammad SAW,timbul satu idealogi baru dari mereka dengan beralih hujatan mengatakan pula bahawa Quran adalah diturunkan dari Jinn. Amat melucukan~

    Tapi tidak mengapa,disini jawapan saya meruntuhkan hujatan bodoh mereka :

    01 – Dalam Quran itu ada satu surah lengkap namanya Surah Maryam merujuk ibu Nabi Eesa Al-Masih pbuh bahkan dalam Quran menyebut kalimat “Maryam” sebanyak 70 kali lebih banyak dari Mary ibu Jesus Christ pbuh dalam Bible yang hanya menyebutnya sebanyak 46 kali. Itu pun tidak diketahui apakah Bible menyebut “Mary” merujuk Mary ibu Jesus atau Mary Magdelene atau Mary ibu James atau Mary Ibu Joses atau Mary isteri Clopas atau Mary Bethany atau Mary ibu Markus. Jadi saya ingin bertanya satu soalan,
    – Memandangkan Quran lebih banyak menyebut nama ibu Jesus (Maryam) dari Bible bahkan ada satu surah lengkap bernama Maryam,apakah Quran adalah karangan Maryam??

    02 – Dalam Quran,Kalimat “Iblis” disebut hanya 11 kali dan kalimat “Syaitan” disebut sebanyak 62 kali sahaja manakala Bible menyebut “syaitan” sebanyak 116 kali. Itu pun BELUM termasuk lagi kalimat “Iblis”,kata ganti nama khas dan gelaran lain seperti “Naga Tua”,”Ruh Jahat” serta “Malaikat Terjatuh”. Jadi memandangkan Bible lebih banyak menyebut kalimat “syaitan” dari Quran,apakah Bible adalah buku syaitan???.

    Dua (02) point dari saya ini cukup meruntuhkan fitnah hujatan Anti-Islam sekaligus membuktikan bahawa Bible BUKAN kitab dari Tuhan.

    Inginkan tambahan hujah?….

    BONUS
    Dalam Quran tidak ada satu ayat pun mengatakan perbuatan Tuhan menipu Utusan-Nya (Nabi) tetapi dalam Bible ada dua (02) ayat mengatakan tindakan Tuhan menipu Utusan-Nya (Nabi) iaitu dalam Ezekiel 14:9 dan 2 Chronicles 18:21-22. Jika benar Bible adalah wahyu firman dari Tuhan,apakah Tuhan akan menyampaikan Kalam-Nya dalam bentuk mengaibkan Ketuhanan Diri-Nya sedangkan Dia adalah Maha Bijaksana,Maha Jujur,Maha Baik lagi Maha Suci??

    Maka dengan ini cukup membuktikan bahawa Bible BUKANLAH kitab firman Tuhan. Banyak point lagi saya boleh berikan namun cukup tiga (03) hujah ini menjawab fitnah hujatan Anti-Islam sekaligus membuktikan Bible BUKAN dari Tuhan.

    KESIMPULAN
    Quran adalah benar dari Kalam Allah dan Bible adalah BUKAN dari Kalam Allah.

    Apabila dalam kekufuran,tidak akan ada kebenaran melainkan kebodohan,kedegilan dan pendustaan.

    pesan Jesus Christ pbuh :
    “Jikalau kamu tetap dalam sabdaku,kamu benar-benar adalah muridku. Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
    [John 8:31-32]
    – memerdekakan anda dari kekufuran…

    pesan Rasullullah Muhammad SAW :
    “Terimalah kebenaran itu walau ianya pahit..”
    [Hadith Sahih Bukhari dan Tirmizi]

    Firman Allah Azza’Wa’Jalla :
    “Telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan.Sesungguhnya kebatilan itu sememangnya pasti lenyap.”
    [Al-Isra’ 17: 81]